
Tanjungpinang
Setahun Menjaga Benteng Akidah di Pulau Terpencil, Dewan Dakwah Kepri Gelar Diseminasi dan Karguzari Amal Dakwah Da’i Pengabdian Periode 2025-2026 Mahasiswa STID Muhammad Natsir Jakarta
TANJUNGPINANG — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan forum Diseminasi dan Karguzari (Laporan Kerja) Amal Dakwah Da’i Pengabdian untuk masa tugas Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat bertempat di Ruang Rapat Lantai 6, Gedung Satu Gurindam, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang, pada Rabu (26/8/2026).

Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Dewan Dakwah Kepri, para da’i dan da’iah pengabdian dari Kampus STID Muhammad Natsir Jakarta. Acara ini menjadi sarana transformasi sekaligus internalisasi kerisauan terhadap kondisi keummatan dan kebangsaan khususnya di daerah hinterland setelah para da’i muda tersebut genap 365 hari mengabdi (Kuliah Kerja Nyata, KKN) di berbagai pulau terpencil, kawasan pesisir, dan wilayah perbatasan (3T) di wilayah Kepulauan Riau.
Ketua Dewan Dakwah Kepri, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H. dalam sambutan utamanya memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi tangguh para da’i muda. Ia menggarisbawahi bahwa gerakan dakwah di daerah kepulauan bukan sekadar tugas rutin formal, melainkan bentuk perjuangan fisik dan harta (bi amwalihim wa anfusihim) untuk menjaga benteng akidah umat sekaligus menjaga NKRI di wilayah terluar Nusantara.
“Para da’i kita berjuang di pulau-pulau dengan akses yang masih sangat terbatas, perjuangan ini benar-benar bi amwalihim wa anfusihim. Rasulullah SAW bersabda: ‘Sungguh, sepagi atau sepetang di jalan Allah itu lebih baik daripada mendapatkan dunia beserta seluruh isinya’. Jika satu pagi saja begitu dahsyat nilainya, betapa luar biasanya pahalanya, keutamaannya bagi adik-adik yang bertahan dan ikhlas selama 365 hari penuh di medan pengabdian,” ujar Dr. Suryadi.
Dr. Suryadi juga mengingatkan para da’i agar tidak menghentikan langkah dakwah meski masa penugasan formal selama satu tahun telah usai. Menurutnya, predikat da’i melekat seumur hidup. Ia menegaskan kembali komitmen dan slogan perjuangan kader Dewan Dakwah, yaitu “Tetap menjadi da’i sampai mati”.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Suryadi menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Dakwah serta para donatur lokal yang terus menopang operasional dakwah. Secara khusus, beliau menyampaikan apresiasi kepada Mitra Dewan Dakwah dan STID Muhammad Natsir Jakarta, yaitu Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Manajemen Hotel Sampurna Jaya Tanjungpinang milik seorang Da’i yang juga Pengusaha, Bang Yudha bin Dahnoer Joesoef, yang secara konsisten menyediakan fasilitas bagi kesuksesan Program Da’i Pengabdian di Kepri.







