JakartaNasional

Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI Gelar Diskusi Nasional Digitalisasi Pemilu 2024

JAKARTA – Bidang Digitalisasi dan Inovasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) telah menyelenggarakan Seminar Nasional, Selasa (18/2022) dengan tema digitalisasi pemilu 2024

Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI
Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI, Vidiel Tania Pratama

Di agenda tersebut dihadiri, Ketua KPU RI (Ilham Saputra), Komisioner Bawaslu RI (Rahmad Bagja) dan Kepala BSSN RI (Bapak Jend (Purn) TNI Hinsa Siburian)

Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI, Vidiel Tania Pratama mengatakan bahwa Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah mengubah gaya hidup dan cara bertindak manusia sehari-hari.

“Digitalisasi dan transformasi digital telah mendorong berbagai sistem yang ada menjadi lebih efisien, mudah dan transparan,” ujarnya

Vidiel Tania Pratama  juga mengatakan bahwa Budaya masyarakat juga mulai mengalami transformasi dari analog dan manual menuju serba digital dan otomatis.

“Kemajuan teknologi digital juga turut memberi dampak dalam proses demokrasi di Indonesia. Pemilihan Umum di Indonesia telah mengadopsi dan menggunakan teknologi untuk mempermudah kerja-kerja di lapangan,” ujarnya

Menurut Vidiel Tania Pratama, Demokrasi akan memiliki kualitas baik jika memiliki legitimasi kuat yang lahir dari partisipasi politik rakyat.

“Partisipasi akan terlihat ketika rakyat terlibat secara aktif dalam kehidupan berpolitik seperti pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, atau pemilihan anggota DPR baik di pusat maupun di daerah. Dalam level terendah partisipasi politik bisa dilihat dalam pemilihan kepala desa,” ujarnya

Selain itu, Vidiel Tania Pratama  juga mengatakan bahwa Kecepatan digitalisasi dan pandemi yang mendorong transformasi dalam berbagai sektor semestinya turut mendorong digitalisasi pemilu dan demokrasi di Indonesia.

“Di Indonesia, ide terkait pelaksanaan pemilihan elektronik atau e-voting pada Pemilu 2024 mulai diperbincangkan dalam level penyelenggara pemilu, pemerintah, DPR, partai politik, para ahli dan pemerhati demokrasi,” ujarnya

Dalam diskusi yang dilaksanakan oleh Bidang Digitalisasi dan Inovasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam dengan tema digitalisasi pemilu 2024, dapat dipetik beberapa poin yaitu :

  1. Teknologi Digital dalam memudahkan proses tahapan pemilu, Teknologi digital sejatinya bertujuan untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat, begitu pula hal nya dalam tahapan-tahapan pemilu yang akan berlangsung, teknologi digital diharapkan mampu mempermudah dan mempercepat serta mengurangi kesalahan-kesalahan lahiriah yang dimiliki oleh umat manusia.
  2. Penyelenggaraan Pemilu di era digitalisasi, Kita sama-sama ketahui saat ini, fakta baru produk teknologi adalah diciptakannya robot yang mampu mengalahkan pecatur terbaik dunia, yang artinya otak manusia pun sudah dilewati oleh teknologi tersebut, kita tidak lagi membahas soal robot yang mengalahkan pemain tenis meja, karena hal itu robot vs fisik manusia. Oleh karena itu, dengan perkembangan teknologi digital yang tentu saja tidak bisa terbendung ini penyelenggaraan pemilu harapannya bisa lebih baik, efektif dan efesian dari pelaksanaan-pelaksanaan pemilu sebelum-sebelumnya.
  3. Pengawasan pemilu dengan menggunakan teknologi digital juga bagian penting yang tidak bisa terpisahkan, Seperti pepatah, semakin bagus proses pengawasan semakin bagus pula teknik dalam kejahatan, inj penting untuk kita sadari karena orang-orang jahat saat ini juga semakin pintar, oleh karenanya pengawasan dalam proses tahapan pemilu secara digitalisasi ini juga perlu ditingkatkan
  4. Keamanan dalam tahapan, proses dan pelaksanaan pemilu adalah tanggung jawab kita bersama demi terselenggaranya demokrasi yang sehat, penting kita mengetahui hal-hal apa saja yang perlu pelajari dalam keamanan secara digital ini, karena para hecker masih menjadi momok yang menakutkan di era digital ini.
  5. Perangkat teknologi yang digunakan dalam proses tahapan pemilu dianggap penting dan memudahkan banyak hal
  6. Pemanfaatan teknologi digital dalam sosialisasi pemilu guna peningkatan partisipasi pemilih, Tinggi rendahnya partisipasi rakyat dalam pemilu dan demokrasi tak bisa dipisahkan dari komposisi demografi yang ada. Dalam konteks demokrasi Indonesia dewasa ini, kelompok anak-anak muda memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan baik tidaknya ataupun tinggi rendahnya partisipasi pemilu. Sebutlah Generasi Z dan Generasi Milenial, Kedua kelompok ini juga sering diidentikkan dengan Generasi Digital karena dalam aktivitas sehari-hari mereka selalu terhubung dengan teknologi digital seperti gadget, smartphone dan internet. Fakta bahwa digitalisasi begitu cepat terjadi dan penggunaan media sosial yang didominasi oleh Generasi Z dan Milenial yang juga merupakan pemilih terbesar dalam pemilu merupakan sebuah realitas empirik yang tak bisa diabaikan dalam demokrasi kita.
  7. Kesadaran masyarakat dalam berselancar di dunia digital
    Saat ini, dalam proses masyarakat berselancar di ruang digital masih banyak “pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar, pengguna internet hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar.
  8. Peran masyarakat dalam menyukseskan demokrasi 2024
    Pemilu serentak 2024 bukan hanya menjadi PR penyelenggara pemilu, tapi juga menjadi PR seluruh rakyat Indonesia, peran dan partisipasi masyarakat sangat penting karena tingginya peran dan partisipasi masyarakat dalam pemilu serentak merupakan tolok ukur kualitas demokrasi di Indonesia.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close