Sumatera Utara

Perkuat Tata Kelola Maritim dan Ekosistem Melayu, UMRAH dan PB ISMI Matangkan Persiapan ICSM 2026

MEDAN — Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) merampungkan musyawarah persiapan penyelenggaraan 1st International Conference on The Strait of Malacca (ICSM 2026) bersama delegasi dari Kepulauan Riau di Sekretariat PB ISMI, Medan, Kamis (6/8/2026).

Konferensi internasional ini mengusung tema “Assessing the Future of the Strait of Malacca: IMO Global Regulations, Blue Economy, and the Existence of Marine and Coastal Indigenous Peoples”. Agenda utama ICSM 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22–24 September 2026 di Kampus BTP dan ITEBA Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

 

Musyawarah tersebut dihadiri oleh perwakilan tokoh dan akademisi dari Kepulauan Riau, yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H.; Direktur Raja Ali Haji Institut, Dr. Hos Ari Ramadhan S. S.H., M.H.; serta Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Dicky Novalino, S.I.P., M.A.P.

 

Sementara dari jajaran PB ISMI, hadir Ketua Harian Prof. Dr. Ir. Ilmi Abdullah, M.Sc.; Sekretaris Jenderal Assoc. Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, M.A.P.; Kepala Biro Sekretariat Elvi Hadriany, S.P., M.Psi.; dan Wakil Sekretaris Tengku Ryo Rizqan, B.Mus.Ed.

 

Wakil Rektor III UMRAH, Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H., menyambut baik kolaborasi strategis ini. Ia menegaskan bahwa partisipasi UMRAH dalam gelaran ICSM 2026 merupakan langkah nyata kampus maritim dalam mengawal isu-isu strategis geopolitik, ekonomi biru, serta perlindungan masyarakat adat di kawasan Selat Malaka.

 

“UMRAH siap mendukung penuh gelaran ICSM 2026 di Batam. Selat Malaka bukan sekadar jalur pelayaran internasional, melainkan ruang hidup sosio-ekologis dan benteng kebudayaan Melayu. Konferensi ini menjadi momentum penting untuk menjembatani regulasi global IMO dengan penguatan ekonomi biru serta perlindungan hak-hak masyarakat adat laut dan pesisir,” ujar Suryadi.

 

ICSM 2026 dirancang sebagai forum diseminasi ilmiah multidisiplin bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan. Selain sebagai wadah akademik, konferensi ini bertujuan mempertegas posisi strategis wilayah pesisir Sumatra dan Kepulauan Riau dalam konstelasi ekonomi regional, diplomasi maritim, serta pelestarian tamaddun Melayu.

 

Luaran dari kegiatan ini meliputi publikasi artikel ilmiah terpilih pada prosiding internasional bereputasi yang dilengkapi dengan nomor ISSN/ISBN serta DOI.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Close