PendidikanSTISIPOL Raja Haji

Vaksinasi Menuju Awal Yang Baru

Akhir 2020, masyarakat dunia lega mendengar kabar vaksin Covid-19 dengan tingkat efikasi di atas 90 persen berhasil dibuat. Kelegaan bertambah mengetahui tak hanya satu vaksin yang berhasil diproduksi, tetapi ada beberapa alternatif vaksin dengan tingkat efikasi di atas 60 persen akan tersedia dalam waktu dekat. Dengan tersedianya berbagai jenis vaksin, suatu negara akan memiliki lebih banyak opsi untuk memilih vaksin yang paling tepat sekaligus menghindari ketergantungan pada satu sumber vaksin saja. Pengerjaan pembuatan vaksin dimulai pada Januari 2020 dengan penguraian genom SARS-CoV-2. Uji coba keamanan vaksin pertama terhadap manusia dilakukan pada Maret 2020.Ada lima fase pengujian yang harus dilalui oleh vaksin untuk dapat digunakan secara massal oleh masyarakat antara lain uji keamanan dan dosis vaksin , vaksin diuji keamanan dengan lebih luas , vaksin diuji kemanjuran dalam skala besar , vaksin disetujui untuk penggunaan awal atau terbatas , vaksin disetujui untuk penggunaan penuh.

Vaksin Covid-19 yang telah lama diwacanakan oleh Pemerintah, kini sudah tiba di tanah air. Vaksin tersebut siap untuk didistribusikan ke daerah dalam rangka penanganan wabah Covid-19. Hingga sekarang, vaksin covid-19 sudah disebarkan di seluruh pelosok Nusantara. Tujuan negara menghabiskan dana triliunan rupiah ialah demi menekan jumlah orang yang terpapar covid-19. Kehadiran vaksin covid-19 pastinya menjadi berita yang paling ditunggu masyarakat urban. Kehadiran vaksin covid-19 juga ditunggu-tunggu masyarakat lokal. Setidaknya ada tiga diskursus inti tentang vaksin covid-19. Pertama, vaksin tersebut akan mengembalikan sistem sosial-ekonomi masyarakat yang sudah dibatasi berbagai protokol kesehatan. kehadiran vaksin covid-19 menjadi berita baik untuk kembali memperbaiki kehidupan ekonomi yang sempat terganggu. keamanan dan halal tidaknya vaksin yang digunakan, tidak terlalu dipikirkan masyarakat lokal. Itu karena mereka lebih fokus pada upaya untuk segera membangun kehidupan sosial-ekonomi yang terpuruk akibat pandemi covid-19. Masyarakat lokal percaya bahwa negara memiliki political will yang baik dalam menjaga kehidupan warganya. Kebijakan negara dalam menyediakan dan mendistribusikan vaksin ke seluruh pelosok daerah ialah kebijakan yang baik.

