KepriTanjungpinang

Pernyataan Sikap KAHMI Kepri Terkait Pilkada 2020

Pilkada Kepri Dalam Suasana Pandemi Covid-19

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Menyikapi pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 9 Desember 2020, dengan tetap mengharap rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wata’ala, Pengurus Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

  1. Bahwa Pilkada 2020 saat ini adalah masih dalam suasana pandemi Covid-19, oleh karena itu MW KAHMI Kepri menghimbau agar KPU Kepri dan Bawaslu Kepri memastikan pelaksanaan pemungutan suara di TPS-TPS dapat berlangsung sesuai protokol kesehatan dengan menyediakan segala fasilitas terkait, khususnya masker, handsanitizer dan thermogun, sehingga warga yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya dipastikan dalam keadaan sehat, menggunakan masker, dan menjaga jarak, demi menghindari terjadinya penularan Covid-19 dari cluster Pilkada.
  2. Bahwa selama masa tenang (6 s.d 8 Desember 2020) KPU Kepri sebagai pelaksana dan Bawaslu Kepri sebagai pengawas Pilkada, dapat memastikan tidak ada lagi kampanye, baik terang-terangan maupun terselubung. KPU Kepri harus bekerja profesional sesuai aturan dan menjamin ketersediaan logistik di setiap TPS tanpa ada keterlambatan atau kekurangan apa pun. Dan pada saat yang sama, Bawaslu Kepri diminta bekerja profesional dan menegakkan aturan sesuai norma hukum yang berlaku dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada.
  3. Bahwa untuk terlaksananya Pilkada secara demokratis, jujur dan adil, maka MW KAHMI Kepri mendesak KPU Kepri dan Bawaslu Kepri untuk dapat memastikan tidak ada satu pun jajarannya terlibat dalam kegiatan dukung mendukung kepada Pasangan Calon tertentu.
  4. Bahwa MW KAHMI Kepri menolak keras terhadap tindakan politik uang untuk mempengaruhi masyarakat dalam memilih. Masyarakat dihimbau untuk berani bersikap tegas dan melaporkan pihak-pihak yang melakukan perbuatan pemberian uang atau sembako untuk memilih Pasangan Calon tertentu. Semua pihak, terutama KPU dan Bawaslu harus mengantisipasi adanya politik uang. Bawaslu Kepri beserta jajarannya harus menegakkan aturan sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku secara tegas dan konsekwen.
  5. Meminta kepada semua pihak, terutama Pasangan Calon dan massa pendukungnya, untuk dapat menjaga suasana yang kondusif dan damai. Semua Pasangan Calon dan massa pendukung, harus siap untuk menerima hasil Pilkada dalam keadaan menang atau kalah. Gunakanlah jalur konstitusional dalam mengambil sikap bila tidak setuju atas hasil Pilkada.
  6. Meminta kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kepri, mulai dari Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD, Danrem, Danlantamal, dan Kajati, untuk dapat menjamin terlaksananya Pilkada Kepri secara aman, tertib, damai, dan lancar.
  7. Menghimbau kepada segenap warga Kepri untuk datang ke TPS-TPS untuk menggunakan hak pilihnya sesuai pilihannya masing-masing, sehingga siapapun yang terpilih dalam Pilkada adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pilihan warga dan masyarakat Kepri.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan, semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa melindungi dan memberikan rahmat-Nya kepada Kita semua. Aamin.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close