KampusTanjungpinang

Terima Kunjungan Dai STID Muhammad Natsir Jakarta, WR-3 UMRAH Apresiasi Model Pengabdian Pascastudi 1 Tahun di Wilayah Kepri

TANJUNGPINANG – Wakil Rektor III Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., menerima kunjungan audiensi lima mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Muhammad Natsir Jakarta di Kampus Utama UMRAH Dompak, Tanjungpinang. Kamis,(20/08/2026).

Kedatangan lima mahasiswa tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus mengawali pelaksanaan penugasan ‘Dai Pengabdian’ di wilayah kepulauan dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Provinsi Kepulauan Riau. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 12 bulan penuh, terhitung mulai Agustus 2026 hingga Agustus 2027.

 

Detail Rincian Penempatan dan Skema Program:

– Lokasi Penugasan Lapangan: 3 personel ditempatkan di Kecamatan Moro (Kabupaten Karimun), 1 personel di Kota Batam, dan 1 personel di Pulau Nyamuk (Kabupaten Kepulauan Anambas).

– Waktu Pelaksanaan: Durasi 1 tahun penuh (Agustus 2026 – Agustus 2027).

– Kualifikasi Peserta: Mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan seluruh beban tugas akhir akademik/skripsi.

– Dukungan Kampus: Pihak STID Muhammad Natsir memfasilitasi kebutuhan dasar peserta melalui pemberian insentif biaya hidup selama masa penugasan di lapangan.

 

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor III UMRAH Dr. Suryadi memberikan apresiasi tinggi terhadap struktur skema pengabdian masyarakat milik STID Muhammad Natsir. Berbeda dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler yang umumnya berdurasi 1 bulan di tengah masa kuliah, STID Muhammad Natsir menerjunkan mahasiswanya setelah lulus tugas akhir dengan dukungan insentif biaya hidup dari kampus.

 

“Kita sangat mengapresiasi Dewan Dakwah sebagai penggerak utama dari Kampus STID Muhammad Natsir ini yang konsisten menyiapkan generasi bangsa terbaik dan setiap tahun terus mengirimkan dai pengabdian ke seluruh pelosok negeri, termasuk Kepulauan Riau yang setiap tahun tetap ada dai yang ditugaskan di daerah-daerah hinterland sehingga sangat membantu program pemerintah,” tegas Dr. Suryadi.

 

Ia juga menambahkan bahwa model penugasan lapangan yang terukur dan berkelanjutan ini menjadi bukti nyata keseriusan kampus dalam memberdayakan masyarakat.

 

“Skema pengabdian selama satu tahun penuh setelah lulus tugas akhir ini sangat konkret dan komprehensif. Mahasiswa tidak sekadar datang sebentar, tetapi benar-benar tinggal bersama warga untuk memetakan potensi daerah, memecahkan persoalan sosial, hingga menciptakan inovasi program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

 

Dr. Suryadi menjelaskan bahwa kehadiran para Dai Pengabdian di tengah masyarakat pesisir bertujuan untuk:

– Memetakan kondisi sosial dan potensi lokal daerah secara terukur.

– Mengidentifikasi persoalan di lapangan serta merumuskan solusi berbasis kebutuhan warga.

– Melakukan inovasi program kemasyarakatan yang sudah ada agar lebih optimal.

– Mengembangkan potensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia menambahkan bahwa praktik lapangan ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, (Kemdiktisaintek) mengenai konsep Kampus Berdampak. Bagi UMRAH, pemikiran dan skema pengabdian ini menjadi masukan berharga untuk memperkuat serta menyempurnakan program pengabdian masyarakat berbasis kemaritiman dan kepulauan di masa mendatang.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Close