
BatamInternasional
BP Batam Dorong Batam Jadi Pusat Eksekusi Industri Tercepat di Asia Tenggara
Singapura – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan arah transformasi Batam dari kawasan berbasis insentif menuju pusat eksekusi industri tercepat di Asia Tenggara. Komitmen tersebut disampaikan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, dalam ajang SMF Manufacturing Day Summit 2026 yang digelar di Marina Bay Sands, Singapura.
Partisipasi BP Batam dalam forum manufaktur internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai mitra utama industri global, khususnya dalam menghadapi transisi menuju era Industry 5.0 yang menuntut kecepatan, kepastian, dan efisiensi eksekusi.
Forum bergengsi tersebut mempertemukan para pemimpin industri manufaktur dunia, regulator, serta investor internasional guna membahas arah kebijakan dan strategi manufaktur masa depan. Isu utama yang mengemuka meliputi integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi serta penguatan ketahanan rantai pasok regional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dukungan terhadap kolaborasi lintas negara disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan Singapura, termasuk Presiden Singapore Manufacturing Federation (SMF) Lennon Tan dan Minister of State for Trade and Industry Singapura, Gan Siow Huang. Keduanya menegaskan bahwa sinergi regional menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing kawasan Asia Tenggara di tengah percepatan transformasi teknologi.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Fary Djemy Francis menekankan bahwa peta persaingan investasi global telah bergeser. Insentif fiskal tidak lagi menjadi faktor penentu utama.
“Persaingan hari ini bukan soal siapa yang memberi insentif terbesar, melainkan siapa yang mampu memastikan pabrik bisa beroperasi paling cepat. Fokus BP Batam adalah mempercepat proses dan menghilangkan ketidakpastian bagi investor,” ujar Fary.
Di sela kegiatan forum, BP Batam juga menggelar pertemuan strategis dengan unit FDI Advisory United Overseas Bank (UOB). Pertemuan ini difokuskan pada pematangan pipeline investor potensial serta perancangan strategi promosi bersama yang lebih terarah untuk menarik investasi manufaktur berteknologi tinggi ke Batam.
Selain penguatan ekosistem investasi, BP Batam turut menaruh perhatian pada kesiapan sumber daya manusia. Melalui program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab, BP Batam membekali para Duta Investasi dengan kemampuan komunikasi berbasis solusi agar mampu menjawab kebutuhan dan ekspektasi investor global secara lebih presisi.
Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, yang hadir sebagai panelis dalam sesi khusus kawasan Batam–Bintan–Karimun, menyampaikan bahwa reformasi perizinan serta layanan investasi terintegrasi di Batam kini berada pada jalur yang tepat. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mendukung operasional industri manufaktur berorientasi ekspor.
Dengan penyederhanaan regulasi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan infrastruktur, BP Batam optimistis Batam akan terus menjadi destinasi unggulan bagi perusahaan global yang menargetkan ekspansi cepat dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
(BP Batam)







