PendidikanSTISIPOL Raja Haji

Ketahanan Keluarga Dimasa Pandemi Covid-19

Pembangunan Keluarga merupakan salah satu isu dalam pembangunan nasional, karena kekuatan pembangunan nasional berakar pada keluarga. Selain itu, keluarga merupakan pondasi awal dalam membentuk kualitas sumber daya manusia baik fisik maupun non fisik. Penguatan Ketahanan Keluarga sangat penting, karena banyak masalah sosial seperti, kekerasan dalam rumah tangga, trafficking, pornografi, porno aksi, infeksi penyakit menular, HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan lain sebagainya terjadi akibat dari runtuhnya pondasi ketahanan keluarga.

Selain itu, dampak ekonomi akibat pandemi ini juga sangat terasa dan mempengaruhi ketahanan keluarga. Dalam kondisi pandemi, kepala keluarga masih dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonomi, mempertahankan kualitas keluarga, dan juga menjaga kesehatan dan pendidikan anak-anaknya. Oleh karena itu berbagai pihak harus bersinergi dan bergandengan tangan untuk membantu keluarga miskin agar tidak terjerembab dalam jurang kemiskinan kronis dan membantu mereka agar bisa sejahtera.

Salah satu upaya penyelamatan keluarga dari dampak negative pandemic covid-19 ini, pemerintah telah membuat berbagai macam kebijakan terkait pemberian bantuan kepada masyarakat. Semua itu dilakukan untuk menjaga ketahanan keluarga Indonesia, serta menjaga kualitas keluarga dan anak-anak Indonesia bisa sehat dan bahagia. Semakin baik ketahanan keluarga, semakin baik pula kemampuan keluarga menghadapi perubahan akibat pandemi dan pasca pandemi. Kebijakan yang tepat dapat mencegah keluarga Indonesia berada dalam situasi krisis sekaligus memastikan ketahanan keluarga tetap tangguh. Ketahanan keluarga mencerminkan kecukupan dan kesinambungan akses suatu keluarga terhadap pendapatan dan sumber daya agar mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan, partisipasi di dalam masyarakat, dan integrasi sosial. Setiap keluarga harus bisa meningkatkan komunikasi dan interaksi dalam keluarga, mendorong ekspresi saling peduli, menjaga, dan melindungi keluarga agar tidak terpapar COVID-19. Meningkatkan keterampilan hidup dalam sistem keluarga, khususnya kepada anak dan generasi muda dengan meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, dan tetap produktif di masa Work From Home (WFH) dan isolasi mandiri.

Oleh:

SRI AMBAR RINAH, MPM
Dosen Prodi Administrasi Publik STISIPOL Raja Haji

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close