Kolom

Selain Pengusaha Besar, Pengusaha Kecil di lingkungan Sekolah Juga Ikut Merasakan Dampak Covid-19

Virus Corona atau disebut dengan Covid-19 yang semakin hari sudah banyak memakan korban, melihat data update terkahir Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau untuk PDP (Pasien dalam Pengawasan) berjumlah 59 orang, ODP (Orang dalam Pengawasan) berjumlah 808 orang, sedangkan yang positif berjumlah 5 orang. Wabah virus corona atau dikenal dengan Covid-19 mulai berdampak pada sektor usaha di Indonesia.

Sudah banyak di berbagai perspektif yang dirugikan karena wabah ini. Mulai dari perspektif pendidikan, pariwisata, dan sekarang di lihat dari dunia usaha atau dunia perekonomian sangat merasakan dampak dari wabah corona. Sudah banyak pengusaha-pengusaha yang merasakan dampak dari virus corona pada usahanya, dan mereka sangat takut jika virus ini akan mengganggu perekonomian mereka jadi terhambat.

Mulai dari pengusaha-pengusaha besar seperti perusahaan maskapai, pengusaha hotel, dunia hiburan dan juga pengusaha-pengusaha toko seperti toko baju, makanan, dan juga ibu-ibu kantin yang juga ikut merasakan dampak dari virus corona ini.

Untuk Toko baju seperti mall yang sepi karena masyarakat dihimbau agar tidak keluar rumah selama 14 hari, nah apalagi untuk ibu-ibu kantin yang pendapatan sehari-hari nya mengandalkan berjualan di kantin, kini mereka merasakan dampaknya karena sekolah diliburkan dan diharuskan belajar dirumah dengan diterapkannya metode daring atau online.

Beberapa ibu kantin yang berjualan disekolah sudah banyak yang mengeluh, mengingat wabah ini yang tiba-tiba menyebar dan tanpa disangka membuat pengusaha-pengusaha terhambat dalam melakukan usaha mereka, apalagi didunia pendidikan dengan dikeluarkannya surat edaran yang membuat ibu-ibu kantin berhenti berjualan secara dadakan dan mereka kehilangan pendapatan mereka untuk sementara waktu.

Libur sekolah yang dialihkan ke metode daring selama kurang lebih 14 hari ini membuat ibu-ibu kantin kehilangan pekerjaan tetap mereka, yang biasanya setiap hari mereka mendapat dan membawa hasil penjualan yang dikategorikan lumayan.

Sekarang mereka harus berdiam diri dirumah dan tidak mendapat penghasilan tetap mereka. Wabah virus Covid-19 terus menekan perekonomian nasional, berbagai sektor usaha terdampak negatif akibat sebaran virus yang masih terus berkelanjutan.

Kalau pemerintah tidak mengantisipasi corona ini dengan baik, Indonesia berpotensi mengalami krisis ekonomi, apabila terjadi mayoritas pelaku ekonomi dihampir semua sektor tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi secara baik. Krisis tersebut bisa dicegah dengan persiapan kebijakan-kebijakan yang tepat.

Bukan hanya satu usaha saja yang dirugikan karna wabah ini melainkan sudah berbagai perusahaan baik itu usaha mikro maupun makro. Disini pemerintah tidak hanya memikirkan kondisi pengusaha-pengusaha besar saja, melainkan para pengusaha-pengusaha kecil yang kehilangan pekerjaan mereka harus diberi keringanan ataupun stimulus.

Namun disini kita tidak bisa terus-menerus menekan pemerintah atas wabah yang terjadi, tidak bisa saling menyalahkan. Kita perlu kerjasama dan berjuang bersama untuk melawan wabah ini, kita cukup bantu dengan melakukan aktivitas didalam rumah, jauhi kerumunan, dan stay safe.

NURUL HAZANAH
NIM : 17101038

Baca Juga Informasi Lainnya
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Close
Close
%d blogger menyukai ini: