
Tanjungpinang
Pelabuhan Utama Tanah Melayu Minim Fasilitas Ibadah, Ketua MW KAHMI Kepri Desak GM Pelindo Bangun Mushola Layak di SBP Tanjungpinang!
TANJUNGPINANG – Ketua Umum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kepulauan Riau (Kepri), Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., melayangkan desakan keras kepada General Manager (GM) PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Tanjungpinang. KAHMI Kepri meminta otoritas pelabuhan segera melakukan evaluasi total dan membangun fasilitas ibadah umat Islam yang representatif serta layak di kawasan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat dan wisatawan terkait kondisi ruang shalat yang dinilai sangat memprihatinkan, sempit, dan tidak sebanding dengan volume arus penumpang di pelabuhan penyeberangan utama tersebut.
Dr. Suryadi menegaskan bahwa Pelabuhan Sri Bintan Pura bukan sekadar infrastruktur transportasi biasa, melainkan beranda depan sekaligus pintu gerbang utama yang menghubungkan Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau dengan daerah lain, termasuk akses internasional ke Singapura dan Malaysia.
“Sangat ironis dan memprihatinkan. Tanjungpinang ini adalah Ibu Kota Provinsi Kepri, pusat peradaban Tanah Melayu yang kental dengan nilai kesantunan dan identitas masyarakatnya yang mayoritas Islam. Namun, di pelabuhan penyeberangan utama sekalas SBP, fasilitas tempat ibadahnya justru tidak mendapat perhatian serius dari Pelindo,” ujar Dr. Suryadi dengan nada kecewa saat usai melaksanakan shalat di mushola pelabuhan.
Menurutnya, ketersediaan tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan memadai merupakan cerminan dari pelayanan publik yang humanis sekaligus representasi dari marwah daerah.
Sebagai tokoh publik dan pimpinan KAHMI Kepri, Dr. Suryadi meminta manajemen Pelindo untuk tidak hanya fokus pada orientasi bisnis dan penarikan tarif pas pelabuhan, melainkan wajib mengimbanginya dengan pemenuhan hak-hak dasar penumpang, salah satunya kemudahan beribadah secara layak.
“Kami mendesak GM Pelindo Tanjungpinang untuk segera turun lapangan dan melihat langsung. Buatlah Mushola yang layak, bersih, dan berkapasitas memadai. Penumpang yang sedang mengejar jadwal kapal sering kali terpaksa shalat di tempat yang seadanya dan berdesakan karena kapasitas ruang yang ada sekarang sangat minim. Ini masalah kenyamanan rakyat dan marwah religiusitas Kota Gurindam yang harus dijaga,” tegas Dr. Suryadi.
Ia menambahkan bahwa KAHMI Kepri akan terus mengawal isu ini hingga Pelindo melakukan tindakan nyata di lapangan. Jika dalam waktu dekat belum ada iktikad baik atau rencana renovasi konkret dari pihak manajemen Pelindo, KAHMI Kepri siap melayangkan surat rekomendasi resmi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait untuk mengevaluasi kinerja pelayanan publik PT Pelindo di Tanjungpinang.








