Batam

Memahami Simbol, Lambaian Tangan Anas dan Anwar Ibrahim

Tepat 11 April 2023 yang lalu, sosok Anas Urbaningrum menghirup udara bebas. Kebebasan itu disambut oleh ratusan simpatisan baik dari para sahabatnya, keluarga, PARPOL, organisasi HMI, KAHMI, dan lainnya.

Sebagai mantan ketua umum Partai Demokrat sosok Anas Urbaningrum memiliki daya tarik tersendiri, bahkan berita keluarnya Anas dari Lembaga Pemasyaratakan (Lapas) Kelas I Sukamiskin sempat hangat dan menjadi perbincangan oleh banyak kalangan di sosial media, ada yang pro (mendukungnya) dan ada juga yang kontra.

Di halaman depan Lapas Sukamiskin, Anas membacakan pidato didepan awak media dan didengarkan oleh ratusan simpatisan. Menariknya pidato tersebut agak sedikit menyindir, seperti ada dendam, rindu harus dibayar tuntas. Publik pun bertanya-tanya, mungkinkah Anas sedang memberikan kesan terhadap keluarga Cikeas?

Usai berpidato, Anas Urbaningrum pun melambaikan tangan dihadapan wartawan dan simpatisannya. Saya pun langsung teringat pada sosok politikus, orang no 1 di negeri seberang Malaysia.

Sama tapi tak serupa

Kisah Anas Urbaningrum tentu saja sama tapi tak serupa, yang sama dari Anas dan Anwar sama-sama mendekam di jeruji besi dengan kasus yang berbeda.

Anas tersandung kasus korupsi proyek Hambalang ketika memimpin Partai Demokrat yang kala itu iya tengah berkuasa. Pada September 2014, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menghukum Anas 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Anas dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait proyek Hambalang dan proyek APBN lainnya.

Cerita Anas tentu berbeda dengan kasus yang menimpa Datuk Seri Anwar Ibrahim, iya politisi Malaysia yang sekarang menjadi perdana menteri yang ke 10, dulunya Anwar gencar menjadi oposisi dari pada kerajaan yang dipimpin perdana menteri Mahathir Mohamad, gerakan perubahan reformasi ditaburkan. Di masa kepemimpinan Mahathir Mohamad, Dia dipenjara selama bertahun-tahun. Anwar dijegal dengan berbagai macam kasus.

Untung sabut timbul, perjalanan kisah Anwar Ibrahim melesat dan menjadi inspirasi banyak kalangan baik di dalam negeri mau pun di luar negeri. Tak terkecuali, pada teman-temannya Anas yang juga menjadikan Anwar Ibrahim sebagai rule model untuk memantapkan dan meyakinkan diri pada Anas Urbaningrum agar kembali bangkit melawan kezaliman yang menimpa terhadap dirinya. Namun akankah Anas Urbaningrum mampu kembali bangkit dan melawan kezaliman tersebut?

Anas dan Anwar sekali lagi saya utarakan cukup berbeda, Anwar melawan Rezim yang sedang berkuasa kemudian iya di penjara, namun Manuver politik Mahathir yang kala itu menghebohkan jagat Malaysia dikarenakan sulit untuk meruntuhkan Rezim yang sedang berkuasa yaitu Najib Razak. iya memerlukan kekuatan tambahan, bersama Anwar Ibrahim yang sedang dalam masa tahanan, iya membentuk aliansi politik. Walupun sedang di dalam penjara Anwar Ibrahim masih memiliki loyalis dan simpatisan yang cukup militan. Dengan kesepakatan politik. Aliansi tersebut berhasil menumbangkan rezim Nazib Razak lewat pemilu pada tahun 2018 dan mengakhiri kekuasaan Barisan Nasional selama 61 tahun berturut-turut.

Politik menjadi mungkin juga menjadi tidak mungkin, lagi-lagi tidak ada yang mustahil.

Kisah Anwar mungkin juga dibaca oleh Anas, dengan lambaian tangan yang dilakukan Anas yang juga mirip dengan yang dilakukan oleh Anwar Ibrahim. Lambaian tangan kanan politikus Anwar Ibrahim menjadi ikonik tersendiri dan simbol peringatan? perjuangan kegelisahan, keresahan, kebangkitan untuk melawan, dan kebebasan yang direnggut selama bertahun-tahun. Akankah simbol lambaian tangan tersebut, menjadikan Anas bernasib sama di kemudian hari?

Ditulis Oleh: Nadim

Tags
Show More
Kepriwebsite

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close