
Lingga
Desa Resun Kembangkan Desa Layak Anak, Forum Anak Jadi Motor Penggerak
Lingga – Pemerintah Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Desa Layak Anak (DLA) melalui program Pengembangan Desa Layak Anak yang dilaksanakan sejak 1 Desember 2023 hingga 31 Desember 2025.
Program ini menyasar Forum Anak Desa Resun sebagai aktor utama dalam menyalurkan aspirasi serta pemenuhan hak-hak anak di tingkat desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Founder Mentari.ID, Muhammad Aidil, menjelaskan bahwa Pengembangan Desa Layak Anak merupakan program turunan dari kebijakan KLA, yang salah satu mandatnya diwujudkan melalui Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
“Peran Forum Anak sangat penting sebagai 2P, yaitu Pelopor dan Pelapor. Anak-anak harus menjadi penggerak kegiatan positif sekaligus berani melaporkan jika terjadi kekerasan di lingkungan mereka. Di Desa Resun, peran ini sudah berjalan dengan sangat baik,” ujar Aidil.
Ia menambahkan, selama satu periode pendampingan sejak akhir 2023 hingga 2025, Forum Anak Desa Resun menunjukkan kinerja yang aktif dan konsisten. Bahkan, Forum Anak Desa Resun berhasil meraih penghargaan sebagai Forum Anak Desa Baik tingkat Desa se-Indonesia dari Kementerian PPPA.
“Ini membuktikan bahwa anak-anak mampu menjadi agen perubahan ketika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat,” katanya.
Program Pengembangan Desa Layak Anak ini bertujuan untuk mengintegrasikan hak anak dan perspektif gender dalam perencanaan pembangunan desa, memastikan pemenuhan hak dasar anak seperti pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan desa agar lebih responsif terhadap kebutuhan anak.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Resun sebagai bagian dari proses perwujudan desa ramah anak, dengan kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pendamping.
Ke depan, Pemerintah Desa Resun berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.
“Pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan manusianya. Semoga Desa Resun bisa menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan peduli terhadap anak,” tutup Aidil.







