
InternasionalKampusTanjungpinang
Inovasi Pesisir Senggarang Antar UMRAH dan Witteveen+Bos Raih SL25 Award 2026 di Singapura
SINGAPURA — Kolaborasi internasional antara Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan perusahaan konsultan asal Belanda, Witteveen+Bos South-East Asia Pte. Ltd., membuahkan prestasi di kancah global. Proyek bertajuk “Uplifting Senggarang through Mangrove Planting and Sanitation” resmi meraih penghargaan Steward Leadership 25 (SL25) Award 2026 dalam acara penganugerahan di Hilton Singapore Orchard, Singapura, Rabu (28/10/2026).

Penghargaan internasional tersebut diterima secara langsung oleh Henky Irawan, S.Pi., M.P., M.Sc. (Dosen FIKP UMRAH sekaligus peneliti Living Lab MITC UMRAH) bersama Joost Noordermeer mewakili Witteveen+Bos South-East Asia Pte. Ltd. selaku pimpinan konsorsium proyek (lead organisation).
Program yang dilaksanakan di Pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau ini mengusung pendekatan terpadu: mengombinasikan pemulihan ekosistem melalui penanaman mangrove dengan pembenahan infrastruktur sanitasi permukiman warga.
Inisiatif ini dirancang atas kesadaran bahwa ketahanan wilayah pesisir tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi lingkungan semata, melainkan harus menyentuh kualitas hidup dan kesehatan masyarakat lokal secara berkesinambungan.
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, menegaskan bahwa penganugerahan ini memperkuat posisi UMRAH dalam mengaplikasikan riset ilmiah untuk menjawab tantangan riil di kawasan pesisir.
“Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan pengetahuan tersebut diterapkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat. Melalui kemitraan strategis internasional, UMRAH berkomitmen mendorong inovasi berkelanjutan di wilayah kepulauan,” tegas Prof. Agung.
Kemitraan yang terjalin sejak 2024 ini memberikan dampak terukur terhadap lima target Sustainable Development Goals (SDGs) PBB:
- SDG 6 (Air Bersih & Sanitasi Layak): Penyediaan dan pengelolaan lingkungan permukiman pesisir yang lebih sehat.
- SDG 11 (Kota & Permukiman Berkelanjutan): Peningkatan ketahanan dan kualitas lingkungan tempat tinggal warga pesisir.
- SDG 14 & 15 (Ekosistem Lautan & Daratan): Pemulihan keanekaragaman hayati dan daya dukung lingkungan pesisir melalui penanaman mangrove.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Sinergi lintas negara yang menghubungkan kepakaran akademis UMRAH dengan keahlian manajerial profesional Witteveen+Bos.
Steward Leadership 25 (SL25) merupakan ajang pengakuan global tahunan yang mengapresiasi 25 proyek terbaik dunia yang berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan keberlanjutan (stewardship), yaitu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif nyata dan berjangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan.







