KampusPendidikan

Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Kontribusi Demokrasi di Indonesia

Kontribusi adalah keterlibatan, keikutsertaan, atau sumbangsih. Orang yang berkontribusi adalah orang yang melibatkan diri untuk meningkatkan efisiensi atau efektivitas. Kontribusi adalah keterlibatan yang bisa berupa materi atau tindakan. Kontribusi berwujud sumbangsih yang bisa diberikan dalam bentuk pemikiran, kepemimpinan, kinerja, profesionalisme, finansial, dan lain sebagainya. Kontribusi adalah sesuatu yang diberikan bersama untuk tujuan bersama. Kontribusi dalam pengertian sebagai tindakan yaitu berupa prilaku yang dilakukan oleh individu yang kemudian memberikan dapak baik positif maupun negatif terhadap pihak lain. Ketika memberikan kontribusi, itu berarti seseorang memberikan sesuatu. Baik itu uang, harta benda, atau waktu.

Di tengah polemik Pemilihan Umum (Pemilu) baik di Indonesia maupun di lingkungan sekitar seperti kampus dan lingkungan tempat tinggal, banyak terjadi kecurangan dalam pelaksanaannya. Hal tersebut menyebabkan demokrasi tidak terlaksana dengan baik sesuai definisi demokrasi itu sendiri yaitu demokrasi ialah bentuk pemerintahan yang setiap individu memiliki kesetaraan hak dalam mengambil keputusan, dan dapat memengaruhi kehidupan individu tersebut. Demokrasi yang ada pada saat ini adalah bentuk demokrasi yang tidak sehat, dan kini demokrasi yang baik mulai luntur di berbagai lingkup sosial, termasuk lingkungan mahasiswa kampus. Lalu bagaimana peran kita sebagai generasi muda dalam membangun serta mempertahankan demokrasi yang sehat terutama di lingkungan kampus?

Dimulai dari hal yang paling utama bahwa mahasiswa harus sadar dan bisa menanamkan bahwa politik tidak selalu buruk. Politik adalah mekanisme dari sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Dengan begitu, kita sebagai generasi muda khususnya para mahasiswa dapat berperan dan berkontribusi dalam membangun demokrasi yang sehat. Sejarah juga pernah mencatat, bahwa kaum para pemuda memiliki peran sangat amat penting dalam setiap perubahan yang terjadi di negeri ini. Banyak peristiwa besar menunjukkan, aksi nyata pemuda bagi kemajuan bangsa. Kita semua masih ingat, bapak pendiri bangsa, Bung Karno pernah berkata, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Ucapan beliau menandakan bahwa, begitu pentingnya peran para pemuda dalam pembangunan bangsa. Dapat dikatakan, besarnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh keterlibatan kaum para pemuda. Pemilu dan Pilkada mustahil berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, jika generasi muda tak ikut berperan di dalamnya. Untuk mewujudkan demokrasi sehat yaitu perlu menjunjung tinggi asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia) JURDIL (Jujur dan Adil).  Peran mahasiswa sebagai generasi muda sangat penting dalam demokrasi yang sehat, mahasiswa dapat bergabung atau berpartisipasi aktif dalam pilkada yang akan mendatang, seperti menggunakan hak pilihnya secara bijaksana dan tidak golput, serta apabila terjadi melihat pelanggaran dalam proses pilkada, mahasiswa berhak melapor kepada pengawas pilkada setempat.

Penulis

[ Azizah Chika Rizka Bahery ]
Nim: 20101084
Prodi Administrasi Publik STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close