Nasional

Rimasi Jakarta Serta Komunitas Mahasiswa Gelar Kegiatan Peduli Pendidikan Cirengrang

Lihatkepri.com, Sukabumi – Lintas komunitas mahasiswa menggelar kegiatan peduli pendidikan bertajuk penguatan nilai kebangsaan di daerah pelosok negeri, tepatnya di Kampung Cirengrang Desa Rambay Kecamatan Tegal Buleud Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, 13 – 16 April 2017. Kegiatan ini diprakarsai oleh beberapa komunitas diantaranya Gerakan Nusantara Terdidik, Riungan Mahasiswa Sukabumi, Lembaga pendidikan Mahasiswa Islam dan Rumah Tumbuh.

Kampung Cirengrang merupakan kampung terpencil dan terisolir yang ada di Provinsi Jawa Barat. Letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan membuat kampung ini belum teraliri aliran listrik dan akses kendaraan. Perjalanan menuju ke lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua yang sudah di modifikasi, warga sekitar menyebutnya engkreg. Ketika musim penghujan tiba akses menuju perkampungan hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Lokasinya yang belum tersentuh pembangunan dan teknologi membuat pembangunan di daerah ini sangat lambat khususnya dalam hal pendidikan. SDN Cirengrang misalnya yang merupakan Satu – satunya Sekolah Formal di Cirengrang dengan satu ruang kelas yang di isi oleh sembilan orang siswa dan satu orang pengajar. Sembilan siswa itu terdiri dari 3 orang duduk di kelas 1,  3 orang di kelas 3, 1 orang di kelas 4, dan 2 orang di kelas enam sedangkan kelas 2 dan 5 tidak ada siswanya. Kendati demikian tidak menyurutkan semangat belajar anak anak di pelosok Sukabumi itu.

“Tujuan kami ke Cirengrang tidak lain adalah menyapa warga dan menguatkan kecintaan terhadap NKRI melalui pendidikan” ungkap Muhammad Rifadlo sebagai perwakilan komunitas Riungan Mahasiswa Sukabumi. “Mereka juga adalah bagian dari NKRI dan pewaris sah Republik ini” tegasnya.

Senada dengan Rifadlo, Ikin Shodikin sebagai koordinator Gerakan Nusantara Terdidik mengungkapkan komitmennya bersama relawan yang lain bahwa pihaknya akan terus melakukan kegiatan serupa sebagai bentuk tanggung jawab moril ikut melunasi janji kemerdekaan yaitu mencerdaskan anak bangsa. “Kami telah berkomitmen bahwa warga pelosok negeripun harua tercerdaskan” tandasnya.

Pak Dadang sebagai satu – satunya pengajar, sangat berterimakasih dan mengapresiasi kegiatan ini. “Saya pribadi sangat berbahagia dengan terselenggaranya kegiatan ini, dan saya yakin seluruh wargapun merasakan kebahagiaan yang saya rasakan” ungkapnya dengan mata yang berkaca – kaca. Dadang adalah seorang pengajar honorer yang sudah mengajar sejak tahun 2005, sejak sekolah ini resmi secara definitip menjadi Sekolah Dasar Negeri. Gaji RP 200.000/bulan, Dadang tetap semangat dan kuat meski harus berjalan kaki selama tiga jam untuk sampai di lokasi sekolah dan tak jarang menginap ketika sedang musim penghujan. “Saya ikhlas mengajar di sini, anak – anak Cirengrang yang membuat saya tetap datang ke sekolah” lanjutnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini tidak hanya mendonasikan buku, seragam sekolah dan kebutuhan sekolah lainnya, tetapi juga terlibat langsung dengan aktivitas warga Cirengrang sebaga usaha untuk menyakinkan warga tentang pentingnya pendidikan. Acara diakhiri dengan bersalaman sembari mengungkapkan doa dan harapan untuk kemajuan Indonesia khususnya kampung Cirengrang yang sudah sejak lama belum merasakan fasilitas umum sebagaimana daerah lain di Indonesia. (Dendi Budiman)

 

Show More
Kepriwebsite
Close