Lingga

Dr. Suryadi Bersama Bupati Lingga dari Punggur ke Daik dalam Misi Dakwah Ilallah

LINGGA – Ketua Dewan Dakwah Kepulauan Riau, Dr. Suryadi, M.H bersama Bupati Kabupaten Lingga, Muhammad Nizar dari Punggur ke Daik dalam Misi Dakwah Ilallah

Keduanya saling sapa dan saling menanyakan kabar,  “Assalamu’alaikum Pak Bupati”, sapa Dr. Suryadi, M.H.  Dengan senyum khasnya Bupati yang lahir 40 tahun yang lalu ini menyambut hangat, ” wa’alaikumussalam, bagaimana khabar Abang hari ini?”.

“Memang Bupati Lingga terkenal santun dan ramah terhadap siapa saja, terlebih kepada orang yang lebih tua usianya,” ujar Dr. Suryadi  yang juga sebagai Ketua Umum KAHMI Kepri.

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Tanjungpinang Dikukuhkan
Ketua Dewan Dakwah Prov. Kepri Dr. Suryadi

Dr. Suryadi juga mengatakan bahwa diskusi rencana peningkatan Syiar Islam dan Usaha Memakmurkan Masjid di Kabupaten yang pernah berdiri Kerajaan Riau Lingga inipun dimulai sampai pada rencana pelantikan Pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Lingga pada tanggal 20 Juli 2022 yang akan datang.

“Kerajaan Riau Lingga adalah sebuah kerajaan Islam di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1828 M hingga 1911 yang pusat Kerajaannya di Daik,” ujarnya.

Lebih lanjut Dosen Ilmu Hukum UMRAH ini mengungkapkan bahwa pertanyaan “bagaimana khabar Abang hari ini” sesungguhnya adalah pertanyaan wajar dan selalunya dijawab spontan dengan “baik”, “sehat”, atau ungkapan kondisi kesehatan yang ditanya.

Tetapi apakah tujuan pertanyaan seperti itu sewaktu ditanyakan Rasulullah SAW kepada para Sahabatnya? “Bagaimana khabarmu hari ini?” Maka di jawab “alhamdulillah pagi ini aku dengan iman. Aku seakan melihat bagaimana mahsyar sudah terbentang, Hisab dan Mizan sudah ditegakkan, manusia berbondong berjalan di atas shirath. Aku melihat sebagian manusia ada yang dimasukkan dalam Neraka dan ada yang mendapat nikmat masuk Syurga”. Kira-kira seperti itulah jawaban mereka. Dan Rasulullah SAW pun menjawab “Benarlah Anda”.

“Nah, jika pertanyaan yang sama dipertanyakan kepada kita, apakah Kita akan memiliki jawaban yang sama dengan jawaban para sahabat r.hum? Jawaban kita akan tergantung pada kebiasaan kita. kebiasaan itu dibentuk oleh perilaku dan ingatan serta perasaan yang biasa bergelayut dalam hati kita. Selalunya apa yang kita pikirkan, maka itulah yang kita katakan. Apa yang menjadi impian kita, maka itulah yang kita laksanakan. Maka tidak heran kita menjawab, “sehat”, “lagi kurang sehat”, “aku sedang ada masalah”, dan lainnya. Dan tidak aneh pula jika semuanya merupakan jawaban terkait urusan dunia kita,” ujarnya.

Sementara para sahabat r.hum., memberikan jawaban demikian karena mereka mengisi malam harinya dengan ibadah dan munajat kepada Allah SWT., serta hatinya bersih dan penuh dengan prasangka iman kepada Allah SWT. Dapat juga kita yakini bahwa visi hidup mereka adalah ukhrawiyah. Sehingga dunia bukan menjadi pusat kesibukan hati mereka. dan karena akhirat yang menjadi pusat kesibukan hati mereka, maka mereka bersungguh-sungguh memperbaiki akhirat mereka

“Bagaimana Khabar Anda hari ini?”, tutup Pria yang selalu memakai kopiah ini.

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close