
NasionalTanjungpinang
6 Dekade KAHMI: Merawat Tradisi Kecendekiawanan, Mengawal Kedaulatan dari Perbatasan
TANJUNGPINANG — Memperingati perjalanan 6 dekade (60 tahun) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sejak berdirinya pada tahun 1966 hingga 2026, Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kepulauan Riau menyampaikan refleksi kebangsaan strategis. Mengusung tema nasional “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa”, KAHMI Kepri menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan, pemikir, serta pengawal kedaulatan NKRI dari wilayah perbatasan.

Ketua Umum MW KAHMI Kepulauan Riau, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., menyatakan bahwa usia 60 tahun adalah momentum matang bagi KAHMI untuk mentransformasikan potensi cendekiawan Muslim menjadi aksi nyata pembangunan nasional. Menurutnya, posisi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga memberikan tanggung jawab strategis yang sangat vital.
“Enam dekade perjalanan KAHMI adalah rekam jejak pengabdian. Di perbatasan Kepulauan Riau, makna ‘Kedaulatan Bangsa’ tidak sekadar menjaga garis batas wilayah, tetapi juga memastikan kedaulatan ekonomi, kemandirian SDM, dan ketahanan sosial-budaya. Kepri adalah benteng sekaligus etalase terdepan Indonesia di mata dunia,” ujar Dr. Suryadi
Menindaklanjuti gelaran Dialog Publik Nasional yang diselenggarakan oleh MD KAHMI Kota Batam di bawah kepemimpinan Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., MW KAHMI Kepri merumuskan Lima Rekomendasi Strategis KAHMI Kepri untuk memperkuat peran daerah perbatasan sebagai lokomotif pertumbuhan nasional:
- Penguatan Daya Saing & Ekosistem Investasi Perbatasan
Mendorong percepatan integrasi regulasi dan insentif investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Bintan, dan Karimun. KAHMI merekomendasikan sinergi penuh antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BP Batam untuk menjadikan Kepri sebagai hub logistik dan industri hijau terkemuka di Asia Tenggara. - Kedaulatan Maritim dan Penguatan Pulau Terluar
Mendesak pemerataan infrastruktur konektivitas, energi, dan digitalisasi di wilayah perbatasan terluar seperti Natuna, Anambas, dan Lingga. Penguatan sektor maritim merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan keamanan perairan nasional. - Pembangunan SDM Berdaya Saing Global & Berkarakter
Mendorong penciptaan pusat-pusat vokasi dan pendidikan berbasis kecendekiawanan di Kepri guna menyiapkan generasi muda yang tak hanya menguasai teknologi dan industri modern, tetapi juga memiliki integritas serta nasionalisme yang kokoh. - Optimalisasi Potensi Ekonomi Biru (Blue Economy)
Mendorong pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, nelayan lokal, serta pengembangan pariwisata bahari kelas dunia. - Sinergi Kolaboratif Lintas Sektor (Pentahelix)
KAHMI Kepri berkomitmen menjadi bridge builder (jembatan kolaborasi) antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk menciptakan iklim daerah yang kondusif, inklusif, dan responsif terhadap perubahan global.
Mengakhiri refleksinya, Dr. Suryadi mengajak seluruh alumni HMI dan elemen masyarakat di Kepulauan Riau untuk terus merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Jika wilayah perbatasan seperti Kepri maju, sejahtera, dan aman, maka kedaulatan Indonesia secara keseluruhan akan berdiri tegak dan bermartabat. Mari kita jadikan momentum 6 dekade KAHMI ini untuk memperkuat sinergi, melipatgandakan karya, dan melangkah bersama demi Indonesia Emas,” tutup Dr. Suryadi.
Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kepulauan Riau adalah wadah berhimpunnya alumni HMI di wilayah Kepri yang berkomitmen pada pengembangan kecendekiawanan, pengabdian masyarakat, dan pengawalan pembangunan daerah perbatasan Indonesia.








