
BINTAN – Tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menciptakan inovasi pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal melalui boardgame “Pasar Ikan Melayu”. Media pembelajaran interaktif ini diterapkan langsung kepada siswa kelas rendah di SDN 06 Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 18–19 Agustus 2026.

Penelitian dan pengabdian ini diketuai oleh Aang Yudho Prastowo, M.Pd., bersama anggota tim Roma Doni Azmi, S.Pd.I., M.Ed., dan Dr. Rezky Romadhona, S.Pd., M.Pd.
Permainan boardgame “Pasar Ikan Melayu” memadukan aktivitas numerasi dengan situasi nyata kehidupan pesisir Bintan. Siswa diajak belajar konsep angka, penjumlahan, perbandingan, hingga pemecahan masalah sederhana melalui simulasi aktivitas pasar ikan dan konteks kebudayaan Melayu.
Ketua Tim Pelaksana, Aang Yudho Prastowo, M.Pd., menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan menghadirkan konsep joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan) sekaligus mendukung semangat Kurikulum Merdeka.
“Media boardgame ini hadir sebagai penyampai pesan pembelajaran agar menjadi joyful learning. Matematika yang selama ini dianggap menakutkan bagi anak-anak menjadi tidak terasa lagi. Selain itu, media ini sangat kontekstual karena mengangkat potensi pesisir Bintan dan budaya lokal Melayu,” ujar Aang.
Selain melatih penalaran kritis dan numerasi, media ini juga mengusung semangat Sustainable Development Goals (SDG) 8 dengan mengenalkan konsep dasar aktivitas ekonomi pesisir secara sederhana sejak dini kepada para siswa.
Penerapan boardgame ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Guru SDN 06 Gunung Kijang, Baharudin, menilai media interaktif ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar.
“Media yang digunakan dengan konteks pembelajaran ini sudah sangat sesuai dengan kurikulum. Kami berharap kegiatan kolaborasi seperti ini dapat terus dilanjutkan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran di sekolah kami,” ungkap Baharudin.
Melalui inovasi ini, UMRAH terus berkomitmen menghadirkan solusi pendidikan yang berangkat dari karakteristik daerah, menjadikan matematika bukan lagi pelajaran yang dihindari, melainkan aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak-anak pesisir.






