
Bintan
Kampanye Semua Bisa Mengajar GTK Kepri di Air Glubi Bintan
BINTAN – Kampanye “Semua Bisa Mengajar” yang digelar Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Riau sukses menghadirkan semangat baru pendidikan bagi anak-anak wilayah 3T di Air Glubi, Kabupaten Bintan, Senin (25/5/2026).
Kegiatan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 itu menghadirkan berbagai program unggulan seperti Kelas Inspirasi, literasi dan numerasi, Deep Learning, edukasi budaya, hingga pembelajaran STEM yang disambut antusias siswa dan masyarakat pesisir.
Program pendidikan kolaboratif tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Bintan, BPMP Kepri, Kantor Bahasa Kepri, BAN PDM Kepri, YPKI Kepri, dan IGI Kepri sebagai bentuk dukungan pemerataan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Kepulauan Riau.

Siswa Air Glubi Antusias Ikuti Kelas Inspirasi dan STEM
Kegiatan dimulai sejak pagi melalui Senam Anak Indonesia Hebat di lapangan SDN 005 Bintan Pesisir. Puluhan siswa SD dan PAUD tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan bersama guru, relawan pendidikan, dan masyarakat setempat.
Suasana belajar semakin hidup ketika siswa mengikuti Kelas Inspirasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Di kelas PAUD, sebanyak 18 siswa mendapatkan pengalaman belajar kreatif melalui sesi mendongeng dan permainan edukatif bersama Merin Nevyrasari, S.Pd., dari HIMPAUDI serta Eny Kusuma dari IGI Tanjungpinang.
Sementara itu, sebanyak 65 siswa SD rendah diajak belajar sambil bermain melalui lagu edukatif “Bangau Oh Bangau” dan praktik membuat es goyang sebagai pengenalan kewirausahaan sejak dini.
Kegiatan tersebut dipandu Ali Rahman Kaban, M.Pd., Khairi Rosadi, M.Pd., Yanti, S.Pd., Noviana, S.Pd.I., dan Rahmi Safitri, S.Pd.
Kemeriahan juga terlihat di kelas siswa SD tinggi yang diikuti 48 anak. Mereka belajar Matematika Gembira, berpantun, hingga praktik STEM membuat mini boat atau kapal mini.
Sorak kagum siswa pecah saat berhasil merakit kapal mini mereka sendiri dan mencoba papan interaktif digital untuk belajar berhitung.

GTK Kepri Dorong Pembelajaran Deep Learning di Sekolah Pesisir
Selain Kelas Inspirasi, GTK Kepri juga menghadirkan pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diikuti 12 guru SD dan 9 guru PAUD.
Pelatihan dipandu narasumber BPMP Kepri, yakni Maryana Yunani, S.Pd., M.M., Eritha Riawati, S.E., M.Pd., dan Hemat Junedi, S.Kom., M.Kom.
Maryana mengatakan pendekatan Deep Learning bertujuan menciptakan pembelajaran yang lebih reflektif, aktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan siswa.
“Melalui pembelajaran mendalam, murid tidak hanya menghafal materi, tetapi membangun pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual,” ujarnya.

GTK Kepri: Semua Orang Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan
Ketua Panitia Pelaksana, Ali Rahman Kaban, M.Pd., mengatakan Kampanye “Semua Bisa Mengajar” bertujuan membangun kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kampanye ini hadir untuk mengajak seluruh masyarakat ikut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk masyarakat di wilayah pesisir dan terluar,” katanya.
Kepala SDN 005 Bintan Pesisir, Asnawi, S.Pd., mengaku bersyukur sekolahnya menjadi lokasi kegiatan pendidikan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran GTK Kepri. Program ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan semangat mengabdi di dunia pendidikan,” ujarnya.

IGI Tanjungpinang Donasikan Buku untuk Anak Wilayah 3T
Dukungan terhadap gerakan pendidikan ini juga datang dari IGI Kota Tanjungpinang yang menurunkan empat pengajar sekaligus menyerahkan donasi buku berjudul “Menembus Garis Batas” kepada SDN 005 Bintan Pesisir.
Ketua IGI Kota Tanjungpinang, Baitur Rahmad Isman, S.Pd., berharap bantuan tersebut mampu memotivasi anak-anak pesisir untuk terus belajar dan berprestasi.
“Semoga buku ini menjadi penyemangat bagi siswa-siswi Air Glubi untuk menembus batas dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Kampanye “Semua Bisa Mengajar” di Air Glubi menjadi simbol penguatan pendidikan di wilayah 3T Kepulauan Riau sekaligus memperlihatkan semangat gotong royong lintas lembaga dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.







