PendidikanUMRAH

Covid-19 Membuat Ekonomi Semakin Terpuruk

Saat ini Indonesia mengalami problematika yang sangat serius. Problematika tersebut ialah wabah virus corona atau yang sering disebut dengan Covid-19 yang semakin merebak. Dilaporkan pada tanggal 19 Mei 2020 sebanyak 18.496 ditambah 486 yang terkonfirmasi, 1.221 meninggal dan 4.467 sembuh (sumber : kompas.com).

Kebijakan social Distancing atau menjaga jarak serta ajuran menjaga kebersihan hidup juga belum mampu menekan penyebaran Covid-19. Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh sebagian kalangan masyarakat. Pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) juga diterapkan bagi daerah yang telah mendapatkan izin dari menteri kesehatan RI untuk menekan penyebaran Covid yang sangat cepat setiap harinya. Selain itu, Covid-19 juga telah meluluhlantahkan seluruh aspek kehidupan manusia. Baik secara kesehatan maupun lumpuhnya sistem perekonomian secara global. Lumpuhnya sistem perekonomian menjadikan luka yang sangat mendalam bagi rakyat bawah. Karena mengalami kesulitan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, pemerintah sudah berupaya menyiapkan stimulus ekonomi untuk membantu dan meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui berbagai kebijakan demi menangani krisis ekonomi akibat virus corona. Salah satunya dengan memberikan berbagai macam bantuan sosial kepada masyarakat (katadata, 2020). Dalam hal ini ternyata masih banyak masyarakat yang tidak merasakan bantuan tersebut.  Dikarenakan distribusi bantuan yang tidak merata kepada seluruh masyarakat.  Ketersediaan bantuan pun terbatas hanya untuk mereka yang memang sudah dikategorikan sebagai kalangan masyarakat bawah bukan untuk masyarakat menengah yang dianggap cukup mampu (detik.com, 2020)

Selain itu, Pemerintah pusat maupun daerah juga telah mengambil kebijakan pemberian bahan pokok yang kemudian disalurkan kepada RT/RW setempat untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bahan pemasok kebutuhan selama pandemi ini. Namun, dalam hal ini masih ada masyarakat yang tidak mendapatkannya karena tidak terdata. Beruntung jika permasalahan ini langsung ditanggapi oleh tetangga ataupun pemerintah daerah. Jika tidak maka apa yang bisa meraka lakukan?.

Permasalahan lain yang menyangkut dengan itu ialah nasib para perantau yang tidak bisa pulang kedaerah asal akibat banyaknya syarat yang harus dipenuhi. Sebagian perantau yang bertujuan untuk bekerja juga sudah kehilangan pekerjaannya atau pun banyak yang dirumahkan akibat anjloknya arus investasi karena wabah Covid-19 belum juga usai. Bukan tidak sering para perantau menanyakan bagaimana nasib mereka, mereka tidak terdata sebagai penerima sembako dan tidak juga berpenganhasilan. Lalu bagaimana mereka memenuhi kehidupan sehari-hari.

Namun kita ketahui bahwa kebijakan pemerintah terkait pembagian sembako sangat membantu rakyat bawah, namun pemerintah juga harus memperhatikan mereka sebagai perantau ataupun mereka yang belum berdomisili di daerah tersebut. Karena dalam hal ini kita harus sama sama menumbuhkan rasa kemanusiaan untuk saling membantu. Adanya aksi galang dana maupun sembako bagi berbagai macam instansi juga sangat membantu pemerintah daerah. Karena saling bersinergi untuk menekan lajunya penyebaran Covid-19 didaerah. Aksi peduli yang dilakukan oleh berbagai instansi menjadi sebuah apresiasi dalam membantu pemerintah untuk menangani permasalahan ekonomi 

Perlu kita pahami bersama bahwa yang terkena dampak Covid-19 bukan hanya mereka yang tergolong kedalam kalangan masyarakat bawah. Tetapi Covid-19 telah merenggut seluruh perekonomian disetiap kalangan. Oleh sebab itu, agar tidak ada kesalahpahaman antar sesama maka hendaknya pemerintah memberikan bantuan dengan merata. Baik itu dalam bentuk sembako maupun bantuan lain. Dan agar tidak menimbulkan ketimpangan maka pemerintah daerah seharusnya juga mendata mereka yang tidak berdomisili di daerah tersebut ataupun para perantau karena rasa-rasanya mereka juga sangat membutuhkan. Semoga wabah ini cepat berakhir, untuk itu masyarakat hendaknya patuhi aturan pemerintah. Dan pemerintah lebih konsisten terhadap kebijakannya. Tetap dirumah, biasakan hidup bersih dan jaga kesehatan.  

Penulis

Sri Rahayu
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close