Kolom

Opini Mahasiswa bersama Organisasi

Mahasiswa dan organisasi  merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Seorang mahasiswa dituntut untuk menjadi agent of change bagi dirinya maupun orang lain. Dengan beroganisasi  juga dapat mempererat tali silaturahmi antara mahasisawa itu sendiri, yang sebelumnya tidak saling mengenal antara satu sama lain maka dengan adanya organisasi semuanya bisa saling mengenal. Tidak cukup sampai disitu, dengan berorganisasi mahasiswa bisa mengenal dunia kampus yang lebih luas. 

Organisasi mendorong mahasiswa untuk mengubah pola pikir, dengan megikuti organisasi pola piki mahasiswa akan berubah, karna banyak belajar dari organisasi. Selai itu juga banyak kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang yang menginspirasi. belajar  mengeksplor kemampuan dalam diri, berbagi pendapat dalam mengambil keputusan, dan banyak lagi pembelajaran yang didapatkan ketika berorganisasi. Akan rugi ketika mahasiswa yang tidak bergabung dalam organisasi. Karena banyak manfaat yang didapatkan ketika berorganisasi seperti. bijaksana dalam memandang permasalahan, mengajarkan kita lebih bijaksana dalam berbicara, belajar tentang manajemen waktu dalam kesibukan kuliah dan organisasi, menentukan mana yang harus di dahulukan dan yang harus di tinggalkan. Dewasa ini hanya kita dapatkan ketika aktif dalam organisasi. 

Ketika telah aktif dalam organisasi maka kita  akan merasa wawasan lebih luas dan banyak tahu, yang sebelumnya kita tidak tahu apa-apa namun setelah bergabung dalam organisasi kita jadi banyak tahu dalam hal apapun. Kita bisa mengasah soft sklill, dan peduli dengan lingkungan sosial. Dari organisasi kita dapat memahami administrasi seperti surat-menyurat dan pengarsipan, karena sudah terbiasa hal tersebut dalam himpunan atau organisasi. Banyak lagi manfaat lainnya kita dapatkan ketika berorganisasi.

Tetapi kebanyakan mahasiswa yang tidak mau berkecimpung dalam organisasi, alasannya tidak di izinin orang tua, takut nilai IPK anjlok, takut terlambat lulus, dan ditambah lagi dengan label yang diberikan pada mahasiswa yang berorganisasi sebagai pembuat keributan dan sering menjadi bahan omongan, serta tidak ada membawa perubahan pada masyarakat kampus, ketakutan-ketakutan ini disebabkan karena mahasiswa tersebut belum mengetahui dan belum berkecimpung dalam sebuah organisasi. Sebelum beranggapan seperti itu cobalah untuk mencari tau dan masuk kedalam dunia organisasi, memang ketika kita belum tau dunia organisasi kita berfikir demikian. Toh masih banyak kok senior-senior yang tergabung dalam organiasi nilai IPK semakin meningkat, lulus dengan tepat waktu dengan nilai yang memuaskan. Seperti salah satu teman yang sempat penulis wawancara “Alhamdulillah saya mengikuti organisasi nilai IPK saya meningkat” nah ini membuktikan organisasi bukanlah sesuatu yang ditakutkan mahasiswa.

Banyak manfaat yang kita dapatkan ketika berorganisasi, jadi tidak perlu takut dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Dengan berorganisasi kita dapat merasakan apa itu pengorbanan kepentingan pribadi tanpa mengharapkan imbalan demi tercapai kepentingan. Kalau kita loyal pada sesuatu ataupun sebuah organisasi  maka kita diharuskan untuk memberikan seutuhnya dengan apa yang kita mampu untuk menjalankannya. Kareana jika kita melakukan dengan setengah hati maka itu semua tidak ada hasilnya, jadi lakukan dengan sepenuh hati tanpa mengharap imbalan apapun sebab usaha tidak akan menghianati hasil.

Organisasi dengan mahasiswa bagaikan gula dalam air, maksuknya menyatu meski tidak sama. Istiah ini penulis buat karena organisasi tidak akan ada jika tidak ada pula mahasiswanya dan begitu juga sebaliknya. Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati diri sebagai seorang mahasiswa, maka penulis sarankan mergabunglah dengan organisasi manapun baik organisasi internal maupun organisasi eksternal. Semua itu berguna untuk kelangsungan hidup, perkuliahan serta mampu menjalin persahabatan antara sesama mahasiswa di dalam kampus maupun di luar kampus. Jadilah masiswa yang punya integritas yang bisa memberikan motifator bagi mahasiswa lainnya, dan janganlah menjadi mahasiswa kertas yang terselip didalam sampulnya dan hanya diam pada suatu wadah.

Sebagai mahasiswa yang sejati dipersiapkan untuk menjadi agen of change, dan perlu kiranya dalam masa-masa perkuliahan mengorganisir diri kedalam kerja-kerja organisasi. Agar kelak mampu menjadi pemimpin-pemimpin yang matang untuk menggantikan generasi pemimpin sekarang yang mulai dimakan zaman.

 

Oleh: Rusmalena dan Budiman (Universitas UMRAH Program Studi Sosiologi)

 

Baca Juga Informasi Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
%d blogger menyukai ini: