
KampusTanjungpinang
Dr. Suryadi Lepas 5 Dai Pengabdian Dewan Dakwah Kepri ke Anambas, Karimun, dan Batam
TANJUNGPINANG – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., melepas secara resmi keberangkatan lima orang Dai dan Daiah pengabdian menuju rute penugasan di kawasan kepulauan dan hinterland Kepri melalui Pelabuhan Tanjungpinang, Jumat (21/8).

Pelepasan ini menandai dimulainya masa tugas lapangan selama satu tahun penuh (Agustus 2026 – Agustus 2027) bagi para dai lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Muhammad Natsir Jakarta, yang didukung oleh Laznas Dewan Dakwah dan Permata Bank Syariah.
Adapun rincian titik penempatan dan rute penugasan:
- Pulau Nyamuk, Kabupaten Kepulauan Anambas: 1 Personel (Kawasan 3T/Terdepan)
- Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun: 3 Personel
- Kota Batam: 1 Personel (Kawasan Hinterland)
Di sela-sela pelepasan keberangkatan, Dr. Suryadi menegaskan komitmen keberlanjutan dakwah di wilayah kepulauan sekaligus mengapresiasi peran strategis organisasi Dewan Dakwah sebagai penggerak dari kampus STID Muhammad Natsir.
“Hari ini para dai resmi bertolak menuju rute dakwahnya masing-masing, ini adalah bukti komitmen Dewan Dakwah Kepri dalam membina masyarakat pesisir. Kita sangat mengapresiasi Dewan Dakwah sebagai penggerak utama dari Kampus STID Muhammad Natsir ini yang konsisten menyiapkan generasi bangsa terbaik dan setiap tahun terus mengirimkan dai pengabdian ke seluruh pelosok negeri, termasuk Kepulauan Riau yang setiap tahun tetap ada dai yang ditugaskan di daerah-daerah hinterland sehingga sangat membantu program pemerintah,” ujar Dr. Suryadi.
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia melepas sebanyak 132 da’i dan da’iyah untuk menjalankan tugas pengabdian di 89 titik wilayah di berbagai daerah Indonesia pada tahun 2026, hal ini menandakan kebutuhan terhadap kader dakwah masih sangat besar. Para da’i diharapkan mampu menghadirkan cahaya Islam, membina masyarakat, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Para dai pengabdian tersebut bertugas menggerakkan program pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan sosial masyarakat berbasis kearifan lokal Melayu hingga Agustus 2027 mendatang.








