KolomSuyito, S.Sos., M.Si

NASIONALISME PADA GENERASI MUDA PERBATASAN

Nasionalisme menurut Kohn (1961:11) adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan. kemudian dalam jurnal Negarawan (Wildan,2008 :141) juga mengatakan bahwa nasionalisme merupakan refleksi perjuangan dari segenap komponen bangsa. tidak perduli dari suku mana ia berasal, bahasa apa yang digunakan, dan agama apa yang dipeluknya, semuanya ingin bersatu dalam wadah sebuah bangsa. Sementara itu menurut August Comte,generasi adalah jangka waktu kehidupan sosial manusia yang didasarkan pada dorongan keterikatan pada pokok-pokok pikiran yang asasi. sementara itu generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang akan meneruskan cita-cita dan pelopor bangsa ini.
Kemudian menurut Ibnu Khaldun ada tipologi generasi yaitu generasi pendiri, generasi pembangun dan generasi penikmat. generasi pendiri bisa kita letakkan pada presiden yang pertama kita yaitu Soekarno dan Hatta, dan Generasi Pembangun bisa kita letakkan pada era orde baru yaitu saat presiden Soeharto berkuasa. sementara itu generasi penikmat hari ini adalah semua komponen dan elemen bangsa yang tetap komitmen untuk menjaga dan menikmati tetap kokohnya bangsa ini dalam membangun. jangan sampai muncul generasi selanjutnya yaitu generasi perusak, yang mencoba mengadu domba bangsa ini dengan memunculkan isu sara dan kelompok tertentu. sehingga menyebabkan habis energi bangsa ini hanya untuk menyelesaikan persoalan tidak dewasanya masyarakat dalam kehidupan yang serba multikulturalisme saat ini.

Peran Pemimpin di Daerah Perbatasan

Peran pemimpin didaerah perbatasan harus mampu menggerakkan para pemuda, dengan menciptakan sistem yang mampu mengakomodir kepentingan masyarakat diperbatasan. pemimpin didaerah harus mempunyai etos dan spirit kebangsaan dalam masyarakat. pemimpin di daerah perbatasan harus mampu beradaftasi dengan kebutuhan masyarakat perbatasan, terutama pemudanya. karena generasi pemuda harus diberikan nilai-nilai dasar ideologis pancasila, agar tidak menjadi pemuda yang tidak salah arah dalam memandang perjalanan bangsa ini. nilai-nilai pancasila sebagai welstancaung atau pandangan hidup sebuah bangsa harus dijadikan dasar dan dipikul oleh semua pemimpin di daerah dimanapun. nilai tersebut harus dilembagakan dalam setiap membuat kebijakan pembangunan yang tidak metanaratif, tetapi harus tetap lokal naratif dijadikan pedoman untuk membangun nilai dasar pembangunan dimasyarakat. agar menjadi darah daging  atau terinternalisasi dalam setiap pemuda diperbatasan.

Kemudian secara ekonomi kebutuhan masyarakat juga harus terpenuhi dengan produktivitas dan akses yang tidak terhambat oleh birokrat. karena tugas pemimpin diperbatasan adalah melakukan empowering atau pemberdayaan pemuda dimasyarakat. karena hakikat pemberdayaan adalah agar masyarakat keluar dari belenggu kemiskinan secara struktural dan kultural. jangan sampai pemimpin lupa dengan mandat yang telah diberikan oleh rakyat untuk melaksanakan tanggungjawab dalam mensejahterakan masyarakat. oleh karena itu tugas pemimpin dalam memompa semangat nasionalisme tidak akan. (Sumber : http://titoopini.blogspot.co.id)
OLEH : SUYITO, S.Sos, M.Si, Dosen Sosiologi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Baca Juga Informasi Lainnya
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
%d blogger menyukai ini: