
BATAM – Wakil Rektor III Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H., hadir sebagai narasumber utama dalam acara bergengsi Super Talk Tribun Batam 2026 yang berlangsung hari ini, Selasa (9/6).

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Keselamatan Kerja Demi Investasi Berkelanjutan,” Dr. Suryadi membedah secara mendalam urgensi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam mendongkrak daya tarik iklim investasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Di hadapan para peserta, Dr. Suryadi secara tajam mendekonstruksi cara pandang usang dunia industri terhadap keselamatan kerja. Menurutnya, kegagalan dalam menjaga aspek K3 memiliki efek domino yang merusak secara masif.
“Setiap kecelakaan kerja adalah kegagalan sistem. Kita harus mengubah paradigma kolektif kita: keselamatan kerja adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar beban biaya operasional,” tegas Dr. Suryadi
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dampak kecelakaan kerja tidak pernah bersifat tunggal. Insiden di tempat kerja tidak hanya membawa penderitaan bagi pekerja dan keluarganya, tetapi juga memicu kerugian materi perusahaan, penurunan produktivitas yang drastis, kerusakan reputasi korporasi, hingga titik nadir paling krusial: mengganggu stabilitas iklim investasi daerah secara keseluruhan. sebaliknya, perusahaan dengan budaya K3 yang kuat secara otomatis memiliki daya tarik yang jauh lebih tinggi di mata investor global karena menjamin keberlanjutan bisnis.
Sebagai akademisi Dr. Suryadi menekankan bahwa perwujudan Zero Accident (Nihil Kecelakaan) bukan sekadar pemanis dokumen atau slogan pemenuh regulasi, melainkan sebuah komitmen moral tertinggi bagi manajemen perusahaan dan pemerintah daerah.
“Komitmen moral berarti kita secara proaktif mengenali setiap potensi bahaya sekecil apa pun dan mengendalikan risikonya sebelum menjelma menjadi bencana. Targetnya jelas, memastikan setiap pekerja berangkat dengan semangat dan pulang dengan selamat menemui keluarganya setiap hari,” ujarnya.
Kehadiran UMRAH dalam ruang diskusi strategis ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi maritim tersebut dalam mengawal pembangunan wilayah Kepulauan Riau yang berbasis pada keselamatan dan kesejahteraan kemanusiaan. Melalui pemaparan ini, UMRAH mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Kepri—baik pemerintah, pelaku industri, maupun asosiasi pekerja—untuk berjalan beriringan mewujudkan kawasan industri yang aman, humanis, dan kompetitif di kancah internasional.
Diskusi interaktif yang digelar secara live ini turut menghadirkan perpaduan perspektif dari pembuat kebijakan dan pakar hukum nasional, antara lain Wakil Ketua KPK Dr. Johanis Tanak, S.H., M.Hum.; Ketua Dewan Pakar DPP AK3L Prof. Dr. Ir. Manlian Ronald A. Simanjuntak; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri diwakili Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Aldy Admiral, SE., MH. serta Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbar Riau, diwakili Kacab BPJS Ketenagakerjaan Nagoya Kota Batam dr. Suci Rahmad, M.Kes, CDMP, CRMP.
“Apa tanda orang berilmu, belajar dan bertanya tiadalah jemu. Apa tanda keselamatan kerja bermutu, ketika kita senantiasa bersatu”







