Kampus

Perangi Narkoba Demi Kemajuan Bangsa

Apa itu narkoba? Lalu apakah narkoba sangat berpengaruh bagi kemajuan anak bangsa?. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan. Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Penggunaan narkoba dalam dunia medis memiliki beberapa manfaat, seperti mengurangi rasa sakit saat operasi, membuat mati rasa sebagain tubuh agar memudahkan operasi dan masih banyak lagi. Penggunaan narkoba dalam dunia medis tentu masih harus sesuai aturan dan dosis yang sudah ditetapkan.

Dewasa kini, penggunaan narkoba banyak disalahgunakan untuk hal hal yang merugikan generasi penerus bangsa. Tak hanya di kalangan masyarakat umum,kasus penyalahgunaan narkoba juga banyak ditemukan pada kalangan artis atau orang orang penting di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba yang memberi efek “pikiran tenang” membuat pemakai merasakan kenikmatan sementara yang menipu pikiran si pemakai. Pengunaan narkoba yang tak sesuai dosis yang wajar dapat merusak jaringan sel pada otak secara permanen. Efek ini juga dapat “membunuh” fisik dan pola pikir penggunanya secara perlahan karena zat adiktif membuat kecanduan. Tak sedikit kasus penyalahgunaan narkoba yang berujung pada kematian. Berdasarkan survey BNN bersama LIPI pada tahun 2019, terdapat 3,6 juta orang yang meninggal karena penyalahgunaan narkoba.



Sejauh ini pemerintah belum bisa menuntaskan kasus narkoba sampai keakar permasalahannya,karena yang terlibat di kasus ini banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Dari beberapa sumber mengatakan narkoba masuk dan menyebar ke Indonesia dari luar negeri.  Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya. Bahkan beberapa kasus penyebaran narkoba memakai bungkus permen untuk disebar luaskan dan perjual belikan,atau dijadikan bisnis bagi oknum oknum merugikan.

Dari kasus narkoba ini bisa menimbulkan kasus lain, seperti pencurian bahkan pembunuhan. Kenapa? Karena dalam kasus si pemakai narkoba akan kecanduan dan mencoba untuk terus memenuhi rasa ketagihannya itu dengan terus membeli narkoba dan jika sudah tidak memiliki uang untuk membeli,ia akan melakukan pencurian,perampokkan atau bahkan menjadi pemakai sekaligus pengedar.

Pengguna atau pemakai memiliki beberapa faktor. Faktor utama yang pertama adalah keyakinan adiktif. Beberapa keyakinan adiktif adalah harus sempurna,harus menguasai dan mengendalikan orang lain,harus memperoleh apa yang diinginkannya. Lalu yang kedua adalah kepribadian adiktif.
Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah teropsesi pada diri sendiri, kurangnya jati diri, hidup tanpa tujuan, depresi yang tersembunyi, tidak mampu mengatasi masalah dan kebutuhan pemuasan segera. Ketiga adalah ketidakmampuan menghadapi masalah .Seorang yang tinggal dalam keluarga dan masyarakat adiktif, memiliki sedikit sekali orang-orang yang dapat menjadi teladan tentang bagaimana menghadapi masalah dengan baik dan benar.Sebaliknya kebanyakan orang lebih suka mencari penyelesaian masalah saat itu juga yang langsung dapat memuaskan keinginannya. Lalu yang keempat adalah tidak terpenuhinya kebutuhan emosional .Tidak Terpenuhinya Kebutuhan yang seharusnya seorang terima yaitu, rasa aman, tujuan hidup, serta kegembiraan.Hal ini masih pula ditambah ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman pada adiksi. Dan yang kelima adalah kurangnya dukungan sosial.Tanpa adanya dukungan sosial yang memadai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah menyebabkan mencari penyelesaian pada narkoba.



Selain beberapa faktor diatas,pemakai narkoba memilki faktor lain: Kurangnya pengendalian diri, konflik individu(emosi),terbiasa hidup senang atau mewah, kurangnya  kontrol keluarga,kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab, masyarakat yang individualis, pengaruh teman sebaya,kurangnya pengetahuan akan bahaya narkoba, hilangnya perhatian dengan komunitas,susahnya berdaptasi dengan baik,dan mencoba-coba narkoba.

Ciri-ciri penyalahguna Narkoba : 

  1. Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari : jalan sempoyongan; penampilan dunguk; bicara tidakjelas; mata merah; kurus dan nyeri tulang.
  2. Perubahan psikologis :gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan linglung.
  3. Perubahan prilaku sosial :menghindari kontak mata langsung; suka melawan; mudah tersinggung; ditemukan obat2an, jarum suntik dalam kamar/ tas; suka berbohong; suka bolos sekolah; malas belajar, suka mengurung diri di kamar.

Lalu,bagaimanakah peran mahasiswa dalam kasus narkoba yang menyebar di Indonesia?. Seperti salah satu peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Kita  bisa membantu penyuluhan penanggulangan narkoba ke sekolah sekolah dan kemasyakarat umum  dengan bekerjasama  kepolisian dan pemerintah. Kepolisian atau pemerintahan pasti akan mendukung gerakan ini demi mengurangi angka pemakai narkoba di Indonesia. Membuat berbagai aktivitas untuk menyalurkan minat dan bakat anak muda. Lalu,membantu menyebar luaskan poster dan membantu orang-orang yang memiliki kemungkinan untuk menggunakan narkoba. Dalam artian dekat dan membantu mendengarkan orang orang yang  berada dalam titik yang memungkinkan dia untuk jadi pemakai .Setidaknya bisa ikut andil dalam mengabdi pada Negara dengan memeperkecil segala kemungkinan penyalahgunaan narkoba di Negara Indonesia.



Penulis:

Fadya Puspita Ayu Fatimah
NIM 2103030014, Kelas  21A, Prodi Pendidikan Biologi

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close