Adi Agus SetiawanKolom

Pemuda; Pusaran Arus Pilkada Dan Wabah Corona

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah yang membentang dari ujung baratnya  berada di pulau sabang hingga titik seberang yang berada di timur persis di wilayah merauke, dan juga di sisi utara dengan daerah miangas hingga di sisi paling selatan berada di wilayah pulau rote, terdapat 17 ribu lebih gugusan pulau-pulau besar maupun kecil yang menghiasi Negara Kepulauan ini.

Sudah tentu dengan luas wilayah 5.180.053 km2 (data: Badan Informasi Geosipal), Indonesia memiliki beraneka ragam adat dan budaya serta tradisi yang menghiasi kehidupan kita, dan hal ini juga di tambah dengan jumlah populasi manusia di Indonesia yang masih menduduki peringkat 4 (empat) dunia dengan total jumlah penduduk 267.026.366 jiwa.

Dengan jumlah penduduk yang menempati urutan 4 (empat) tertinggi di dunia, tentu ini sebuah keberuntungan bagi suatu negara bila hal ini dapat di berdayakan dengan baik agar menjadi salah satu faktor yang mendorong kemajuan suatu bangsa, namun hal ini akan menjadi boomerang tersendiri jika dalam proses pemberdayaan sumber daya manusia hari ini tidak dilakukan secara efektif.

Dalam skema kependudukan global, negara kita diperkirakan akan mengalami ledakan penduduk atau dalam istilah lain akan mendapatkan bonus demografi pada fase tahun 2035-2045, indonesia sendiri di masa itu di perkirakan akan diisi oleh banyak generasi muda dengan usia dikisaran usia 16-45 tahun, menjadi sebuah kado istimewa bagi bumi pertiwi dalam jangka waktu beberapa tahun kedepan akan diisi oleh para warga negara yang masuk dalam usia pekerja (produktif).

Hari ini negara kita sedang mempersiapkan hajatan besar, sebuah pesta demokrasi yang sejatinya akan dinikmati oleh seluruh rakyat di indonesia, pesta demokrasi pemilihan kepala daerah yang dilakukan serentak oleh daerah-daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang tersebar  di indonesia, sebuah proses pemilihan kepala daerah yang dilakukan melalui sistem demokrasi dengan slogan dari,oleh dan untuk segenap rakyat indonesia.

Namun pilkada hari ini bukan seperti pilkada yang dilakukan pertama kali, seperti yang dilakukan pada tahun 2005, imbas dari diberlakukannya Undang-Undang  no 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Pilkada hari ini, proses yang dilalui begitu dinamis dan harmonis, hal ini juga di karenakan efek daripada mulai memasuki fase demografi yang kian hari makin banyak generasi muda atau lebih akrab disebut sebagai generasi millennial.

Sesuai dengan aturan yang tertera dalam undang-undang kepemudaan no 40 tahun 2009, Pemuda adalah warga negara indonesia yang memasuki periode penting yang berusia 16 hingga 30 tahun atau dengan istilah umunya adalah seorang warga negara yang telah memasuki usia produktif dalam dunia professional, terlepas apakah dia masih berstatus pelajar yang menempuh pendidikan dibidang sekolah menengah maupun sekolah tinggi, yang penting dalam ukuran sebuah usia, setelah berusia 16 hingga 30 tahun dia masih tergolong pemuda yang sebenarnya, bukan orang tua dengan lingkungan anak muda yang lantas dapat berulang kembali menjadi pemuda.

Dalam momentum hari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh lahirnya sebuah organisasi modern kala itu yang bernama Budi Utomo, sebagai sebuah alat perjuangan untuk mempersatukan kekuatan-kekuatan diberbagai lini masssa dalam upaya merebut kemerdekaan bangsa dari tangan penjajah kolonialisme Belanda. Walau dikala itu pusat gerakannya masih dirasa sangat kental dengan istilah gerbong jawa, tapi hakekatnya gerakkan yang dihimpun oleh organisasi Budi Utomo adalah gerakkan bersama yang berlandaskan perjuangan bangsa diseluruh penjuru nusantara.

Kembali bicara soal pemuda dalam pentas pilkada hari ini, sudah menjadi sebuah keharusan bahwa hari ini angkatan muda harus lebih mendominasi dalam skema percaturan politik baik lokal ataupun nasional, seperti halnya langkah-langkah perjuangan para pendiri bangsa ini dalam upaya mengkondisikan gerakan dan arah juang para tokoh-tokoh bangsa lainnya yang berjuang diberbagai ruang medan pertempuran. Jika pemuda hari ini hanya menjadi sebuah objek politik seperti tradsisi-tradisi politik kolot bangsa ini maka menjadi sebuah kesia-sian bagi kita anak muda indonesia yang terlahir dan tumbuh dari sentuhan teknologi.

Dalam perkiraan usia yang terdapat dalam curva pergerakan usia produktif di negara kita, pertahun 2020 ada sekitar 185,3 juta jiwa yang tergolong dalam usia produktif, yang berarti sebaaian besar populasi manusia indonesia masuk dalam kategori usia produktif rentan usia 15 – 64 tahun, dan jika kita melihat didalamnya, angkatan muda kita menjadi dominasi dalam perolehan angkataan kerja hari, dan puncaknya adalah pada saat tahun 2045, sebuah puncak dalam bonus demografi yang dihadapi oleh bangsa indonesia , dimana perolehan angkatan kerja produktif yang diisi oleh mayoritas anak muda indonesia berada dalam kisaran  angka 208 juta jiwa, dan hal ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan diberbagai lini kehidupan sosial, tak terkecuali dalam persoalan tampuk kendali penguasaan politik ditanah air.

Namun ada hal yang harus diwaspadai dan diantisipasi dalam proses pergeseran rentang kendali hari ini, ditengah memanasnya pertarungan politik diberbagai tingkatan, fenomena penyebaran covid-19 hari ini tentu menjadi hal yang sangat serius untuk dikaji, ini bukan lagi menjadi persoalan keselamatan warganegara semata, ada hal yang paling krusial yang mestinya menjadi focus-fokus kajian diarea kedai kopi bagi kalangan generasi millennial hari ini, bagaimana reorientasi yang terjadi dikemudian hari apabila status darurat bencana dinegeri ini dicabut ? rencana apa yang telah disusun untuk menjadi agenda nasional dalam konsolidasi angkatan muda hari ini dalam memenangkan pertarungan diberbagai kompetisi politik, agar nanti kita tidak menjadi kaum yang reaksioner jika seandainya tenaga kerja asing yang mampu menguasai instrument kenegaraan secara keseluruhan dalam upaya merubah alur ideologi bangsa.

( Adi Agus Setiawan : Aktivis Bintan Education )

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close