
Batam
Musda KAHMI Batam Jadi Momentum Silaturahmi dan Pembenahan Organisasi
BATAM, LIHATKEPRI.COM — Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Batam menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi para alumni HMI sekaligus melakukan pembenahan organisasi agar semakin baik ke depan.
Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi para alumni HMI untuk menyatukan gagasan, memperkuat komunikasi, serta menentukan arah organisasi KAHMI di Batam pada periode mendatang.
Mantan Ketua Umum HMI Cabang Batam sekaligus Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kepri periode 2026–2031, Andri Fitriyanto mengapresiasi seluruh alumni yang ikut berkompetisi sebagai kandidat dalam Musda KAHMI Batam.

Menurutnya, para kandidat yang tampil merupakan kader dan alumni terbaik HMI yang ada di Batam.
“Musda KAHMI ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi para alumni HMI di Batam dan sekitarnya. Kita patut memberikan apresiasi kepada rekan-rekan alumni yang ikut berkompetisi sebagai kandidat. Mereka adalah alumni-alumni terbaik HMI di Batam,” ujarnya.
Ia berharap Musda KAHMI dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan organisasi, sehingga kepengurusan yang terpilih nantinya mampu membawa KAHMI menjadi organisasi yang semakin solid dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Salah satu hal yang dinilai perlu menjadi perhatian pengurus KAHMI ke depan adalah keberadaan sekretariat permanen.
“Ketua terpilih harus berusaha mewujudkan adanya sekretariat HMI dan KAHMI yang permanen. Ini penting sebagai rumah bersama bagi kader dan alumni serta menjadi pusat aktivitas organisasi,” katanya.
Selain sekretariat, validitas database alumni HMI juga dinilai perlu mendapat perhatian serius. Pendataan yang akurat diperlukan agar keberadaan dan komunikasi antaralumni dapat terorganisasi dengan baik.
Ia berharap KAHMI dapat memiliki database alumni yang valid dan terverifikasi, sehingga identitas serta rekam jejak kealumnian dapat dipastikan berdasarkan proses kaderisasi HMI yang jelas.
“Database alumni harus valid. Jangan sampai ada pihak yang bukan kader HMI kemudian mengaku sebagai alumni HMI hanya karena ada beberapa alumni yang menjabat di posisi strategis di Kota Batam,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan database bukan dimaksudkan untuk membatasi silaturahmi, tetapi untuk menjaga tertib administrasi, marwah organisasi, serta memastikan komunikasi KAHMI berjalan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Musda KAHMI Batam diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh alumni, memperkuat organisasi, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan kontribusi positif bagi Batam dan Kepulauan Riau.





