
BatamInternasionalKampus
Perkuat Jaringan Jembatan Pendidikan, UMRAH Jalin Kemitraan Strategis Bersama PIBKS Negeri Sembilan Malaysia di Batam
BATAM – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) terus memperluas ekspansi kerja sama internasionalnya di bidang penguatan mutu dan ekosistem pendidikan regional. Langkah nyata tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis lintas negara antara UMRAH dengan Jawatankuasa Pelibatan Ibu Bapa, Komuniti dan Sektor Swasta (PIBKS) Negeri Sembilan, Malaysia, bertempat di Kawasan Thamrin City Nagoya, Kota Batam, Sabtu (11/7).

PIBKS Negeri Sembilan sendiri dikenal sebagai badan resmi bereputasi tinggi di bawah naungan Jabatan Pendidikan Negeri Sembilan, Malaysia. Lembaga ini ditubuhkan sebagai salah satu inisiatif strategis di bawah Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia (PPPM) untuk memastikan institusi pendidikan mendapatkan sokongan menyeluruh dari segala lini masyarakat. Keanggotaan PIBKS yang solid—terdiri dari para pengetua, guru besar, wakil Persatuan Ibu Bapa dan Guru (PIBG), serta berbagai mitra taktis dari sektor swasta dan organisasi non-pemerintah (NGO)—menjadikan lembaga ini motor penggerak utama dalam memartabatkan potensi serta kecerdasan murid di Malaysia.
Melalui jalinan kemitraan internasional ini, kedua belah pihak sepakat untuk membangun ruang kolaborasi yang lebih dalam, inklusif, dan berkelanjutan. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup program pertukaran gagasan, studi banding tatakelola pendidikan dasar hingga tinggi, riset bersama terkait sosiologi pendidikan, pengabdian masyarakat internasional, hingga pengembangan metode keterlibatan swasta (corporate social responsibility) dalam menyokong fasilitas belajar anak didik.
Hadir melangsungkan prosesi penandatanganan tersebut di Batam, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama (Wakil Rektor III) UMRAH, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., memberikan pandangan mendalam mengenai alasan mendasar di balik pentingnya kemitraan strategis ini.
“Kami di UMRAH memandang konsep adopsi keterlibatan multi-pihak yang sukses diterapkan oleh PIBKS Negeri Sembilan ini sebagai sesuatu yang luar biasa dan sangat inovatif. Mereka mampu menyatukan visi dan gerak antara pihak kampus atau sekolah, orang tua, komunitas masyarakat awam, hingga sektor korporasi swasta ke dalam satu frekuensi. Sinergi seperti inilah yang sejalan dengan prinsip pengabdian masyarakat dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terus kami galakkan di Kepulauan Riau,” ungkap Dr. Suryadi dengan optimis.
Beliau juga menambahkan bahwa tantangan dunia pendidikan modern tidak bisa lagi diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja sama yang terintegrasi secara total untuk mencetak generasi muda yang unggul di era global saat ini.
“Melalui MoU ini, kita ingin saling berbagi metode terbaik (best practices) tentang bagaimana menyerap dukungan swasta dan komunitas demi mendongkrak kecerdasan serta potensi anak didik. Lebih dari itu, kolaborasi ini membuka peluang emas bagi program internasionalisasi mahasiswa UMRAH. Mahasiswa kita nantinya dapat terlibat langsung dalam proyek pengabdian masyarakat lintas negara, melakukan asistensi mengajar di Malaysia, hingga mempelajari bagaimana skema kolaborasi sosial dibangun di tingkat regional,” tambah Dr. Suryadi.
Menanggapi peluang besar ini, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH, Ahada Wahyusari, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa FKIP bertindak sebagai garda terdepan yang paling siap mengimplementasikan poin-poin kerja sama ini ke dalam ranah akademik. Ia menilai sinergi dengan PIBKS Negeri Sembilan membuka ruang inovasi yang sangat luas bagi mahasiswa calon pendidik.
”Kemitraan ini adalah momentum berharga bagi FKIP UMRAH. Keterlibatan komunitas dan sektor swasta yang diadopsi oleh PIBKS Malaysia akan menjadi bahan kajian sosiologi pendidikan yang sangat kaya bagi dosen dan mahasiswa kami. Secara praktis, kami akan segera merancang program asistensi mengajar internasional dan KKN tematik lintas negara. Dengan terjun langsung ke ekosistem pendidikan di Negeri Sembilan, mahasiswa FKIP akan mendapatkan pengalaman global dalam mengelola kelas yang inklusif sekaligus memahami pentingnya sinergi dengan orang tua dan lingkungan sekolah,” jelas Ahada Wahyusari.
Hubungan kedekatan geografis dan kultural yang kuat antara Provinsi Kepulauan Riau dan Malaysia menjadi modal sosial yang besar dalam menyukseskan program kerja sama ini. Pertemuan formal yang dikemas secara hangat ini diharapkan mampu menstimulus lahirnya berbagai program aksi nyata yang inovatif dan berdampak instan bagi kesejahteraan sosial masyarakat di kedua negara.
Dengan ditekennya dokumen kerja sama internasional ini, UMRAH kembali menegaskan posisi tawarnya bukan sekadar sebagai menara gading akademis, melainkan lembaga pendidikan tinggi yang aktif menjemput bola, menyerap ilmu tatakelola terbaik global, serta mengimplementasikannya demi kemajuan peradaban pendidikan yang holistik di Bumi Gurindam.







