KarimunKepri

Miris, Mahasiswa di Desa Sanglar Harus Ke Pelabuhan Cari Sinyal Internet

Belajar Daring

Lihatkepri.com, Karimun – Tanpa jaringan internet stabil, pembelajaran daring berjalan tidak efektif. Bagi Mahasiswa yang tinggal di perkotaan tentu tidak mengalami persoalan ketika dilakukan pemindahan proses belajar secara online selama masa pandemic virus korona (Covid-19) di karenakan akses internet bisa di dapatakan dengan mudah pada semua lokasi.

Namun hal demikian tidak berlaku bagi mereka yang berada di daerah terjauh, Mahasiswa yang tinggal di daerah terisolisir terlebih dahulu harus berjibaku dan berjuang agar bisa mendapatkan jaringan internet untuk mengikuti pembelajaran daring.

Seperti salah satu Mahasiswa yang tinggal di Desa Sanglar Kecamatan Durai Kabupaten Karimun itu harus berpacu dengan waktu yang mana setiap harinya perlu kepelabuhan untuk mendapatkan akses jarigan internet guna mengikuti perkuliahan online.

“ya, semenjak dikeluarkannya keputusan untuk kuliah online akibat penyebaran virus corona, saya harus pulang kampung dan mulai kuliah secara online. Namun yang jadi permasalahan saat berada dikampung halaman kami susahnya jaringan sehingga apapun jenis provider kartunya sangat sulit mencari sinyal, jangankan untuk akses internet, nelpon pun kadang-kadang susah,” ungkapnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Atika itu melanjutkan, untuk tetap bisa mengikuti pembelajaran secara online, beliau harus pergi ke pelabuhan yang jauh dari rumah, baik siang maupun malam demi mendapatkan akses internet yang memadai. Pastinya dengan segala kesulitan, suka dan duka yang dialami selama mengikuti pembelajaran secara online harus diterima sebagai bagian dari pelajaran hidup.

“yang jelas bagi kami disini, meskipun susah mencari akses internet, lokasi yang jauh, terisolir  dan ekstrem. Selagi masih bisa dijangkau maka akan kami tempuh dan lalui dengan tetap semangat,”tukasnya.

Ia pun berharap kedepan adanya perhatian dari pemerintah atau instansi terkait terhadap problem jaringan internet dikampung mereka agar hak untuk mendapatkan pelajaran pada masa pandemic dan di era 4.0 ini bisa sama dirasakan.

Sementara itu, Kepala Desa Sanglar, Sandri ketika di konfirmasi menyebutkan memang untuk wilayah dusun 3  di Desa Sanglar memang sangat terbatas akses jaringan.

“Kami selaku pejabat Dasa Sanglar akan terus berupaya agar problem jaringan untuk di Desa Sanglar kedepan bisa teratasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai mana mestinya. kami akan terus berkomunikasi kepada Pemerintah kabupaten dan juga kepada pihak-pihak terkait agar menjadi perhatian nantinya, karena memang Desa Sanglar sendiri merupakan desa terjauh dari pusat pemerintahan kecamatan maupun kabupaten yang hanya bisa ditempuh melalui jalur laut,” ujarnya

Dan  juga kepada anak-anak kami yang sedang mengeyam pendidikan tinggi kami mohon agar dapat memaklumi keadaan akses jaringan dikampung kita pada saat ini,tutupnya.

(Muhamad Ade Reski)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close