Kepulauan RiauTanjungpinang

Hari ini, Kasus Aktif Covid-19 di Tanjungpinang 425 Orang

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Berdasarkan laporan harian gugus tugas covid-19 Kota Tanjungpinang per tanggal 17 Agustus 2021, kasus aktif covid-19 berjumlah 425 orang.

Yang artinya, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang terus mengalami penurunan. Lebih rinci, dari 425 orang tersebut, 75 orang di rawat di rumah sakit, 34 orang isolasi terpadu di Lohas, 5 orang berada di mess bhayangkari, selebihnya sebanyak 311 orang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma S.IP yang juga selaku ketua satgas covid-19 Tanjungpinang mengungkapkan rasa syukur dengan penurunan kasus konfirmasi positif covid-19 ini.

“Alhamdulilah atas kerjasama semua pihak, Tanjungpinang dapat menurunkan jumlah kasus positif covid-19. Hal ini juga tak lepas dari kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan di kegiatan sehari-hari”, ungkapnya usai pelaksanaan rangkaian kemerdekaan RI pada Selasa (17/8).

Rahma juga terus mengimbau agar kondisi ini dapat terus berkelanjutan, dan Tanjungpinang dapat terus menurunkan kasus aktif.

“Untuk itu kita tidak boleh lengah, tetap patuhi aturan pemerintah, perketat prokes, kurangi mobilitas”, tambahnya.

Lebih lanjut, penurunan kasus ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari Pemerintah, Forkopimda, LSM, Ormas, Media dan seluruh masyarakat.

“Keberhasilan menurunkan kasus terkonfirmasi berkat dukungan dari seluruh pihak dan masyarakat yang semakin sadar dalam menaati protokol kesehatan dan mengikuti aturan pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, bedasarkan hasil evaluasi PPKM se-Sumatera minggu lalu juga menunjukkan BOR TT COVID sudah membaik yaitu diangka 46 %, dengan konversi TT covid sudah 37 %.

“Sedikit lagi mencapai 40% sebagaimana diharapkan oleh pemerintah pusat”, jelas Rahma.

Juga capaian vaksin dosis pertama di Kota Tanjungpinang tertinggi di sumatera yaitu 71,96 %. Begitu juga untuk Vaksinasi Lansia, tertinggi se-sumatera, yakni 68,07 %.

“Vaksinasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai kekebalan kelompok dan melindungi masyarakat yang paling rentan”, ujar Rahma.

Terakhir, Kabupaten/Kota dengan situasi pandemi level 3 dan 4 membutuhkan respon yang lebih ketat dan penurunan mobilitas penduduk untuk mengendalikan lonjakan kasus.

“Dari hasil paparan pemerintah pusat yang disampaikan menko perekonomian, Angka mobilitas di Kota Tanjungpinang masih tinggi. Perlunya evaluasi kembali agar PPKM efektif, setelah saat level darurat dan level 4 mobilitas menurun”, tutup Rahma.

Sumber:
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close