KampusTanjungpinang

Terjun ke 4 Kabupaten/Kota, 1.336 Mahasiswa KKN UMRAH Siap Bawa Inovasi ke Wilayah Pesisir

TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi melepas 1.336 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang II Tahun 2026 melalui upacara pelepasan di halaman Gedung Prof. Maswardi M. Amin, Kampus UMRAH Dompak, Sabtu (1/8). Pelepasan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di wilayah pesisir dan kepulauan sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Upacara pelepasan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Dr. Nyanyang Haris Pratamura, Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan LPPM Universitas Riau (UNRI), unsur Forkopimda, serta para pejabat instansi terkait dari Pemprov Kepri dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

 

Dalam laporannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa program KKN ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

 

Sebanyak 1.336 mahasiswa terbagi ke dalam 67 kelompok yang disebar di 58 desa dan kelurahan di empat wilayah, yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, dan Kota Batam. Masing-masing kelompok akan mendapatkan pendampingan intensif dari 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

 

Menariknya, pada KKN Gelombang II ini juga digelar KKN Kebangsaan/Bersama yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa UMRAH dan Universitas Riau (UNRI) untuk memperkuat pembauran dan pertukaran gagasan dalam pembangunan daerah.

 

Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, menegaskan bahwa para peserta KKN membawa nama baik almamater dan berperan sebagai representasi kampus di tengah masyarakat.

 

“Kalian adalah wajah-wajah kampus. Tunjukkan bahwa kalian adalah mercusuar peradaban maritim. KKN adalah Kuliah Kerja Nyata, yang artinya selain belajar, kalian bekerja dan mengabdi secara riil bersama warga,” tegas Prof. Agung.

 

Rektor berpesan agar para mahasiswa membekali diri dengan empat kompetensi krusial di lapangan:

  1. Critical Thinking (Berpikir Kritis): Mampu mengidentifikasi akar masalah warga secara tepat.
  2. Collaboration (Kolaborasi): Bersinergi dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan sesama mahasiswa.
  3. Innovation (Inovasi): Menghadirkan solusi kreatif berbasis potensi lokal.
  4. Communication (Komunikasi): Menjaga etika, adab, serta kelancaran dialog dengan warga setempat.

 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Wakil Gubernur Dr. Nyanyang Haris Pratamura memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi UMRAH dalam membina masyarakat pesisir. Menurutnya, UMRAH memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang peka terhadap tantangan wilayah kepulauan.

 

“Sesuai visinya sebagai garda terdepan pendidikan berbasis kemaritiman, UMRAH terbukti konsisten melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat pesisir,” ujar Wagub Kepri.

 

Ia berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan momentum ini sebagai kawah candradimuka untuk mengasah empati sosial dan kepemimpinan. “Jadilah agent of change yang membawa kesejukan, inovasi, dan kemajuan bagi wilayah pengabdian masing-masing,” pungkasnya.

 

Program KKN UMRAH merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memadukan teori akademik dengan dinamika sosial masyarakat. Melalui pelepasan ini, UMRAH mempertegas komitmennya sebagai Maritime Civic Civilization University yang siap berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan peradaban maritim yang berkelanjutan di Kepulauan Riau dan Indonesia.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Close