Pendidikan

Suka Puisi? Tak Usah Malu! Ini Manfaat Menulis Puisi yang Sangat Bagus

Jika membicarakan puisi pastinya nggak bisa lepas dari keindahan dan permainan bunyi dari kata-kata yang diciptakan sang pengarang. Puisi sendiri merupakan karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna.

Nah, puisi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi lama masih terikat dengan jumlah baris, bait, ataupun rima (sajak). Contoh puisi lama adalah pantun dan syair. Sementara puisi modern tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya sehingga puisi modern sering disebut sebagai puisi bebas.

Berbicara tentang sejarah puisi Indonesia sendiri, sudah banyak nama-nama besar yang masuk dalam buku sejarah sastra Indonesia. Sebut saja seperti, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, W.S Rendra, Taufik Ismail.

Kemahiran mereka dalam mengolah kata-kata dan pandai melihat situasilah yang membuat nama mereka jadi besar dan dikenal sebagai sosok yang berpengaruh dalam hal revolusi. Tanpa disadari, mereka pun turut andil dalam membangun Indonesia karena nggak sedikit karya mereka yang secara tidak langsung mempengaruhi moral dan pemikiran bangsa.

Lalu, apa sih sebenarnya manfaat menulis puisi? Bukannya kalau menulis puisi malah sering dibilang tukang galau dan lebay, ya? Eits, jangan salah

Berikut ini beberapa manfaat menulis puisi yang pastinya sangat bagus buat pengembangan pribadi kalian.

  1. Menumbuhkan Kreativitas
     Dalam menjalani hidup, kreativitas amatlah diperlukan. Jika kamu ingin meningkatkan kreativitas, menulis puisi merupakan salah satu cara terbaiknya. Puisi membuat kita pandai dalam mengolah kata seperti majas dan diksi.

    Dengan menentukan diksi (kata) yang tepat saat akan membuat puisi, secara tidak sadar kamu sedang menumbuhkan kreativitasmu, Sebab, bukan hanya memilih kata-kata saja, selanjutnya pun kamu masih harus mengolah dan menyatukan kata-kata tersebut supaya jadi deretan baris yang indah.

    Endingnya, kalian jadi bisa deh menciptakan beberapa bait puisi dengan kata-kata yang wow. Wah, manfaat menulis puisi yang satu ini memang sangat memukau

  2. Berkesempatan Mendapat Penghasilan
    Siapa bilang berkecimpung di dunia seni dan berkarya sendiri nggak ada duitnya? kalau kamu punya puisi yang bagus, jangan segan-segan untuk mengirim puisi kamu ke media penyedia untuk puisi, seperti koran, majalah, tabloid, atau media lainnya.

    Jangan minder duluan karena kamu merasa potensi kamu nggak akan menghasilkan uang. Justru kesempatan-kesempatan seperti inilah yang dengan jeli harus kamu bisa lihat dan rasakan, Bukan tidak mungkin kan kalo kamu mendapatkan uang dari karyamu tersebut?’

  3. Bisa Bikin Kamu dan Karyamu Viral
    Yup, manfaat menulis puisi lain yang sangat bagus untuk pengembangan pribadimu adalah kamu dan karyamu bisa jadi viral. Kalau kamu mau terkenal tapi nggak doyan nge-vlog, masih banyak jalan menuju viral salah satunya dengan puisi.

    Puisi-puisi yang kamu buat bisa kamu bagikan di Facebook Notes atau kamu jadikan caption di Instagram. Kamu cukup cari gambar-gambar terbaik yang mewakilkan isi puisimu. Eh, tapi ambil gambarnya jangan sembarangan mencatut milik orang.

    Kalau bisa, gunakan gambar karyamu sendiri. Jika memang butuh gambar orang lain, mintalah izin terlebih dahulu atau sertakan sumber. Hal ini guna saling melindungi karya masing-masing seniman supaya nggak ada kejadian tidak menyenangkan di masa depan.

    Lewat media sosial inilah, kekuatan puisimu diuji. Kalau memang disukai banyak orang, percaya deh, orang-orang jadi senang mengikutimu dan membagikan puisimu lagi ke social circle-nya. Lama-lama, nama dan karyamu jadi banyak dikenal orang.

  4. Belajar Berani Berkarya & Mengekspresikan Karya Seni
    Niat dan keberanian adalah modal utama dalam menulis karya sastra apapun termasuk puisi. Kalau kamu nggak berani untuk mengungkapkan apa yang di dalam pikiranmu maka karya tersebut tidak akan pernah lahir. Nah, manfaat menulis puisi lainnya adalah perlahan-lahan kamu akan melahirkan karya dan berani untuk mengungkapkan sesuatu tanpa bantuan orang lain.

    Dengan rajin menulis puisi, kamu jadi berani berkarya dan berekspresi, tanpa peduli apa kata orang lain. Di era yang serba instan seperti ini, tak ada alasan lagi buat kamu untuk nggak percaya diri dan malu-malu berkarya.

  5. Membuat Perasaan Jadi Lega
    Kalau punya unek-unek jangan dipendam saja. Bisa jadi, dari unek-unek itu kamu malah melahirkan karya-karya yang brilian. Jika kamu merasa malu untuk curhat dengan sahabat, lebih baik tuangkan perasaanmu dengan cara menulis puisi.

