BatamKepri

Masyarakat Dukung Polda Kepri Usut Tuntas Penganiayaan Terhadap Panwascam Batam Kota

Lihatkepri.com, Batam – Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Kepulauan Riau (JAPRI) Adri Wislawawan, ST mengatakan Kurang dari sebulan kita akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Kepulauan Riau di tengah Pandemi Covid-19.

Meskipun bukan prioritas saat ini, tapi helatan pesta demokrasi tersebut diputuskan untuk tetap dilangsungkan, oleh karena itu kesehatan publik dalam perhelatan tersebut harus menjadi perhatian banyak pihak, agar proses pemilukada baik sebelum, ketika dan setelah pelaksanaan dapat berjalan dengan baik dengan protokol kesehatan yang terjaga dengan ketat.

“Maka dari itu sudah seharusnya semua pihak, baik penyelenggara maupun peserta pemilukada harus memahami hal tersebut, bahwa kesehatan masyarakat di atas segalanya, termasuk dalam Pilkada kali ini, ” ujar Adri Wislawawan, ST

Namun, hari ini kita tersentak oleh kasus penganiayaan kepada Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Batam Kota yang sedang menjalankan tugas mengawasi proses kampanye, hanya karena korban menegur soal Protokol Kesehatan, korban kemudian dianiaya oleh beberapa pelaku yang diduga dilakukan oleh tim salah satu paslon calon gubernur dan wakil gubernur provinsi kepulauan riau.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami sangat menyesalkan tindakan penganiayaan kepada Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Batam Kota, Terlebih lagi korban sedang menjalankan amanat UU sebagai pengawas pemilu kemudian pelaku diduga adalah tim salah satu paslon calon gubernur dan wakil gubernur Kepulauan Riau yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk ikut mengkampanyekan Pilkada Sehat,” ujar Adri Wislawawan, ST

Apalagi di era demokrasi sekarang ini, tindakan kekerasan seharusnya tidak mendapat tempat lagi dalam kontestasi pemilihan umum, karena pada hakikatnya, pemilihan umum adalah mekanisme yang hadir menggantikan sistem kuno perebutan kekuasaan yang rentan konflik dan perang berdarah, dengan memaklumkan tindak kekerasan dalam pemilu, kita akan mundur beberapa abad sebagai manusia yang berbudaya.

“Oleh karena itu kami sangat mengecam sikap arogansi dan premanisme para terduga pelaku penganiayaan terhadap ketua pengawas pemilu kecamatan Batamkota, karena sikap tersebut menciderai semangat Pilkada Sehat yang digaungkan oleh Pemerintah dan Masyarakat yang sedang berjuang untuk meningkatkan partisipasi pemilih di hari H Pilkada nantinya,” ujar Adri Wislawawan, ST,.

Bagaimana bisa kita Berpilkada dengan sehat, jika ditegur soal Prokes saat kampanye saja langsung main pukul?

Terakhir, karena kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Kepulauan Riau dan termasuk ranah pidana, maka dari itu kami percayakan dan mendukung aparat penegak hukum di Polda Kepri untuk dapat mengusut tuntas kasus ini secara tegas dan profesional, jangan sampai karena pelaku penganiayaan diduga adalah tim salah satu paslon calon gubernur dan wakil gubernur, kasus ini tidak diusut secara maksimal.

“Kami yakin bahwa bersama elemen masyarakat lainnya di Kepulauan Riau yang menjaga Kepulauan Riau sebagai daerah beradat dan bermarwah berkomitmen bahwa tidak ada tempat untuk premanisme dalam Pilkada kali ini, harapan kami Pilkada kali ini dapat berlangsung secara sehat dan tanpa kekerasan, oleh karena itu kami akan konsisten mengawal kasus ini,” ujar Adri Wislawawan, ST,

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close