
KampusTanjungpinang
Eco-Student Composting Berbasis STEM dan Literasi Digital: Pengabdian Lintas Fakultas UMRAH Perkuat Program Adiwiyata dan Budaya Peduli Lingkungan di SMPN 11 Tanjungpinang
Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Eco-Student Composting Berbasis STEM dan Literasi Digital: Pemberdayaan Siswa Wilayah Pesisir untuk Mendukung Program Adiwiyata di SMPN 11 Tanjungpinang.” Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan yang didanai melalui Pendanaan Internal Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tahun 2026 dan difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH. Kegiatan dilaksanakan pada 23–24 Juli 2026 di SMPN 11 Tanjungpinang dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 11 Tanjungpinang, Afeldy Yelmon Zirman, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian yang dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam memperkuat Program Adiwiyata. Menurutnya, kegiatan yang memadukan edukasi, praktik, dan pendampingan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah organik. Beliau berharap kerja sama yang selama ini telah terjalin antara UMRAH dan SMPN 11 Tanjungpinang dapat terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen lintas fakultas dan lintas disiplin ilmu di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Tim pelaksana diketuai oleh Dios Sarkity, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Fisika, dengan anggota Rita Fitriani, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Fisika, Dr. Erda Muhartati, S.Si., M.Si. dari Program Studi Pendidikan Biologi, Yudi Pratama, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Olahraga, serta Rifaldi Herikson, M.Kom. dari Program Studi Teknik Informatika. Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut mengintegrasikan kompetensi di bidang pendidikan sains, biologi, olahraga, dan teknologi informasi sehingga menghasilkan program pengabdian yang lebih komprehensif dalam mendukung pendidikan lingkungan berbasis STEM. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi UMRAH sebagai bagian dari tim pelaksana yang berperan sebagai fasilitator dan pendamping selama proses pembelajaran, diskusi kelompok, serta praktik pembuatan kompos.
Ketua pelaksana kegiatan, Dios Sarkity, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program Eco-Student Composting dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan literasi digital. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah organik, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran dan edukasi lingkungan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang meliputi pengenalan sampah organik dan anorganik, pentingnya pengelolaan sampah di sekolah pesisir, konsep dasar pengomposan, penerapan pendekatan STEM dalam pengelolaan sampah, pemanfaatan literasi digital sebagai media edukasi lingkungan, hingga praktik pembuatan kompos. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta, setiap sesi diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari kedua melalui praktik Eco-Student Composting berbasis Project-Based Learning. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dengan didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, siswa belajar secara langsung bagaimana limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.
Pendekatan STEM diimplementasikan secara terpadu dalam setiap tahapan praktik. Pada aspek Science (Sains), siswa mempelajari proses biologis penguraian sampah organik, mengenal fungsi mikroorganisme dalam proses dekomposisi, serta memahami peran EM4 dan molase dalam mempercepat proses fermentasi. Siswa juga mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pengomposan, seperti komposisi bahan, kelembapan, dan sirkulasi udara.
Pada aspek Technology (Teknologi), siswa memanfaatkan mesin pencacah sampah organik yang dimiliki SMPN 11 Tanjungpinang untuk memperkecil ukuran bahan organik sehingga proses penguraian berlangsung lebih efektif. Penggunaan mesin pencacah memberikan pengalaman kepada siswa mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien.
Aspek Engineering (Rekayasa) diwujudkan melalui kegiatan merancang proses pembuatan kompos secara sistematis. Setiap kelompok menentukan urutan kerja, melakukan pencampuran bahan organik dengan EM4 dan molase sesuai prosedur, mengatur kelembapan media, serta memastikan seluruh tahapan berlangsung dengan baik agar menghasilkan kompos yang berkualitas. Proses ini melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama, berpikir kritis, dan memecahkan masalah selama praktik berlangsung.
Sementara itu, aspek Mathematics (Matematika) diterapkan ketika siswa menghitung kebutuhan bahan, menentukan perbandingan campuran sampah organik, EM4, molase, dan air, serta memperkirakan lama waktu fermentasi hingga kompos siap digunakan. Dengan demikian, siswa memahami bahwa proses pengomposan tidak hanya membutuhkan keterampilan praktik, tetapi juga ketelitian dalam melakukan pengukuran dan perhitungan.

Selain penerapan STEM, kegiatan ini juga mengintegrasikan literasi digital dalam proses pembelajaran. Siswa memanfaatkan telepon pintar untuk mendokumentasikan setiap tahapan pembuatan kompos dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi tersebut kemudian digunakan sebagai media refleksi pembelajaran sekaligus dikembangkan menjadi konten edukasi yang memuat informasi mengenai proses pengomposan, manfaat pengelolaan sampah organik, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menggunakan teknologi digital secara bijak untuk memperoleh informasi, mendokumentasikan kegiatan, mengolah informasi, dan menyebarluaskan pesan-pesan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Suasana praktik berlangsung dengan antusias. Seluruh kelompok bekerja sama mulai dari memilah sampah organik, mencacah bahan menggunakan mesin pencacah, mencampurkan bahan dengan EM4 dan molase, hingga menyusun media kompos sesuai prosedur yang telah dipelajari. Pendampingan yang diberikan oleh tim dosen dan mahasiswa membuat siswa semakin percaya diri dalam menerapkan setiap tahapan pengomposan sekaligus memperkuat keterampilan kolaborasi dan komunikasi selama bekerja dalam kelompok.
Pada akhir kegiatan, setiap kelompok berhasil menghasilkan media kompos yang siap memasuki tahap fermentasi. Kompos tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar 2–3 minggu hingga matang dan siap dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian UMRAH akan kembali mengunjungi SMPN 11 Tanjungpinang untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil fermentasi kompos yang telah dibuat oleh siswa. Kunjungan tersebut juga bertujuan memberikan pendampingan lanjutan mengenai pemanfaatan kompos sebagai media penghijauan sekolah sekaligus mendukung implementasi Program Adiwiyata secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Eco-Student Composting Berbasis STEM dan Literasi Digital, UMRAH tidak hanya memperkuat implementasi Program Adiwiyata di SMPN 11 Tanjungpinang, tetapi juga menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat menghasilkan inovasi pembelajaran yang kontekstual dan berdampak bagi masyarakat. Diharapkan program ini mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan siswa sekaligus menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.





