
Uncategorized
COVID-19 dan Dampaknya Bagi Masyarakat
Pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada berbagai keputusan sulit akibat pandemi baik itu di segi sektor kesehatan, sosial, ekonomi, maupun politik.Kasus Covid 19 kembali meningkat. Pemerintah melalui Satuan Tugas atau biasa yang disebut dengan Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengumumkan perkembangan kasus harian Covid-19.
Kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi covid 19 di tanah air sudah hampir maksimal. Hanya saja kasus pandemi ini mengalami naik turun setiap harinya. Berdasarkan data ilmiah terakhir, penularan utama virus SARS COV-2 penyebab covid 19 adalah memang antar manusia, yaitu apabila ada kontak dekat dengan orang yang sudah terinveksi virus dan orang sehat di sekitarnya.
Virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia dan menularkannya kembali kepada manusia. Risiko penyebaran virus tersebut berkontribusi pada angka-angka kasus terkonfirmasi yang kita saksikan sehari-hari. Kemungkinan penularan akan tergantung dari jumlah virus hidup yang dikeluarkan pasien, bagaimana dekat dan lamanya kontak yang terjadi, dan juga situasi lingkungan yang ada. Virus dapat penular ketika batuk, bersin dan pada beberapa kesempatan ketika bernyanyi, bernapas, keras dan bahkan pada saat berbicara. Semua ini yang menjadi salah satu alasan kita mengapa harus menjaga jarak dan memakai masker.
Penularan melalui permukaan benda benda yang tercemar, maka sebenarnya bukti bukti ilmiahnya tidaklah sekuat penularan langsung antar manusia. Ada kemungkinan juga penularan melalui aerosol di dalam ruangan. Seseorang bisa saja terkena virus, baik dalam keadaan dengan atau tanpa gejala. Saat jumlah tertinggi keberadaan virus dalam tubuh pasien adalah beberapa saat sebelum gejala mulai muncul dan pada hari kelima sampai dengan hari ketujuh. Mekanisme penularan tentu masih akan terus berkembang di waktu mendatang.
Kita semua harus tetap menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sainitizer, serta menjaga pola hidup yang sehat. Jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi covid 19 agar daya tahan tubuh meningkat. Setelah menerima vaksin, sebaiknya kita menunggu sekitar 15 menit di lokasi untuk memastikan apakah ada reaksi yang bersifat segera meski jarang terjadi.
Usaha-usaha pemerintah mulai dari PSBB, PPKM, PPKM mikro, hingga PPKM darurat pada intinya adalah untuk mengendalikan penyebaran virus, terlepas berjalan efektif ataupun tidak. Pada bulan Mei lalu Indonesia dikejutkan dengan melonjaknya kasus Covid-19 akibat varian baru yang disebut virus corona varian Delta. Beberapa bulan terakhir terungkap di sejumlah negara bahwa virus sudah bermutasi dengan virus yang sama tetapi dalam varian yang berbeda. Ancaman dari covid 19 gelombang ketiga ini tidak bisa dijadikan sebagai sebuah ancaman belaka. Ada beberapa tanda yang dapat membuat Indonesia masuk kembali ke jurang yang sama.
Tanda tanda yang pertama yaitu kita bisa melihat negara tetangga yaitu Malaysia yang sedang mengalami pelonjakan kasus covid 19. Yang kedua yaitu banyak masyarakat Indonesia yang sudah tidak peduli dengan ancaman covid 19 serta sudah banyak yang lalai terhadap protokol kesehatan. Pemerintah bisa segera menghentikan sementara kegiatan ekonomi di tempat-tempat yang bisa mengundang kerumunan. Hal tersebut dapat menjadi dampak yang sangat besar salah satunya yaitu perekonomian negara serta meningkatnya kemiskinan di Indonesia.
Masa pandemi ini tidak hanya menciptakan krisis ekonomi, tetapi juga krisis kesehatan. Pemerintah sampai saat ini terus berupaya menekan laju peningkatan penularan covid 19. Disisi lain pemerintah juga berusaha untuk menanggulangi dampak yang timbul akibat pandemi. Keselamatan dan ketahanan ekonomi masyarakat juga merupakan prioritas bagi pemerintah. Pemulihan semua hal dalam penanganan covid maupun dari sisi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tentu dapat menjadi bekal yang baik untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan ekonomi kedepan. Pemerintah akan terus berupaya menekan laju peningkatan penularan virus corona ini. Satgas covid 19 mencatat kenaikan pasien yang dirawat di 43 kabupaten kota di daerah Jawa dan Bali. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa varian Delta telah mendominasi kasus Covid 19 di dunia. Bahkan varian delta mampu mengambil alih tugas varian Mu dan Lambda. Mayoritas masyarakat mengakui pandemi virus corona dan penanganannya sangat mengganggu kondisi perekonomian di dunia.
Ada lebih dari 90% responden mengatakan bahwa kondisi perekonomian keluarga mereka terganggu akibat pandemi covid 19 ini. Selain dari media massa, hasil survei juga memperlihatkan bahwa masyarakat lebih banyak mencari informasi melalui website asosiasi kesehatan atau dokter dari pada website resmi pemerintah yang menangani kasus covid 19 . Dampak dari pandemi covid 19 ini akan terus dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Meskipun demikian, ketanggapan perlu diteruskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut guna untuk mengurangi kasus penyebaran covid 19 di Indonesia. PPKM level 3 ini diberlakukan pada tanggal 24 Desember 2021. Masyarakat diimbau untuk tidak bepergian dan tidak pulang kampung dengan tujuan yang tak mendesak. Pemberlakuan pembatasan tersebut juga untuk membatasi kegiatan malam tahun baru seperti kegiatan pesta kembang api, bakar bakar, atau lain hal yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.
Oleh :
DIDYK CHOIROEL, S.Sos., M.Si
Dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang