ACT KepriMitra

Ketulusan Hati Indrawati Berjuang Cerdaskan Bangsa

Lihatkepri.com, Bintan – Kebahagiaan saat mengajarkan huruf-huruf hijaiyah membuat Indrawati selalu merasakan ketenangan. Senyum para santri menjadi tambahan energinya untuk mengajar.

Indrawati

Istri dari petugas keamanan salah satu bank syariah ini punya harapan agar tidak ada lagi yang buta huruf Alquran.

“Saya mengajar di TPA agar tidak ada lagi anak-anak yang buta huruf Alquran. Terutama bagi saya sendiri ilmunya jadi tidak mampat,” cerita Indrawati yang juga merupakan mantan santriwati, Jumat (3/7) lalu.

Ketulusan hati Indrawati membuat para santri tampak akrab bercengkrama dengannya. Ia adalah seorang guru TPA Al Rozak, Kampung Kamboja Dalam, Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan. Pengabdiannya ia niatkan di TPA yang didirikan orang tuanya ini. Semenjak tahun 2004, ia telah menjadi guru TPA dan melanjutkan apa yang telah orang tuanya mulai.

Dalam perjalanannya sebagai guru TPA, Indrawati tak pernah mematok biaya bulanan bagi para santri. Iuran cukup seikhlasnya saja, yang penting ilmu yang diberikan bisa bermanfaat dunia akhirat. “Iuran bulanan ada. Cukup seikhlasnya saja,” ungkapnya.

Konsekuensi dari keputusannya tersebut jelas, bahwa mesti ada biaya tambahan untuk biaya operasional. Namun, semangatnya tak luntur. Biaya operasional TPA Al Rozak meliputi biaya kontrakan juga listrik yang tiap bulan mencapai delapan ratus ribu. Untuk menambah kebutuhan operasional TPA, Indrawati menyambi berjualan es lilin.\

“Operasionalnya bergantung dengan jumlah yang kita terima tiap bulan. Alhamdulillah saya (juga) bisa menambahkan dari hasil berjualan es lilin. Jadi upah pengajar dilihat (berasal) dari situ,” tambah Indrawati.

Tidak ada duka saat menjadi seorang pengajar, selama ia bisa bermanfaat dan berkah dunia akhirat. Kesempatan menjadi pengajar Alquran ia manfaatkan juga untuk mempertajam ilmu yang ia miliki.

Melihat semangatnya untuk mencerdaskan bangsa, Global Zakat – ACT Kepulauan Riau memberikan apresiasi kepadanya melaui program Sahabat Guru Indonesia.

“Alhamdulillah bantuan dari ACT bisa saya manfaatkan. Saya juga turut berbagi dengan teman-teman yang juga tak jarang untuk membantu saya mengajar di TPA Al Rozak ini, ” ungkap Indrawati bersyukur.

Khairul Hafiz dari Tim Program ACT Kepulauan Riau mengungkapkan, Indrawati merupakan salah satu sosok yang patut dijadikan teladan. Sebab, di tengah usahanya untuk memenuhi operasional TPA, ia juga masih bisa berbagi untuk rekan seprofesinya.

“Luar biasa usaha Bu Indrawati dan kita berharap dapat menjadi inpirasi. Beliau bahkan masih mau berbagi di tengah usahanya memenuhi operasional TPA,” ungkap Khairul.

Program Sahabat Guru Indonesia terus rutin diberikan bagi para guru honorer maupun guru TPA yang dengan ikhlas berjuang untuk mencerdaskan bangsa ini. Sahabat Guru Indonesia hadir untuk terus memberikan semangat di tengah perjuangan mereka tersebut.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close