Pendidikan

Problematika Belajar Dari Rumah (BDR)

Pada tanggal 9 Nopember 2020 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengeluarkan surat pemberitahuan tentang Belajar Dari Rumah (BDR), dikarekan terdapatnya warga Kabupaten Kepualan Anambas yang positif Covid-19.

Bermula dari satu orang hingga sampai saat ini mencapai angka kurang lebih 40 orang yang terkonfirmasi positif covid-19. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terus memperpanjang surat pemberitahuan untuk setiap Satuan Pendidikan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas tetap melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR).

Setiap tindakan yang dilaksanakan pasti ada resiko yang terjadi, begitu pula dengan penetapan setiap Satuan Pendidikan untuk melakukan BDR. Problematika yang muncul beraneka ragam, mulai dari permasalahan siswa yang tidak memiliki smarphone sehingga tidak bisa untuk melakukan BDR.

Orang tua yang belum melek teknologi, hanya bisa mengingatkan anaknya untuk tetap belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Bahkan ada peserta didik yang tidak jujur dengan orang tuanya sendiri. Saat ditanya apakah sudah mengerjakan tugas yang diberikan guru, si anak menjawab “sudah”. Tapi pada kenyataannya anak tersebut belum mengerjakan tugasnya. Orang tua yang punya rutinitas pekerjaan sehingga tidak cukup banyak waktu untuk membimbing anaknya dalam melaksanakan BDR. Yang lebih parah lagi ada orang tua yang menjelma jadi muird/peserta didik karena segala tugas yang diberikan guru mereka yang mengerjakannya. Terkadang semua itu membuat senyum di wajah guru saat memeriksa tugas, muncul nama-nama baru di daftar nilai.

Problematika itu tidak hanya datang dari siswa dan orang tua siswa saja. Dari guru itu sendiri juga terdapat banyak masalah yang ditemui. Tidak semua guru melek teknologi dan bisa menggunakan fitur-fitur/aplikasi-aplikasi yang ada. Tidak semua guru mempersiapkan diri terhadap perubahan-perubahan pembelajaran yang ada.

Pembelajaran yang biasanya langsung/tatap muka, guru langsung menjelaskan ke siswa jika terjadi kendala dalam pembelajaran. Dan sekarang Belajar Dari Rumah (BDR) yang gurunya tidak bisa mengetahui apakah semua siswanya sudah mempersiapkan diri untuk belajar. Guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan teknologi, membuat video pembelajaran agar anak paham dengan materi yang akan disampaikan, minimal guru mencari video-video yang ada di youtube untuk bisa dikirim ke siswa sebelum memberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus diselesaikan siswa.

Tidak kalah penting guru juga punya anak yang harus dibimbing untuk tetap melaksanakan BDR. Masalah tidak berhenti sampai disitu, dengan bermacam-macam karakter baik itu siswa ataupun orang tua siswa. Ada yang orang tau siswa protektif terhadap anaknya dan selalu menanyakan “pembelajaran apa?”, “tugas apa?”, kepada guru/walikelas.

Ada juga orang tua yang bersikap santai terhadap pembelajaran anaknya, bahkan tak jarang guru/walikelas yang menanyakan “mana tugas anaknya?”.

Berbagai upaya yang dilakukan satuan pendidikan/guru untuk anak tetap mendapat pembelajaran dimasa pandemi covid-19. Menghubungi anak via telpon/whatsapp untuk mengikuti pembelajaran/ujian, berkunjung secara langsung ke rumah siswa untuk menanyakan kabar bahkan memberikan pembelajaran di rumah tersebut, dan upaya-upaya lainnya.

Ada banyak hikmah dimasa pandemi covid-19 baik itu siswa, orangtua siswa dan juga guru, belajar hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan, belajar bahwa jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah dimiliki, belajar untuk bisa menerima kekurangan diri, belajar untuk berfikir ilmu itu harus terus diupgrade, belajar untuk selalu merendahkan ego, belajar untuk tidak malu bertanya jika ada hal yang tidak dipahami, belajar untuk berbudi bahasa dengan baik, belajar toleransi, belajar bertanggung jawab dan yang lainnya. Pada dasarnya baik itu pembelajaran normal, pembelajarn New Normal dan Belajr Dari Rumah (BDR) adalah bagaimana beretika dengan baik.

Penulis

Meta Diana, S.Pd
Guru SMP N 1 Siantan

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close