InternasionalTanjungpinang

Matangkan Persiapan ICSM 2026, ISMI, Pemprov Kepri, dan Akademisi Gelar Rapat Koordinasi Bahas Strategi Selat Melaka

TANJUNGPINANG – Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna mematangkan persiapan pelaksanaan International Conference on Strait of Malacca (ICSM) 2026. Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, konferensi bertaraf internasional ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 24 September 2026 bertempat di Institut Teknologi Batam (ITEBA), dan dilanjutkan pada 25 September 2026 di kawasan bersejarah Balai Adat Pulau Penyengat.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, pengurus besar ISMI, serta perwakilan institusi akademik. Dari pihak Pemprov Kepri, rapat ini dihadiri oleh Perencana Ahli Utama pada Bappeda Prov. Kepri, Dr. H. T. S. Arif Fadillah, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Riau. Turut hadir secara langsung Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kepri, Junaidi, S.E., M.H., dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Prov. Kepri, Drs. H. Doli Boniara, M.Si. Selain itu, hadir pula Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kepri, La Ode M. Faisal, S.Pi., M.Ling., yang mewakili Kepala Dinas, serta Analis Kebijakan Ahli Muda, Muhammad Tabrani, S.Sos., M.M., yang mewakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Prov. Kepri.

 

Dari jajaran pengurus besar ISMI, dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal, Dr. Yanhar Jamaluddin, M.A.P., didampingi oleh Wakil Sekretaris, Tengku Ryo Rizqan, B. Mus.Ed. Sementara itu, dari kalangan akademisi, hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H., bersama Direktur Raja Ali Haji Institut, Dr. Hos Ari Ramadhan S.

Dalam rapat tersebut, Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H. menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan kaum cendekiawan Melayu dalam merumuskan pemikiran strategis mengenai kawasan Selat Melaka.

 

“UMRAH mendukung penuh pelaksanaan International Conference on Strait of Malacca 2026 ini. Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan jaringan intelektual di bawah naungan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) adalah kunci. Selat Melaka bukan hanya urat nadi perdagangan maritim global, tetapi juga jantung peradaban Melayu yang harus kita jaga dan kembangkan. Kami melihat pemilihan ITEBA sebagai simbol inovasi teknologi masa depan dan Pulau Penyengat sebagai episentrum warisan budaya Melayu-Islam adalah perpaduan yang sangat tepat untuk menonjolkan identitas kebanggaan kita ke panggung internasional,” tegas Dr. Suryadi.

 

Pelaksanaan ICSM 2026 pada akhir September mendatang diharapkan menjadi wadah dialog strategis lintas negara. Konferensi ini diproyeksikan mampu melahirkan resolusi penting dan rekomendasi kebijakan yang berdampak pada kemajuan tata kelola kawasan Selat Melaka, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan eksistensi peradaban Melayu di era modern.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Close