DKI JakartaNasional

Akses Telekomunikasi Palapa Ring Barat Sempat Terputus Akibat Kerusakan Kabel Fiber Optik

Di Jalur Fiber Optik Batam – Anambas, Natuna – Singkawang

Pasca blackout, Palapa Ring Barat telah melakukan pemulihan jaringan di wilayah Natuna dan Anambas guna dapat segera memberi akses internet yang layak bagi masyarakat sekitar

Lihatkepri.com, Jakarta – Terputusnya jaringan kabel Fiber Optik (FO) menyebabkan  telekomunikasi di wilayah Anambas dan Natuna mengalami gangguan pada jalur Batam – Tarempa yang menghubungkan Kabupaten Kepulauan Anambas serta Kabupaten Kepulauan Natuna, sehingga akses telekomunikasi pada kedua wilayah tersebut sempat mengalami blackout.

Saat ini, layanan telekomunikasi telah kembali dapat digunakan dengan memanfaatkan akses jaringan Singkawang – Natuna – Anambas.

Palapa Ring Barat telah selesai membangun jaringan backbone berbasis serat optik yang menghubungkan kota-kota atau kabupaten yaitu Dumai, Bengkalis, Siak, Tebing Tinggi, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Bembam (Batam), Tarempa, Ranai, Singkawang, Kualatungkal, dan Daik Lingga.

Jaringan backbone serat optik tersebut mempunyai kapasitas sebesar 100 Gbps. Di kota-kota ini telah dibangun NOC. Proyek ini juga menjangkau wilayah Provinsi Riau, Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dan Kalimantan Barat (sebagai bagian dari interkoneksi dengan jaringan serat optik yang telah dibangun) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km.

Peta Jaringan Fiber Optik Palapa Ring Barat

Putus jaringan pertama kali terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas yang memanfaatkan segmen jaringan Natuna – Anambas pada Selasa (2/2). Kejadian tersebut membuat untuk pertama kalinya akses telekomunikasi di Anambas mengalami gangguan. Putusnya jaringan FO Natuna – Anambas terjadi akibat proyek galian yang dilakukan oleh pihak ketiga mengganggu kabel FO milik Palapa Ring Barat.

Syarif Lumintarjo selaku Direktur PT Palapa Ring Barat mengatakan, Ini bukan merupakan pertama kali jaringan Palapa Ring Barat terputus sejak proyek ini diresmikan, namun peristiwa kali ini adalah yang pertama kali menyebabkan blackout di Kab. Kep Anambas dan Kab. Natuna.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan dilaksanakan dengan secepatnya,” ujarnya

Saat ini masyarakat telah berangsur-angsur mendapatkan akses komunikasi melalui akses dari jaringan lain yang menjadi solusi sementara.

“Kabel optik yang terputus sedang dalam pengerjaan pemulihan secara intensif. Kami juga ingin menghimbauan kepada berbagai pihak yang ikut menggunakan infrastruktur Palapa Ring Barat untuk berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar area infrastruktur karena kesalahan sedikit saja bisa berdampak besar bagi masyarakat.” ujarnya

Merujuk blackout yang terjadi di Anambas, Japrizal selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan bersama Palapa Ring Barat, kami memantau pemulihan akses Komunikasi yang sedang berjalan.

“Memang sungguh sangat disesalkan hal ini terjadi,  3 hari pemerintah daerah dan masyarakat Kepulauan Anambas tidak mendapatkan jaringan akses telekomunikasi yang maksimal seingga berdampak kepada seluruh sektor kehidupan yang kami anggap sudah menjadi kebutuhan dasar di daerah perbatasan, namun sekarang kita bisa melakukan tindakan-tindakan preventif guna menghindarkan ini semua terjadi lagi di masa depan,” ujarnya

Selain itu, Japrizal juga berharap masyarakat bisa terus mendapatkan akses internet layak bagi keberlangsungan sosial dan ekonomi sekitar.

Raja Darmika, selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Natuna mengatakan, Kami peduli dan memahami bahwa terputusnya akses komunikasi beberapa hari kemarin sangat meresahkan masyarakat.

“Saya mendapat banyak keluhan langsung dari masyarakat bahwa proses belajar online, jual beli online, dan banyak aktivitas lain menjadi terhambat,” ujarnya

Selain itu, Raja Darmika juga telah berkoordinasi dengan segala pihak agar masalah ini dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa kembali.

Proyek Palapa Ring Barat yang telah berlangsung sejak 2017 dan menghasilkan jaringan 4G untuk wilayah paket Barat ini telah menerapkan jaringan sesuai dengan praktik industri yang baik, yaitu telah memiliki jaringan dua arah serta memiliki main back up pada jaringan.

Namun, jaringan FO Palapa Ring Barat tidak didesain untuk menghadapi double-FO-cut sehingga blackout pada wilayah Anambas dan Natuna dapat terjadi.

Melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang berkapasitas besar dan terpadu seperti Palapa Ring Barat, diharapkan dapat memberikan jaminan kualitas komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah.

Semua ini guna mendukung pemerataan pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi di wilayah dan juga dapat menunjang iklim kompetisi yang lebih sehat di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi terutama untuk area 3T (Tertinggal, Terdepan, dan terluar) Indonesia.

Keterangan foto: Utilisasi dari Jaringan Palapa Ring Barat

Untuk informasi lebih jauh mengenai Palapa Ring Barat silahkan mengunjungi http://prb.net.id.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close