
Tanjungpinang
Cetak ‘Kopassus Dakwah’, Bendahara Umum Dewan Dakwah Kepri Dorong Pembentukan Peta Dakwah dan Desa Binaan Berkelanjutan
TANJUNGPINANG — Evaluasi program penugasan da’i pengabdian Dewan Dakwah Kepri periode 2025–2026 melahirkan gagasan strategis untuk tata kelola dakwah yang lebih terukur, modern, dan sistematis. Hal ini disampaikan Bendahara Umum Dewan Dakwah Kepri, Dr. Hos Arie, dalam acara Karguzari Amal Dakwah di Gedung Satu Gurindam UMRAH, Tanjungpinang, Rabu (26/8/2026).

Dr. Hos Arie mengibaratkan para da’i pengabdian yang diterjunkan ke kawasan pesisir perbatasan sebagai “Pasukan Khusus (Kopassus) Dewan Dakwah”. Pasalnya, mereka dibekali mental baja untuk mengabdi di titik-titik rawan akidah dan krisis pendidikan tanpa mengeluhkan fasilitas.
“Program penugasan ini adalah program vital dan berkelanjutan. Para da’i ini adalah ‘Kopassus Dakwah’ kita. Namun, agar dampaknya meluas dan permanen, kita tidak bisa lagi bekerja secara acak. Kita harus menyusun Peta Dakwah (mapping wilayah rawan) yang jelas dan meresmikan konsep ‘Desa Binaan’. Harus ada tolok ukur sebelum dan sesudah intervensi da’i (before and after), sehingga perubahan kualitas keagamaan desa tersebut terdata secara akurat,” jelas Dr. Hos Arie.
Dr. Hos Arie menekankan pentingnya sistem pelaporan dakwah secara berkala (real-time reporting) dan pembentukan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) di daerah. Menurutnya, Dewan Dakwah Kepri turut memikul tanggung jawab besar mengelola amanah dana umat dari Laznas Dewan Dakwah yang membiayai beasiswa kuliah para da’i Dewan Dakwah yang kuliah di STID Muhammad Natsir secara 100% gratis hingga masa tugas pengabdian.
Sementara itu, Dr. Suryadi menjelaskan mekanisme ketat beasiswa Laznas Dewan Dakwah: seluruh mahasiswa dibiayai penuh dengan akad pengabdian. Sehingga apabila mahasiswa STID Muhammad Natsir melanggar aturan atau dikeluarkan dari kampus, mereka diwajibkan mengembalikan seluruh biaya pendidikan yang telah digunakan.
“Setiap rupiah dana umat yang disalurkan melalui Laznas Dewan Dakwah yang digunakan untuk kesuksesan Program Da’i Pengabdian Dewan Dakwah melalui STID Muhammad Natsir ini sangat berarti bagi kemajuan Ummat, khususnya yang berada di daerah pesisir dan pedalaman, sehingga semakin banyak anak pesisir dan pedalaman yang terbebas dari kejahilan dan pemurtadan,” pungkas ketua Dewan Dakwah Kepri.








