Kampus

Aktivitas Mahasiswa Dimasa Pandemi

Pandemi Merupakan sebuah epidemic yang telah menyebar ke berbagai Benua dan Negara, Umumnya menyerang banyak orang. Sementara epidemic sendiri adalah sebuah istilah yang telah digunakan untuk mengetahui peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi area tertentu.

Pasalnya, Istilah pandemi tidak digunakan untuk menunjukkan tingginya tingkat suatu penyakit, melainkan hanya memelihara tingkat penyebarannya saja. Perlu diketahui, dalam kasus Pandemic COVID-19 ini menjadi yang pertama dan disebabkan oleh virus Corona yang telah ada sejak akhir tahun lalu. Banyak orang yang meninggal karena terinfeksi virus SARS Cov-2 tidak menjalani tes sehingga tidak masuk ke perhitungan resmi. Kemudian, tidak sedikit pula yang dinyatakan meninggal karena Covid-19 sementara memiliki kondisi penyakit lain. Kawasan Asia dengan perkiraan angka kematian tertinggi. Data resmi menunjukkan angka kematian akibat Covid-19 di Benua Kuning adalah 1.053.290 orang atau 22,5 orang per 100.000 penduduk.



Bumi berputar zaman beredar, begitulah kiranya peribahasa yang bermakna keadaan zaman selalu berubah. Peribahasa tersebut relevan dengan masa sekarang, dimana banyak terjadi perubahan sejak datangnya pandemic Covid-19. Tidak hanya dipungkiri, seluruh sendi kehidupan ikut terdampak dan mengalami perubahan termasuk dunia pendidikan. Perkuliahan daring atau online menjadi keputusan yang dianggap tepat dan bijak untuk mengurangi dan memutuskan penyebaran virus corona. Kebijakan perkuliahan daring menjadi permasalahan dalam keterbatasan tetapi juga peluang dalam fleksibilitas. Sistem kuliah daring sebagai dampak covid-19 mengubah system perkuliahan mahasiswa yang harusnya tetap produktif, justru malah mengalami kemunduran.

Masalah yang dialami dalam pendidikan terutama oleh peserta didik, guru, serta orang tua dalam kegiatan belajar mengajar online yaitu belum meratanya akses jaringan internal, gawai yang belum memadai, mahalnya biaya kuota, belum meratanya penguasaan iptek dikalangan pendidik atau guru, kesulitan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya dan proses interaksi guru dan orang tua menjadi berkurang dan jam kerja yang menjadi tidak terbatas bagi tenaga pendidik dan peserta didik karena harus berkomunikasi setiap waktu.

Dampak pandemic covid-19 terhadap pendidikan Saat ini para mahasiswa yang berada di Indonesia dipaksa untuk menuntut ilmu secara virtual, hal ini terjadi dikarenakan pandemi Covid-19 yang sedang menyebar di seluruh daerah Indonesia bahkan seluruh dunia . Mahasiswa kini harus membiasakan dirinya untuk berhadapan didepan teknologi yang membantunya menjalankan proses pembelajaran, dengan begitu banyak mahasiswa yang merasa bosan dan jenuh akan peraturan tentang pembelajaran online ini karena mereka tidak bias berinteraksi di luar dan tidak dapat bertemu dengan teman-temannya.

Itu tadi bahasan mengenai Covid-19 besar Dampaknya yang biasa anda ketahui. Demi mencegah penyebaran Covid-19 ini, anda sebaiknya juga selalu menjaga kebersihan, kesehatan, dan jangan lupa untuk selalu menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar ruangan.



Banyak hal yang dapat dilakukan meskipun hanya dari rumah. Waktu luang yang bias diisi dengan hal-hal yang dapat dinilai bermanfaat. Untuk itu ada beberapa aktifitas yang kiranya dapat menggiatkan produktivitas mahasiswa dimasa pandemi :

Pertama, mengikuti lomba seminar online dimasa pandemi, interaksi memang dibatasi namun bukan berarti semangat diri menjadi mati. Agar tetap menghidupkan semangat diri, salah satunya dengan mengikuti lomba yang dilaksanakan secara online. Banyak sekali pamflet yang tersebar di media social media tentang lomba online dengan berbagai jenis. Ada sebagian yang berbayar dan bahkan banyak sekali lomba yang diadakan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Hal tersebut, bagi jiwa mahasiswa yang haus akan kompetisi, harusnya menjadikan kesempatan emas untuk tetap produktif dimasa pandemi. Walau diadakan secara online, produktivitas dan kreatifitas dalam mengikuti lomba online juga dapat meningkatkan semangat juang mahasiswa. Dengan  sering mengikuti lomba, maka akan menambahkan wawasan dan pengalaman, mengasah kemampuan, memperluas jaringan bakan jika beruntung bias memperoleh sertifikat, thoropy, uang pembinaan yang tentunya akan sangat bermanfaat.

Kedua, mencoba bereksperimen, dengan memanfaatkan banyaknya waktu luang. Dengan fleksibilitas system perkuliahan daring, harusnya mampu memfasilitaskan potensi mahasiswa untuk lebih inovatif dan kreatif. Hal itu dapat diwujudkan dengan berani bereksperimen. Eksperimen tidak melulu tentang hal-hal yang rumit dan butuh ekstra pemikiran, bias dimulai dengan yang sederhana dan menyajikan seperti, membuat konten digital yang inspiratif, membuat bouquet, atau membuat konektor masker dan lain sebagainya kemudian dipraktekkan dan dikontenkan.

Ketiga, meningkatkan kuantitas dan kualitas beribadah. Pada hakikatnya dengan adanya pandemi atau tidak , meningkatkan kuantitas dan kualitas beribadah harusnya tetap dilakukan setiap saat, namun karena adanya pandemi dan kebijakan yang membuat masyarakat banyak waktu dirumah, maka bisa dimanfaatkan hal tersebut untuk lebih khusyuk beribadah. Misalnya dengan semakin mendalami Al-Qur’an, dengan membaca lebih baik dan benar sekaligus memahami artinya. Dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas beribadah akan menjadikan waktu luang kita menjadi bernilai dan tidak sia-sia. Selain itu hal tersebut dapat menyeimbangkan kegiatan produktif lainnya yang sudah dilakukan.

Itulah beberapa aktivitas yang bisa dilakukan mahasiswa dalam masa pandemic ini, semoga kita sama-sama dapat mengambil dampak positif dan lebih kreativ lagi terhadap segala hal.



Penulis:

Desi Kurnia Wati
Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan Nim 2103030032 Mengambil Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Sekarang masih Semester 1

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close