BatamKepulauan Riau

KEK Batam Strategi Tingkatkan Investasi

Lihatkepri.com, Batam – Kawasan Ekonomi Eksklusif (KEK) adalah strategi untuk meningkatkan investasi serta daya saing perdagangan internasional.

Hal ini disampaikan, Gita Indrawan dalam seminar ekonomi di Kampus Ibnu Sina Batam, Kamis (24/3) dengan tema ‘KEK Batam Dan Dampaknya Bagi Pembangunan Daerah’. Kegiatan digagas oleh Lembaga Study Kawasan Perbatasan dan Pembangunan Kepri (LSKP2K) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT ibnu Sina Batam.

Gita mengatakan, sebaiknya pengembagan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam tidak menghilangkan fasilitas yang berlaku pada kawasan FTZ.

“KEK Batam jangan menghapus fasilitas yang ada di FTZ. Belajar dari sukses pengembangan SEZ di China yang juga menggandeng Singapura, pola kerjasama seperti itu akan diaplikasikan di Indonesia. Saat ini Indonesia memberlakukan SEZ bagi Batam dengan menghapus status FTZ. Tidak seperti halnya China yang telah sukses mengembangkan SEZ, dengan tidak menghapuskan FTZ yang berada dalam kawasan SEZ itu sendiri,” katanya dihadapan sekitar 150 mahasiswa dari berbagai kampus di Batam.

Hal ini dilakukan agar upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi bergerak dengan cepat. Gita mengatakan, tujuan penerapaan KEK dan FTZ adalah sama-sama menarik investasi asing sebanyak banyaknya, mengerakkan roda perekonomian serta menciptakan lapangan pekerjaan.

“karena tujuannya sama maka sebaiknya FTZ jangan dihapuskan. Jika dihapuskan maka akan berimbas pada perjanjian-perjanjian kerja perusahaan yang masih menerapkan konsep FTZ menjadi membingungkan,” katanya.

Penerapan KEK sebenarnya  memberikan banyak nilai tambah bagi daerah, diantaranya mampu menarik para investor, terutama investor asing untuk berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja. Hal itu tak lain karena kemudahan yang didapat para investor, kemudahan itu berbentuk kemudahan di bidang fiskal, perpajakan dan kepabeanan.

“Kemudahan bidang non-fiskal, seperti kemudahan birokrasi, pengaturan khusus di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian, serta pelayanan yang efisien dan ketertiban di dalam kawasan adalah keunggulan kawasan KEK,” tambahnya.

Namun Gita menambahkan bahwa KEK akan berhasil jika ditopang beberapa hal antara lain lokasi yang strategis, dekat dengan jalur perdagangan atau pelayaran internasional, memiliki infrastruktur yang memadai, serta perlunya menggunakan mekanisme kerjasama pemerintah-swasta dalam pengembangan KEK.

“Tidak sedikit wilayah KEK yang gagal diimplementasikan karena minimnya infrastruktur serta kesiapan Sumber Daya Manusia yang lemah. Selain itu belum tertatanya sistem kelembagaan dan manajemen yang baik untuk pengelolaan pengembangan kawasan yang terpadu, belum berkembangnya sistem informasi yang dapat memberikan akses pada informasi produk unggulan, pasar, dan teknologi serta koordinasi dan kerjasama lintas sektor dan lintas pelaku yang belum optimal,” kata Gita.

Kegiatan seminar juga menghadirkan narasumber Asmin Patros, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Surya Makmur Nasution, dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHmI) Kepri serta Hendri Li Youzong, dari anggota Kadin Kepri.

Asmin Patros mengatakan bahwa pemberlakukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam diharapkan mampu meningkatkan iklim invesatasi.

“Batam harus siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016 ini. Oleh karenanya, keran investasi harus dapat ditingkatkan,” katanya.

Asmin mengatakan bahwa Dewan Kawasan (DK) dibentuk karena telah terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian di Batam.

“Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, telah mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, keberadaan Dewan Kawasan diharapkan mampu memgairahkan kembali iklim investasi Batam,” katanya.

Selain itu, sebagai daerah yang strategis, Batam diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan jaminan berinvestasi bagi para investor.

“Batam memiliki dua instansi yang kewenangannya perlu disinergikan. Ada Pemko Batam dan BP Batam. Dua pintu birokrasi ini perlu diatur dengan baik,” katanya.

Asmin menyebut, keberadaan dua instansi yang sulit berkoordinasi akan menghambat program penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maka ada beberapa keunggulan diantaranya daya tarik (competitive advantage), investasi asing meningkat cepat (Industri utama/besar), pertumbuhan industri atau jasa pendukung (multiplier-effect), pertumbuhan kegiatan ekonomi tidak langsung (spin-over-effect) serta peningkatan pasokan seperti hasil pertanian, peternakan, perikanan, bahan baku industri dan lain-lain dari sekitar Pulau Bintan.

“Kita berharap ikhtiar ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam khususnya dan Kepri umumnya,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Surya Makmur Nasution. Ia menyebut bahwa Batam memiliki lokasi yang sangat strategis. Berhadapan dengan negara-negara maju seperti Malaysia dan Singapura. Akan hal itu, maka perlu diupayakan untuk menambah nilai jual Batam untuk menyaingi negara-negara tersebut.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close