Pendidikan

BGP Kepri Bersama LPPN Dukung Dinas Pendidikan Bintan Wujudkan Komunitas Belajar

BINTAN – Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kepulauan Riau terus melakukan kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan dan Lembaga Penggerak Pendidikan Nasional (LPPN) mengerakkan seluruh Kepala Sekolah dan Guru untuk segera mengimplementasikan kurikulum merdeka melalui jalur mandiri, mengaktifkan Platform Merdeka Menggajar (PMM) dan Komunitas Belajar.

“Implementasi Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada satuan Pendidikan untuk menentukan pilihan dalam melaksanakan impelementasi kurikulum sesuai kesiapan satuan Pendidikan yang akan dilaksanakan di satuan Pendidikan,” Jelas Hos Arie Rhamadhan Sibarani, Ketua Kelompok Kerja Program Sekolah Penggerak di Bintan (29/6).

Hos Arie menambahkan pilihan pertama, Mandiri Belajar, pilihan yang memberikan kebebasan kepada satuan Pendidikan saat menerapkan kurikulum Prototipe beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Prototipe, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Pilihan kedua Mandiri Berubah, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan Pendidikan saat menerapkan kurikulum Prototipe dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Pilihan ketiga Mandiri Berbagi, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan Pendidikan dalam menerapkan kurikulum prototipe dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

BGP Kepri Bersama LPPN Dukung Wujudkan Komunitas Belajar
BGP Kepri Bersama LPPN Dukung Dinas Pendidikan Bintan Wujudkan Komunitas Belajar

 

Sementara Ketua Kelompok Kerja IKM BGP Kepri, Khairi Rosadi menerangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dalam fitur Mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan dalam mengembangkan diri. Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan dimana pun guru berada.

Azhar Mursidi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir mendukung penuh pelaksanaan kurikulum merdeka jalur mandirI. Dan akan segera membentuk komunitas belajar bagi pendidik dan satuan pendidikan. Dengan komunitas belajar, mereka dapat berinteraksi secara rutin untuk mendorong implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu, komunitas juga dapat mendorong anggotanya agar selalu berupaya meningkatkan kompetensi dirinya

Efi Novita, Ketua LPPN menegaskan bahwa komunitas belajar juga merupakan ruang untuk mengobarkan semangat dalam melakukan perubahan. Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah dimana mereka berpartisipasi aktif. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, komunitas belajar mendukung guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya untuk dapat mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi saat implementasi Kurikulum Merdeka.

Sekolah yang mengikuti kegiatan berjumlah 11 (sebelas) yaitu SDN 007 Teluk Sebong, SDN 008 Bintan Utara, SDN 004 Teluk Sebong, SDN 006 Bintan Utara, SDN 002 Teluk Sebong, SDN 003 Teluk Sebong, SDS Kristen Calisa, SDN 009 Teluk Sebong, SDN 005 Bintan Utara, SDN 010 Teluk Sebong, SDN 003 Bintan Utara. (Hos Arie Rhamadhan Sibarani)

Dinas Pendidikan Bintan Wujudkan Komunitas Belajar
BGP Kepri Bersama Kepala Sekolah
Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close