Kolom

Pelaku Usaha Terpukul Akibat Covid-19

Virus corona atau sekarang yang lebih dikenal dengan Covid-19 perkembanganya semakin pesat di Indonesia. Sejak selasa 23 maret sudah terjadi 579 kasus terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Yang dimana 353 kasus dari 579 kasus positif covid-19 tercatat berada di DKI Jakarta.

Agar tidak semakin besar dampak dari Covid-19 ini pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak merasa panik dan senantiasa menjaga kesehatan diri. Guna menghentikan penyebaran atau mata rantai dari virus yang semakin bertambah pemerintah pun mengeluarkan surat edaran untuk tidak melakukan aktivitas diluar rumah. Diantara surat edaran yang keluar yaitu untuk melakukan kegitan belajar dirumah dan bekerja dirumah. Tentu hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi kalangan pengusaha. Banyak sekali pihak yang dirugikan dari adanya kasus ini, salah satunya dikalangan para pengusaha baik itu pengusaha kecil menengah dan tentu saja yang sudah besar atau jaya.

Dimana para pengusaha di Indonesia mereka bisa saja menjadi rentan dikarenakan usahanya selama ini bersifat subsisten atau cukup untuk kebutuhan harian. Kelompok ini dapat dikatakan sebagai kelompok pengusaha yang rentan, dimana para pengusaha atau pedagang kecil hanya dapat bertahan hidup harian. Yang artinya penghasilan hari ini untuk biaya hidup hari ini.

Banyak sekali pengusaha kecil ini tidak memiliki tabungan berjangka panjang. Sehingga apabila jumlah konsumen berkurang akibat adanya Covid-19 tentu saja penghasilan mereka juga berkurang dan dampaknya adalah kebangkrutan dari para pengusaha kecilatau pedagang tersebut. Selain dari pengusaha kecil atau para pedagang yang umumnya berdiri sendiri dan tidak didukung oleh karyawan, ada juga para pengusaha besar yang berada dibidang perhotelan, pariwisata dan lain sebagainya yang tentu saja memiliki jumlah karyawan yang banyak.Banyak sekali pengusaha yang berada dibidang perhotelan dan pariwisata merumahkan sebagian pegawainya.

Hal ini dilakukan karena menimbang jumlah wisatawan lokal maupun macanegara yang berkurang drastis. Sehingga kebijkaan yang diambil dari pendiri usaha adalah dengan mengurangi jumlah karyawanya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kebangkrutan bagi para pelaku usaha. Kebijakan yang diambil oleh para pelaku usaha dengan mengurangi pegawai tentu saja menjadi permasalahan bagi para karyawan yang dirumahkan, dikarenkan tentu mereka akan menjadi penganguran. Dampak dari kasus ini tentu saja akan membuat Indonesia mengalami resesi ekonomi. Sementara yang kita tahu bahwa kondisi sosial ekonomi Indonesia saat ini dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan dan dapat mengancam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari adanya kasus covid-19 tentu saja akan menjadi dampak negatif bagi para pelaku usaha di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya potensi perlambatan ekonomi yang disebabkan penyebaran virus corona. Kendati demikian, banyak sekali pelaku usaha yang mengambil jalan pintas dengan PHK. Tetapi kebijkaan yang diambil dari beberapa pelaku usaha dengan mengurangi pegawainya, tentu saja ini bukan merupakan tindakan alternative tetapi malah
menambah dampak negative dari Covid-19 yaitu penganguran yang semakin banyak.

Tentu saja masih banyak pertimbangan atau opsi lain yang diambil oleh pelaku usaha seperti, melakukan pengurangan belanja hingga pengurangan produksi. Tentunya ini merupakan obsi yang lebih aman dibandingkan dengan PHK.

Di tengah kondisi darurat wabah virus Corona atau Covid-19 alangkah baiknya para pengusaha harus lebih fokus membantu pemerintah dalam penanggulangan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kebijkaan yang dapat dilakukan oleh para pengusahan kelas atas dapat memberikan sumbangan kepada pemerintah, seperti melakukan penggalangan dana dengan bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha lain selain itu juga dapat memberi bantuan atau sumbangan masker, alat tes virus corona dan (hazmat suit) baju medis sekali pakai.

Oleh:

Asty Rahayu
Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Prodi Ilmu Administrasi Publik

Baca Juga Informasi Lainnya
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
%d blogger menyukai ini: