Kampus

Reaktualisasi Kesenian Sebagai Media Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam

Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan, sehingga bisa disebut bahwa Islam itu tidak hanya sekedar bermakna agama tetapi juga the way of life atau jalan kehidupan, tidak ada satu pun yang ada di alam semesta ini terlepas dari lingkup agama Islam dari bangun tidur hingga tidur itu kembali, Islam mengatur pendidikan, politik, dan lain sebagainya.

Selain itu, Islam juga tidak bisa dipisahkan dari kesenian, karena seni hakekatnya adalah keindahan, dan Islam juga menyukai keindahan. Keindahan bersumber kepada Tuhan, keindahan yang ada pada alam termasuk yang dinikmati manusia adalah bagian terkecil dari keindahan yang dianugerahkan Allah, karena Allah adalah indah dan suka kepada yang indah.



Salah satu contoh, sejak zaman Rasulullah, seni telah disalurkan sebagai salah satu aktivitas dakwah untuk menegakkan syiar Islam. Seperti dalam pembacaan al Qur’an, kebanyakan para sahabat membaca al-Qur’an dengan berlagu seperti Taranum tanpa melupakan tajwidnya. Apabila pembacaan al-Qur’an ini dihayati, ia boleh memberi kesan yang mendalam kepada pendengarnya.

Hadirnya kesenian dalam kehidupan memang tidak bisa terelakkan, ia hadir dalam setiap lini kehidupan, baik seni peran, seni suara, seni tari, seni sastra dan lain sebagainya. Kita tak bisa menolaknya, maka karena itu imajinasi kita harus bekerja untuk menjadikan seni sebagai media penanaman nilai-nilai keislaman. Jangan sampai dibiarkan seni berjalan sendiri tanpa diiringi dengan Islam agar sehingga menjadikan seni yang Indah menjadi buruk. Namun saat ini, banyak seni yang disuguhkan tidak mengandung nilai-nilai Islam, kemudian hanya sebagai sebuah tontonan saja.

Seharusnya seni dapat dijadikan sebagai media penanaman pendidikan Islami, misalnya terdapat kesenian Mendu di Natuna yang menurut penulis mengandung nilai-nilai keislaman yang tinggi, baik dari segi alur cerita, maupun setiap adegannya. Mendu yakni seni teater yang menggabungkan seni-seni lain seperti seni pera, seni suara, seni tari. Mendu dibuka dengan menyanyikan lagu yang bernaman “Meladun” yang diawali juga dengan bacaan basmallah.

Belum terlambat, generasi milenial yang punya bakat seni juga bisa memanfaatkan seni sebagai media penanaman nilai-nilai keislaman, manfaatkan bakat seni untuk sarana menanamkan nilai-nilai Islam. Yang tujuan dari itu semua adalah sebagai dakwah, serta media dakwah bisa memanfaatkan kesenian.



Penulis :

Muhammad Arif
(Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close