
NasionalTanjungpinang
Membanggakan! Pemuda Pesisir Durai, Muhamad Ade Reski Terpilih Mewakili Kepri pada Ajang Wirasena Youth Camp 2026 Kemenpora RI
TANJUNGPINANG — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pemuda kawasan pesisir Kepulauan Riau. Muhamad Ade Reski, pemuda kelahiran Desa Tanjung Kilang, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, yang juga merupakan alumni program studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), resmi dinyatakan lulus dan terpilih sebagai salah satu perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam ajang Wirasena Youth Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) di Jakarta.

Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Kemenpora RI Nomor: DP.00/9.29.53/D-I.3/IX/2026 tentang Hasil Seleksi Nasional Wirasena Youth Camp 2026, yang didasarkan pada Berita Acara Nomor DP.00/9.28.1/D-I.3/IX/2026 tertanggal 28 September 2026.
Tumbuh dan berkembang di kawasan pesisir Desa Tanjung Kilang, Muhamad Ade Reski dikenal sebagai sosok penggerak yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kepemudaan di Kepulauan Riau. Berbekal latar belakang akademis dari S1 Pendidikan Matematika UMRAH, Ade membentuk pola pikir analitis, terstruktur, dan solutif yang ia terapkan langsung dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda di wilayah perbatasan.
Ade merupakan penggagas sekaligus pendiri SKEMA (CV. Sahabat Kreatif Mandiri), sebuah entitas usaha kreatif yang bergerak di bidang jasa konveksi, solusi kreatif, media, dan pemberdayaan potensi lokal. Kombinasi latar belakang keilmuan matematika dari kampus maritim UMRAH dan jiwa kewirausahaan sosial menjadikannya konsisten menggembleng diri melalui keorganisasian, aksi pemberdayaan masyarakat pulau, serta advokasi literasi dan ekonomi kreatif berbasis komunitas pesisir.
Perjalanan Ade untuk mengamankan posisi perwakilan daerah dilalui melalui rangkaian seleksi komprehensif dan ketat secara berjenjang, dimulai dari tingkat daerah/provinsi hingga bermuara di tingkat nasional oleh Kemenpora RI. Tahapan seleksi tersebut meliputi:
Seleksi Administrasi: Verifikasi ketat terhadap portofolio rekam jejak, legalitas berkas, serta verifikasi kontribusi nyata peserta di tengah masyarakat.
Seleksi Essay: Penilaian gagasan dan visi kritis melalui penyusunan karya tulis/essay solutif terkait pembangunan pemuda maritim dan wirausaha sosial.
Seleksi Ujian Berbasis Komputer (CAT): Pengujian terstandar yang mengukur wawasan kebangsaan, kepemimpinan strategis, serta potensi akademik.
Seleksi Wawancara (Interview): Pendalaman substansi, wawancara kepribadian, serta komitmen kontribusi daerah oleh tim penguji profesional dan Kemenpora RI.
Atas pencapaian ini, Muhamad Ade Reski mengungkapkan rasa syukur yang mendalam serta komitmennya untuk membawa aspirasi pemuda Kepulauan Riau ke panggung nasional.
“Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga atas amanah besar ini. Terpilih menjadi perwakilan Kepulauan Riau bukanlah proses yang mudah, melainkan hasil dari perjuangan panjang melewati serangkaian tahapan seleksi ketat dari tingkat daerah hingga nasional, mulai dari seleksi administrasi, penulisan essay, tes CAT, hingga tahap wawancara mendalam oleh Kemenpora RI,” ujar Ade Reski.
Lebih lanjut, Ade Reski mengutarakan bahwa keberhasilan ini ia persembahkan untuk seluruh pihak yang terus mendukung jalannya.
“Keberhasilan ini saya persembahkan untuk orang tua, almamater UMRAH, masyarakat Desa Tanjung Kilang, Kecamatan Durai, serta seluruh pemuda pesisir di Kepri. Ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi anak pulau untuk berprestasi dan bersaing di kancah nasional. Di arena Wirasena Youth Camp 2026 kelak, saya siap menyuarakan potensi, semangat kolaborasi, serta gagasan pembangunan pemuda maritim demi kejayaan bangsa,” pungkasnya.
Program Wirasena Youth Camp yang digagas oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI bertujuan untuk menggembleng kepemimpinan strategis, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mendorong lahirnya wirausaha sosial di kalangan generasi muda se-Indonesia.
Melalui pembekalan intensif di Jakarta, para peserta diharapkan mampu memperkuat jejaring pemuda nasional dan kembali ke daerah masing-masing untuk menjadi penggerak pembangunan yang solutif, inovatif, dan berdaya saing.






