BatamKepri

KAHMI Batam Siap Hadapi MEA

Lihatkepri.com, Batam – Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak henti-hentinya menjadi buah bibir masyarakat, namun banyak sekali masyarakat tidak mengerti apa itu yang dimaksud dengan MEA.

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Batam mengadakan FGD terkait MEA. Kebiasaan berdiskusi ketika di HMI dahulu masih dilakukan hingga sekarang, yang memperlihatkan semangat mantan-mantan aktivis mahasiswa ini tidak pernah luntur dalam kajian-kajian ilmiah, dan semakin menegaskan bahwa Alumni HMI adalah kaum Intelaktual yang tidak pernah berhenti melakukan diskusi.

Dalam agenda FGD tersebut dihadiri Alumni-Alumni HMI yang ada di Batam, ibarat cerita Batam adalah mininya Indonesia karena berasal dari berbagai daerah dan suku bangsa, demikian juga dengan Alumni HMI di Batam yang juga berasal dari Cabang yang berbeda-beda.

Dalam FGD tersebut banyak poin-poin penting yang bisa dijadikan rujukan, bahwasanya diskusi yang dilaksanakan di Soup Medan Royal Sincom tersebut terlihat hidup meskipun berasal dari Cabang yang berbeda-beda, karena di HMI itu “Berteman lebih dari Saudara”, yang hingga saad ini masih terpatri diingatan para Alumni HMI. Dalam FGD tersebut juga dihadiri para Kader HMI Cabang Batam dan Cabang Tanjungpinang yang masih aktif.

Poin-poin yang dihasilkan dalam FGD tersebut merupakan buah pikiran dan gagasan yang dipaparkan oleh Alumni-Alumni HMI yang ada di Batam.

Mantan Presidium KAHMI Batam, Ibrahim Koto mengatakan, Kehadiran MEA sudah harus kita terima, Di beberapa kota Kahmi sudah membuat usaha yg bermanfaat bagi Kahmi dan HMI. Kahmi Batam sudah launching BMT berkaitan dengan MEA, Kahmi perlu membuat lembaga sertifikasi dan lembaga riset yang relevan yang nantinya diserahkan tanggung jawabnya kepada PKMD, Kahmi Batam harus Mendorong pemerintah lebih serius menghadapi MEA.

Sementara itu, Sekretaris Umum KAHMI Batam / Head of HR Corporate PT. Panbil, Suyono Saputro mengatakan, Ada persepsi yang salah bahwa MEA itu sebuah ancaman, sebenarnya MEA adalah itu peluang.

“Untuk menggapai peluang tersebut apa yang harus kita siapkan? Kita harus menyiapkan sertifikasi keahlian, 2 tahun lalu sebelum dengung MEA pihak luar negeri sudah menyerbu ibukota Jakarta,” ujar Suyono Saputro.

Selain itu juga, Alumni HMI Cabang Pekanbaru / Jasa Security, Lukman Hakim mengatakan, Kajian MEA ini menarik sayangnya bagi banyak intelektual masih kurang diperhatikan, Siapkah kita bersaing di dalamnya?

“Ini tantangan berat kita, Di bidang jasa sekuriti ada perkap tentang gadapratama yg di Batam baru 20% sekuriti yang mengikutinya, Pemerintah bertanggung jawab menyiapkan profesi dan bidang terkait menghadapinya, Tugas kita menggali permasalahan dan kesiapan kita menghadapi MEA,” ujar Lukman Hakim.

Selanjutnya, Alumni HMI Cabang Batam / Kabag BKPM BP Batam, Ifdil Jamal juga mengatakan, Monitoring BKPM menemukan balai diklat yang ada di Batam belum bersertifikat padahal kemampuannya melebihi asing yang bersertifikat, Kahmi Batam bisa membuat Lembaga Sertifikasi Industri.

“BP Batam sudah buat inkubator UKM namun kelanjutannya kurang pembinaan. Kegiatan pelatihan sertifikasi keahlian oleh SMK 1 dan disnaker hanya mencapai target 20% dari kuota yang tersedia, bahkan serifikat yang dikeluarkan Disnakar banyak yang tidak diakui dan tidak dipakai di Perusahaan-Perusahaan yang ada di Batam,” ujar Ifdil Jamal.

Alumni HMI Cabang Batam / Pengusaha Muda, Arif Agus Setiawan juga mengatakan, Saatnya kita berperan aktif mendorong pemerintah lebih serius menghadapi MEA dan pada saat yang sama mengembangkan lembaga sertifikasi, Pendidikan sangat diperlukan dan sertifikasi harus disiapkan untuk bersaing dengan tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia terkhusus Kota Batam.

“Pengembangan Usaha Menengah juga harus di perhatikan pemerintah Kota Batam, jangan sampai yang jual gorengan di Tepi Jalan nantinya gulung tikar karena kalah bersaing dengan yang datang dari negara-negara Asean,” ujar Arif Agus Setiawan.

Selanjutnya, Alumni HMI Cabang Padang / Guru SMK 6 Batam, Yudi Putra mengatakan, MEA ini bagi akademisi ibarat cerita sebelum tidur yang tidak disangka begitu kita bangun ternyata MEA ini sudah terwujud, dengan demikian masyarakat Indonesia sejatinya belum siap menghadapi MEA, oleh karena itu diharapkan KAHMI Batam mampu mberikan terobosan-terobosan dalam menghadapi MEA.

Sebagai penutup, Alumni HMI Cabang Jogjakarta, Amir Mahmud juga menegaskan bahwa, MEA adalah peluang bagi Kader HMI, karena kebiasaanya dalam diskusi sejatinya modal besar dalam menghadapi MEA, yang perlu diingat adalah MEA adalah Peluang bukan Penghalang. (Vidiel Tania Pratama)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close