Cara untuk menilai apakah vaksin itu bagus atau tidak, yaitu dengan menilai imunogenesitasnya, ada dua tantangan yang dihadapi para pakar dalam menilai imunogenesitas vaksin yaitu bagaimana menentukan kriteria respons imun yang dihasilkan oleh vaksin dianggap “berhasil baik”. Idealnya hal ini didapat dengan membandingkan respon imun akibat vaksin dibandingkan dengan respon imun yang timbul secara alamiah dan belum tersedianya standarisasi global secara baku tentang variasi metodologi pemeriksaan respons imun ini. Misalnya saja, ada beberapa teknik immunoassay yang mungkin digunakan untuk menilai satu saja bentuk respons imun, seperti contohnya antibodi netralisasi. Juga, mungkin ada perbedaan dalam reagen yang dipakai dan atau proses skrining yang dilakukan.Untuk menilai imunogenesitas suatu vaksin maka para penelitian biasanya menilai dua hal, yaitu antibodi dan sel T. Secara umum antibodi dapat dinilai dalam aspeknya untuk mengikat (“binding”) dan kegiatan netralisasi (“neutralizing”). Jadi ada yang bersifat mengikat (“binding”) untuk membuat tanda (“marking”) sehingga dapat dihancurkan oleh mekanisme imun yang ada, dan ada pula yang langsung bersifat netralisasi yang langsung menghambat kemungkinan virus menginfeksi sel di tubuh manusia. Zubairi selaku Ketua Satgas Covid PB IDI menilai  dalam situasi pandemi, WHO memperkenankan pembuatan dan penyediaan obat atau vaksin dapat dilakukan melalui proses Emergency use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 oleh lembaga yang mempunyai otorisasi untuk itu. “Di Indonesia, lembaga tersebut adalah BPOM,”. Ia mengatakan, PB IDI sangat yakin bahwa BPOM tentu memperhatikan keamanan, efektivitas dan imunogenitas suatu vaksin, termasuk bila terpaksa menggunakan skema EUA. “Kami yakin bahwa BPOM akan menjaga kemandirian dan profesionalismenya,” kata Zubairi

Ketua Satgas Covid PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD (K) juga mengatakan, perlu diadakan persiapan yang baik dalam hak pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya. “Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden agar program vaksinasi ini jangan dilakukan dan dimulai dengan tergesa-gesa,”. Di Indonesia sendiri , jenis vaksin yang masuk antara lain yaitu Sinovac , Pfizer , Moderna dan AstraZenecca. Dan untuk penyebarannya sendiri di masyarakat pada tahun 2021 ini hanya menggunakan 2 jenis vaksin saja yaitu vaksin Sinovac dan vaksin AstraZenecca , Kandungan yang terdapat pada vaksin Sinovac adalah : virus SARS-CoV-2 yang sudah dimatikan (inactivated), adjuvant, buffer dan garam dan pada vaksin AstraZenecca yang terkandung didalamnya adalah Adenovirus ChAdOx1 yang sudah dimodifikasi serta memiliki kode genetik terkait protein spike COVID-19, garam, minyak dan gula.

Vaksin covid-19 akan menjadi obat ampuh dalam menurunkan angka masyarakat yang terinfeksi. Mobilitas masyarakat urban yang penuh dengan kesibukan tentunya sangat terganggu dengan realitas pandemi ini. Beberapa media sosial, bahkan dipenuhi dengan tagar ‘saya siap divaksin’. Artikulasi ini menggambarkan kesediaan masyarakat untuk segera keluar dari cara hidup ‘kenormalan baru’ dan kembali hidup seperti sediakala. pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari COVID-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara yang terkena dampak pandemic. Vaksinasi atau imunisasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin COVID-19 adalah menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini. Selain itu, vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Jadi, dengan mendapatkan vaksin COVID-19, anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar Anda yang belum memiliki kekebalan terhadap virus Corona.

Diadakannya vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah COVID-19. Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin. Pelayanan vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi dan dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Pada tahap awal , vaksin COVID-19 diberikan pada seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan, Tenaga penunjang dan mahasiswa yang menjalankan pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Vaksin juga akan diberikan kepada petugas pelayanan publik yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. dan tidak sedikit juga loh masyarakat yg antusias dengan adanya vaksin ini, untuk beberapa daerah dan kalangan masih butuh penyesuaian dan sosialisasi kembali tentang dampk dan efek dari vaksinasi untuk mengurangi kecemasan masyarakat sendiri.

Vaksin COVID-19 diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyudahi pandemi yang telah memakan banyak korban jiwa serta melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan partisipasi kita dalam program vaksinasi ini akan sangat membantu pemulihan kondisi negara kita. Ayo berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 ini untuk melindungi Anda dan keluarga Anda dari COVID-19. Jalankan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan untuk kebaikan kita semuanya.

Oleh :

SUHERRY, M. Si
Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan STISIPOL Raja Haji

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close