Adventorial

Komisi III DPRD Kepri Gelar RDP Terkait Lonjakan Tarif Listrik Masyarakat

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau, yang dilaksanakan pada, Selasa (9 Juni 2020) Pukul 10.00 s/d 13.00 wib di DPRD Provinsi Kepulauan Riau

Komisi III DPRD Kepri

Rapat dipimpin oleh H. Lis Darmansyah, SH, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Dengan dihadiri oleh Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd (Wakil Ketua I Dprd Provinsi Kepri ), Agus Djurianto, Sh ( Anggota Dprd Kota Tanjungpinang ), Dicky Novaliano ( Anggota Dprd Kota Tanjungpinang ), Indra Setiawan, S.St ( Anggota Dprd Kabupaten Bintan ), Fiven Sumanti ( Anggota Dprd Kabupaten Bintan ), Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Bintan, Manajer Dan Jajaran Pt. Pln (Persero) Cabang Tanjungpinang, BPSK Provinsi Kepulauan Riau, BPSK Kota Tanjungpinang, Dinas Esdm Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, serta Perwakilan Unsur Masyarakat

Maka rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau merekomendasikan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan penjelasan dan data yang disampaikan oleh PT. PLN (PERSERO) Cabang Tanjungpinang, dapat diketahui bahwa salah satu permasalahan terkait terjadinya peningkatan tagihan listrik karena tidak sebandingnya sumber daya pencatat yang dimiliki oleh pt. Pln (persero) cabang tanjungpinang dengan jumlah pelanggan. Maka direkomendasikan agar pt. Pln (persero) cabang tanjungpinang segera memperbaiki sistem pencatatan tersebut dan memberikan finalty serta meninjau kembali kerjasama dengan vendor terhadap kesalahan perhitungan berdasarkan asumsi yang dilakukan oleh pihak vendor
  2. Direkomendasikan agar dalam jangka satu minggu sejak rekomendasi ini diterbitkan, untuk dibuka posko pengaduan bersama setiap kecamatan yang ada di kota tanjungpinang maupun di kabupaten bintan, guna menampung aspirasi maupun keluhan masyarakat / pelanggan pln terhadap kenaikan tagihan listrik yang dialami oleh masyarakat
  3. Agar PT. PLN (PERSERO) Cabang Tanjungpinang melakukan tera tiap meteran pelanggan secara bertahap dan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agar adanya kesesuaian antara jumlah pemakaian listrik oleh pelanggan dengan penentuan besaran tagihan yang dilakukan oleh pihak pt. Pln (persero) cabang tanjungpinang sehingga tidak berdasarkan asumsi sepihak yang dilakukan oleh pt. Pln (persero) cabang tanjungpinang
  4. Meminta kepada bpsk provinsi kepulauan riau untuk menerima semua berkas pengaduan masyarakat akibat lonjakan kenaikan tagihan listrik, untuk kemudian meneruskan kepada ppns (penyidik pegawai negeri sipil) pada dinas esdm dan ppns pada dinas perindustrian dan perdagangan provinsi kepulauan riau agar ditindaklanjuti dalam bentuk penyelidikan atas dugaan kecurangan penerapan tarif listrik masyarakat guna dilakukan penghitungan secara terperinci berapa beban masyarakat atas per kwh listrik yang dipakai
  5. Terhadap proses pengumpulan laporan dan data oleh bpsk provinsi kepri agar dapat menyampaikan laporan secara periodik (seminggu sekali) kepada dprd provinsi kepulauan riau terkait pengambilan keterangan para konsumen (sampel) yang diambil secara acak.
  6. Terhadap proses penyelidikan yang dilakukan oleh ppns dinas esdm dan ppns dinas perindustrian dan perdagangan provinsi kepulauan riau, untuk dilaporkan secara periodik (seminggu sekali) perkembangannya kepada dprd provinsi kepulauan riau
  7. Meminta agar PT. PLN (PERSERO) Cabang senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebijakan dan informasi yang berkaitan dengan kelistrikan yang harus diketahui oleh konsumen atau masyarakat, sehingga pemerintah daerah dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait kebijakan dan informasi tersebut
  8. Meminta PT. PLN (PERSERO) Cabang Tanjungpinang agar memberikan keringanan pembayaran kepada konsumen yang mengalami kenaikan tagihan listrik dengan cara membayar 40% dari total tagihan dan sisanya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan konsumen. Serta meminta pt. Pln (persero) cabang tanjungpinang untuk tidak mencabut meteran listrik konsumen, apabila konsumen tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran atas tagihan listrik yang mengalami lonjakan kenaikan tagihan
  9. Mengingatkan kepada PT. PLN (PERSERO) Cabang Tanjungpinang agar dikemudian hari tidak lagi membebani konsumen atau masyarakat terhadap kenaikan tagihan listrik yang hanya berdasarkan asumsi, kecuali sesuai antara jumlah pemakaian listrik oleh pelanggan dengan tagihan yang ditetapkan oleh pln. Dan apabila pencatatan tagihan listrik hanya berdasarkan asumsi maka hal tersebut tidak dapat dibebankan kepada konsumen melainkan menjadi resiko yang harus ditanggung oleh PT. PLN (PERSERO) Tanjungpinang
  10. Dalam hal proses penyelidikan oleh ppns dinas esdm dan ppns dinas perindustrian dan perdagangan provinsi kepulauan riau ditemukan adanya unsur pidana pada kenaikan tagihan listrik oleh pelanggan yang dilakukan oleh PT. PLN (PERSERO) Cabang Tanjungpinang, maka ppns dinas esdm dan ppns dinas perindustrian dan perdagangan provinsi kepulauan riau serta bpsk provinsi kepulauan riau agar melakukan upaya hukum sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Demikian rekomendasi ini disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinyaTanjungpinang, 9 juni 2020, Dewan perwakilan rakyat daerah Provinsi Kepulauan Riau,  Lis darmansyah, SH, dan Pimpinan rapat mengetahui Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri dra. Hj. Dewi kumalasari, M.Pd

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close