InternasionalKampus

Dosen UNRIKA Batam Angkat Pemikiran Raja Ali Haji di UiTM Malaysia, Buka Peluang Kolaborasi dengan UMRAH dan STAIN Sultan Abdurrahman

MALAYSIA – Dosen Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam, Dr. Hos Arie Rhamadhan Sibarani, menjadi pembicara dalam kegiatan Visiting Lecture di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dengan mengangkat tema “Raja Ali Haji and Ethical Leadership in the Malay World: Amanah, Adab, and Civilizational Governance.” Kegiatan tersebut menjadi forum akademik internasional yang membahas pemikiran Raja Ali Haji sekaligus membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi di Malaysia dan Kepulauan Riau.

Dalam kuliah tamu yang berlangsung di kampus UiTM, Dr. Hos Arie menjelaskan bahwa Raja Ali Haji merupakan salah satu intelektual terbesar dunia Melayu yang gagasannya masih relevan dalam menjawab tantangan kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan peradaban pada abad ke-21.

Menurutnya, pemikiran Raja Ali Haji yang tertuang dalam berbagai karya seperti Gurindam Dua Belas, Tuhfat al-Nafis, Tsamarat al-Muhimmah, dan Muqaddimah fi Intizam menekankan pentingnya nilai amanah, adab, keadilan, serta tanggung jawab moral sebagai dasar utama kepemimpinan yang baik.

“Ketika dunia berbicara tentang kecerdasan buatan, transformasi digital, dan daya saing global, Raja Ali Haji mengingatkan kita bahawa kemajuan peradaban tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan ekonomi, tetapi juga oleh integritas moral para pemimpinnya,” ujar Dr. Hos Arie.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait tata kelola pemerintahan, kepemimpinan etis, perkembangan dunia Melayu, hingga relevansi nilai-nilai Islam dalam menghadapi kemajuan teknologi modern.

Selain menjadi ajang pertukaran gagasan akademik, kunjungan ke UiTM Malaysia juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama antara perguruan tinggi Malaysia dan Kepulauan Riau.

Dalam sejumlah pertemuan yang berlangsung selama kunjungan, muncul kesepahaman awal mengenai pentingnya memperkuat jejaring akademik serumpun melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.

Kerja sama yang dijajaki melibatkan Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), STAIN Sultan Abdurrahman, dan UiTM Malaysia.

Beberapa peluang kolaborasi yang dibahas meliputi:

  • Pertukaran dosen dan mahasiswa (student and staff mobility);
  • Seminar dan konferensi internasional bersama;
  • Penelitian kolaboratif mengenai dunia Melayu, kepemimpinan, tata kelola, dan peradaban Islam;
  • Publikasi bersama pada jurnal internasional bereputasi;
  • Program visiting lecturer dan kegiatan akademik bersama;
  • Penguatan kajian Raja Ali Haji dan warisan intelektual Melayu sebagai khazanah bersama Indonesia-Malaysia;
  • Pengembangan pusat kajian Melayu-Islam dan tata kelola peradaban di kawasan ASEAN.

Dalam pembahasan kerja sama tersebut, UMRAH dinilai memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat sejarah dan warisan intelektual Raja Ali Haji.

Keberadaan Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat peradaban Melayu memberikan peluang besar bagi pengembangan kajian Melayu internasional, baik dalam bidang sejarah, bahasa, sastra, maupun kebudayaan.

Sementara itu, STAIN Sultan Abdurrahman dipandang memiliki potensi besar dalam penguatan studi Islam, hukum Islam, dan pemikiran keislaman Melayu yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai pusat kajian dan perguruan tinggi di Malaysia.

Dr. Hos Arie menegaskan bahwa hubungan historis dan budaya antara Kepulauan Riau dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Dunia Melayu memiliki warisan intelektual yang sangat kaya. Melalui kolaborasi antara UiTM, UNRIKA, UMRAH, dan STAIN Sultan Abdurrahman, kita dapat memperkuat riset, publikasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada tradisi Melayu-Islam namun tetap relevan dengan tantangan global,” katanya.

Kegiatan Visiting Lecture di UiTM Malaysia ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi akademik antara Indonesia dan Malaysia melalui pengembangan jejaring pendidikan tinggi, pertukaran pengetahuan, serta pelestarian warisan intelektual Melayu.

Kolaborasi yang sedang dijajaki diharapkan dapat menghasilkan berbagai program akademik bersama yang berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas riset, serta penguatan posisi dunia Melayu sebagai salah satu pusat kajian peradaban di kawasan ASEAN.

Dosen UNRIKA Batam Angkat Pemikiran Raja Ali Haji di UiTM Malaysia, Buka Peluang Kolaborasi dengan UMRAH dan STAIN Sultan Abdurrahman
Dosen UNRIKA Batam Angkat Pemikiran Raja Ali Haji di UiTM Malaysia, Buka Peluang Kolaborasi dengan UMRAH dan STAIN Sultan Abdurrahman
Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Close