    Dijamin, setelah semuanya keluar dalam barisan kata-kata, perasaanmu menjadi lebih lega, karya baru pun tercipta. Setuju? Kalau memang mau menulis puisinya di InstaStory, tak apa-apa , asalkan jangan lupa disalin ke buku supaya karyamu tetap abadi dan nggak hilang dalam waktu 24 jam kemudian. Sayang kan, sudah buat puisi susah-susah malah hilang begitu saja di sosial media?

BILA PUISI ITU KITA UMPAMAKAN RUMAH UNTUK BISA MASUK KE RUMAH ITU BAGAIMANAKAH CARANYA….?

Ok kita mesti memiliki kunci rumah itu dan tahu cara menggunakannya, lalu masuk ke rumah itu dan berharap2 dengan isi rumah itu sehingga mengenalnya, sehingga sangat mudah menyampaikan apa2 yg ada dalam rumah itu.

Tapi duhai….banyak pula yg merasa sudah berada dalam rumah itu, padahal dia belum masuk, dia masih diluar, lalu berteriak bagai seolah sudah berada dalam rumah itu, wahai,,,,lihat rumah itu, betapa indahnya, ruang tamunya dengan kursi berlapis beludru, karpetnya merah dan perabotannya dari perunggu, begitu pula kamar tidurnya..bagaikan kamar hotel …begitulah seterusnya, sedang ia masih diluar rumah itu, hujan panas, bertahun2 lamanya

Saya tidak ingin kawan2 seperti itu, maka malam ini saya beri kuncinya agar bisa masuk rumah itu sehingga bisa mengenal dan berakhrap dengan puisi.

KUNCI RAHASIA MENULIS PUISI diantaranya. menulis Puisi adalah menulis sesuatu yg bukan sesuatu itu

Apa maksudnya?

Bila kawan2 pergi ke laut, lalu melihat laut, lalu menulis apa yg dilihat, laut yang menggulung, camar yang beterbangan, sampan nelayan  jika menulis apa adanya seperti itu, kawan2 tidak menulis puisi tetapi berita. Walau dindah2 kan kata2nya.

Begitu juga ketika melihat tikus di rumah, ada tikus berwarna hitam disinari cahaya lampu lalu melihat dia mencuri makanan kemudia lari atas atap jika masih menulis apa yang dilihat itu, kawan tidak sedang menulis tetap menulis berita. Menulis puisi bukan menulis bentuk yang dilihat tetapi menulis sifat, kerja atau fungsinya. Sudah paham?

Saya contohkan sekarang  ada 2;

Pada malam
aku dihamparan pantai, sendiri
lautan luas sunyi
tatkala sinar rembulan bercahaya merah
lautpun berwarna merah
ketika ombak menjilat kakiku
kakiku berwarna merah emas  lihatlah, 
camar terbang berwarna merah

(apakah itu puisi?) Bukan!

Kemudian lihatlah  dibawah ini;

Aku mencintai laut yang luas
birunya membawaku ke samudra tak berbatas
sampan nelayang membawaku mengarungi birunya
aku terasa bagai setitik dalam luasnya

(apakah itu puisi?) Bukan!

Kenapa bukan puisi? bukankah kata2nya sudah indah? karena masih menulis apa yang dilihat sekarang bandingkan dengan ini

Pada lautan cinta ibu
aku hanyalah setetes kerinduan
diluas samudra cintanya

Apakah itu sudah puisi?

Iya, kenapa puisi? jawabannya :karena itu bukan lagi lautan yg dilihat, dia telah jadi lautan puisi. kita hanya mengambil sifatnya saja untuk meyampai maksud puisi kita

Sekarang lihatlah pula di bawah ini:

Tikus hitam itu menggrogti semua makanan di rumah itu
ia tak lagi takut pada cahaya
bahkan kucing yang mengintai jadi cemas pada taringnya yang lapar

(apakah itu puisi?)

Bukan. karena masih menulis apa yang kita lihat, penyair bukan reporter yaang sekedar menyampaikan  apa yang dilihatnya;

Dan lihat dibawah ini:

Dinegri tikus api
sulit beda mana tikus mana kelinci
pencuri dan orang suci
di negeri tikus api sang pemburu menembak hati sendiri

(apakah itu puisi?) Ya.

Sekarang kawan2 sudah paham bukan?

Baiklah dengan demikian pembelajaran ke 1 dalam menulis puisi pada malam ini dapat kita simpulkan bahwa :

KUNCI MENULIS  PUISI :

  1. Menulis sesuatu yang bukan sesuatu itu
  2. Penulsi harus tahu sifat, kerja dan fungsi kata
  3. Kata yang digunakan saling berhubungan atau satu keluarga dengan kata sebelumnya
  4. Gabungkan kata kerja atau kata benda dengan kata sifat
  5. Memiliki Visi atau Tujuan
  6. Usahakan menggunakan kata dasar, jangan terlalu banyak kata bantu seperti awalan, akhiran, yang , dan dll

 

Penulis

BAYU GINANJAR,S.Pd

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close