KepriTanjungpinang

Observasi WNI di Natuna, Arifin: Pemerintah Kepri Harusnya Punya Taring

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Semakin mencuat Natuna dimata Pemerintah Pusat, setelah diisukan adanya upaya perebutan pulau Natuna dari Tiongkok China sekarang kembali digegerkan dengan Lokasi penepatan Observasi warga Indonesia terkait Virus Corona.

Menarik sekali Virus Corona ini, hingga menyeret Kebupaten yang terlihat jelad cukup minim fasilitas (Natuna) sebagai pilihan untuk Observasi 245 orang yang Evakuasi dipulangkan dari China.

Ada banyak alasan katanya kenapa harus Natuna, seperti Faktor Jarak, Fasilitas dan lainnya. Namun sebenarnya apa yang terbesit sekilas oleh Dir Pencegahan dan Penindakan Penyakit Penular Kemenkes, Wiendra Woworuntu di Tv.One, tertangkap sudah alasan paling memilukan kenapa karantina itu harus di Natuna karna pulau terluar dan warganya sedikit (memang tidak sebanyak dengan pulau jawa pastinya), sekalipun di dalihkan dengan dalil-dalil lain.

Muhammad Arifin

“Jarak dengan pemukiman katanya jauh, sementara masyarakatpun tau termasuk TNI disana ada warga Natuna,” ujarnya.

Dengan kejadian ini, sekalipun telah dilakukan aksi penolakan, namun tetap juga diantar ke Natuna, maka secara tidak langsung Indonesia dan Provinsi Kepulauan Riau secara khusus telah mengumumkan ke publik bahwa kami memiliki tempat (Natuna) untuk observasi orang terindikasi terkena penyakit berbahaya.

“Saya merasa kedepan di pulau Natuna lah pilihan lokasi untuk penanganan kasus seperti ini atau mungkin kalau ada yang lebih berbahaya dari ini,” ujarnya.

Yang paling Arifin herankan ada Kepala Daerah Gubernur, Bupati ada wakil Rakyat DPRD namun semacam tidak punya power di daerah untuk menolak. Sementara warga masyarakat sudah melakukan aksi besar-besaran.

“Sederhananya saya ingin katakan betuah di negeri sendiripun macam tak ade daye apakan lagi dinegeri orang. Tak mungkinlah tidak punyak kekuatan, macam mana power kapten dan wakil rakyat kita sebenarnya? Kita coba buka mata dan coba kita telitilah dengan baik, kota sudah menyaksikan bagaimana negara-negara tetangga Malaysia, Singapura, Philipina tidak diam atas ancaman virus ini dengan menutup akses visa dari China ke negaranya,” ujarnya.

Kalau virus ini tidak berbahaya, menurut Arifin kenapa pemerintah pusat tidak memilih wilayah istana negara untuk dijadikan tempat karantina saja toh istana punya alat pelindung yang cukup dibandingkan warga Natuna yang minim Fasilitas, yang biasa kalau ada warga yang sakit harus memilih RS diluar daerah dengan alasan falilitas sehingga harus menempuh jarak yang tidak dekat (menempuh laut atau udara).

“Apakah ada Dokter yang mau menjamin dan bertanggung jawab 100% tidak akan ada dampak buruk dari ancaman penularan virus ini ke Natuna. Sementara kita tau penularannya begitu mudah,” ujarnya

Oleh karena itu pemerintah Kepulauan Riau harusnya punya taring, jeli melihat persoalan dan punya andil tidak diam untuk mengambil langkah tegas menolak kebijakan-kebijakan yang merugikan daerah kita.

“Katanya kita putra daerah, katanya kita yang memperjuangkan daerah kok sekarang kita tak mampu berbuat banyak,” ujarnya

Baca Juga Informasi Lainnya
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
%d blogger menyukai ini: